Bungkil inti sawit adalah salah satu alternatif bahan pakan yang mempunyai nutrisi yang cukup baik.Bungkil inti sawit mempunyai serat kasar yang tinggi, sehingga perlu perlakuan untuk memperbaiki kualitasnya.Penggunaan hemicell terhadap bungkil inti sawit dapat mengurangi kandungan serat kasarnya sehingga dapatmemperbaiki kualitas pakan dan meningkatkan retensi nitrogen, energi metabolisme dan konversi energimetabolisme dari energi bruto itik raja. Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan acak lengkapdengan 5 perlakuan dan 4 ulangan. Ransum yang digunakan adalah ransum buatan sendiri yaitu R0 (tanpabungkil inti sawit yang diberi hemicell), R1 (5% bungkil inti sawit yang diberi hemicell), R2 (10% bungkil intisawit yang diberi hemicell), R3 (15% bungkil inti sawit yang diberi hemicell), R4 (20% bungkil inti sawit yangdiberi hemicell). Parameter yang diamati adalah retensi nitrogen, energi metabolisme dan konversi energimetabolisme dari energi bruto itik raja. Hasil penelitian menunjukan bahwa perlakuan memberikan pengaruhtidak berbeda nyata (P<0,05) terhadap retensi nitrogen, energi metabolisme (semi, murni, semi terkoreksinitrogen dan murni terkoreksi nitrogen) dan konversi energi metabolisme dari energi bruto ransum. Penggunaanbungkil inti sawit yang diberi hemicell 2 cc/kg dapat diberikan sampai level 20% sebagai bahan penyusunransum itik Raja umur 7 minggu.