Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pembentukan Sikap Kemandirian dan Cinta Tanah Air pada Santri Atikhoh; Guntur Cahyono; Mustafiyanti
TAUJIH: Jurnal Pendidikan Islam Vol 4 No 2 (2022): TAUJIH: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Institut Agama Islam Al-quran Al-Ittifaqiah Indralaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (224.961 KB) | DOI: 10.53649/taujih.v4i2.154

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah: (1) Untuk mengetahui pemaknaan Pembentukan Sikap Mandiri dan Cinta Tanah Air (hubbul wathon) pada Santri di Pondok Pesantren Agro Nuur El-Falah Salatiga. (2) Untuk mengetahui Pembentukan Sikap Mandiri dan Cinta Tanah Air (hubbul wathon) pada Santri di Pondok Pesantren Agro Nuur El-Falah Salatiga. (3) Untuk mengetahui Faktor Pendukung dan Penghambat Terbentuknya Kemandirian dan Cinta Tanah Air (hubbul wathon) pada Santri di Pondok Pesantren Agro Nuur El-Falah Salatiga. Jenis penelitian ini merupakan jenis penelitian lapangan dan bersifat deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini meliputi sumber primer dan sumber sekunder. Pengumpulan data diperoleh dari hasil wawancara, observasi, dan dokumentasi. Keabsahan data diperoleh melalui triangulasi. Data yang terkumpul dianalisis dengan cara reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Sikap mandiri adalah sikap siswa yang tidak bergantung pada orang lain dan siap menanggung segala resiko yang timbul. Sedangkan cinta tanah air merupakan sikap rela berkorban, menjaga dan menaati peraturan yang ada di negara. Proses pembentukan sikap kemandirian dan cinta tanah air adalah dengan membiasakan siswa untuk bangun pagi, serta mempersiapkan segala sesuatunya sendiri, mulai dari bangun pagi hingga tidur kembali. Terkadang pesantren membawa motivator (TNI dan polisi) untuk menyampaikan materi. Faktor pendukungnya adalah adanya jadwal kegiatan, serta dukungan dari orang tua. Adapun faktor penghambat yaitu karakter siswa itu sendiri, faktor lingkungan yang kurang mendukung dan kurangnya bantuan kepada siswa.
The Development of Islamic Education: An Analysis of Hasan al-Banna's Thought Yunus Dumbe; Jibrail Bin Yusuf; Gamal Abdul Nasir Zakaria; Shazia Malik; Saiful Anwar; Guntur Cahyono; Moch.Charis Hidayat
Ar-Fachruddin: Pendidikan Agama Islam Vol 1 No 2 (2024): Ar-Fachruddin: Journal of Islamic Education
Publisher : CV. Zamron Pressindo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.7401/16xx7266

Abstract

Research Objective– This study aims to analyze Hasan al-Banna's perspective on the development of Islamic education, focusing on the integration of intellectual, spiritual, and physical growth within education, rooted in the values of the Qur'an and Sunnah. Methodology– This research employs a library research method with a descriptive-analytical approach. Data were collected from books, journals, and other relevant literature, then analyzed qualitatively to explore Hasan al-Banna's ideas on Islamic education. Findings– The study reveals that Hasan al-Banna proposed the concept of al-tarbiyah as a holistic educational process encompassing moral, spiritual, and skill-based education. He emphasized the importance of a strong foundation for Islamic education based on the Qur'an and Sunnah and advocated adaptive educational methods that not only transfer knowledge but also shape the character of individuals to become shalih (righteous) and mushlih (positively contributing to society). Research Implications/Limitations– The findings have significant implications for the development of contemporary Islamic education, particularly in integrating Islamic educational values with modern societal needs. However, this study is limited to theoretical analysis without direct empirical research. Originality/Value– This research provides an original contribution by offering a holistic Islamic educational framework based on Hasan al-Banna's thought. His ideas remain relevant for fostering a generation that is faithful, knowledgeable, and positively impactful in the modern era.