Penelitian ini mengkaji mengenai komunikasi nonverbal yan digunakan guru kepada anak tunawicara dalam menanamkan Pendidikan Agama Islam di SLBN Jenangan. Penelitian terfokus bagaiamana penanaman salat agar lebih mudah diterima oleh anak tunawicara yang memiliki keterbatasan dalam hal pendengaran dan berbicara. Latar belakang memilih penelitian di SLBN Jenangan karena merupakan salah satu SLB yang bersertifkat negeri di Ponorogo. Dalam sekolah ini menggunakan sistem tanam tumbuh dan juga memberikan keterampilan kepada peserta didik. Sehingga menghasilkan keterampilan-keterampilan yang indah walau peserta didik memiliki kebutuhan khusus. Dan tidak lupa menerapkan Pendidikan Agama Islam yang juga begitu penting. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apa saja macam – macam komunikasi nonverbal yang digunakan guru kepada anak tunawicara di SLBN Jenangan dan bagaimana hasil penanaman Pendidikan Agama Islam kepada anak tunawicara melalui komunikasi nonverbal di SLBN Jenangan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan jenis diskriptif. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa komunikasi nonverbal yang digunakan guru kepada murid tunawicara di SLBN Jenangan dalam menanamkan pendidikan salat dengan menggunakan empat macam komunikasi, yaitu terdiri dari bahasa isyarat, sentuhan (pedekatan), vidio dan alat peraga. Hasil dari penelitian ini adalah anak tunawicara sudah mengetahui dan dapat mempraktekkan salat dengan baik. Dilihat dari adanya kewajiban murid untuk melaksanakan salat dhuha dan dzuhur secara berjama’ah. Para peserta didik dapat mengikuti salat dengan baik dan tertib.