Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

SANGKAN PARANING DUMADI: Eksplorasi Sufistik Konsep Mengenal Diri dalam Pustaka Islam Jawa Prespektik Kunci Swarga Miftahul Djanati Nur Kolis; Kayyis Fithri Ajhuri
Dialogia Vol 17, No 1 (2019): DIALOGIA JURNAL STUDI ISLAM DAN SOSIAL
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/dialogia.v17i1.1653

Abstract

Abstract: This article is an essential part of the development of the treasures that relates to the realm of the mystical life of Javanese, particularly those related to the ancient literature studied by the adherents of  the mystical Islamic teachings of Kejawen. The manuscript of  Kunci Swarga Miftahul Djanati provide an attempt to integrate the Sufism theory into the realm of the adherents in different perspective, namely by emphasizing esoteric aspects in the daily life of Javanese, especially the concept of relations of God with the universe .The emphasis of the manuscript is the aspects of the personal quality of human beings (Insan Kamil). In this context, the researcher is intended to scrutinize the practice of Sangkan Paraning Dumadi.The data were in the form of Sangkan Paraning Dumadi teachings in the manuscript of Kunci Swarga Mifthul Djanati written by Bratakesawa  in 1952. The findings showed that the manuscripts of Swarga Miftahul Djanati encompasses several principles which related to views of Sufism. It can be ascertained by a number of terminologies that can be found in the text, such as the nature of life, Nur Muhammad, ma'rifah, self-knowledge, self-mutilation and worship. Furthermore, the uniqueness of the idea can be seen from the description process by reducing through simplification of the local language used. Then, it has strong influences of the Javananese’s exposure.الملخص: هذا لبحث جزء مهم من استكشاف تطور الكنوز الإسلامية للأرخبيل التي تتعلق بمجال الحياة الصوفية للشعب الجاوي ، وخاصة المتعلقة بالأدب القديم الذي يدرس من خلال ممارسة التعاليم الإسلامية الصوفية لكيجوين. في نص Kunci Swarga Miftahul Djanati، محاولة من قبل المؤلف لجذب نظرية التصوف إلى عالم الممارسة العملية باستخدام اتجاه مختلف، أي من خلال التأكيد على الجوانب الباطنية في سلوك الحياة اليومية للشعب الجاوي ، وخاصة في النظر إلى علاقات العبد مع الله والكون ، بالطبع يتم التركيز على الجوانب المثالية للجودة الشخصية للبشر (إنسان كامل). في هذا السياق ، يصف الباحث تعاليم sangkan paraning، ثم يحللها ، بحيث يمكن رؤيتها شاملا. البيانات المستخرجة هي بيانات sangkan paraning تعاليم dumadi في نص Kunci Swarga Mifthul Djanati  الذي كتبه Bratakesawa عام 1952. يحتوي النص الرئيسي Swarga Miftahul Djanati على العديد من الأشياء المهمة المتعلقة بوجهات النظر في عالم الصوفية. يتضح هذا من خلال عدد من المصطلحات التي يمكن العثور عليها في النص، مثل طبيعة الحياة، نور محمد،  المعرفة، معرفة الذات، تشويه الذات، العبادة ، وما أشبه ذلك. وأما خصوصيته في عملية الوصف، من قبل المؤلف الذي تم تخفيضها من خلال تبسيط اللغة المحلية المستخدمة. في هذه الحالة ، يظهر التعرض الأذواق الجاوية قوية جدًا.Abstrak: Tulisan ini merupakan bagian penting dari eksplorasi pengembangan khazanah Islam Nusantara yang berhubungan dengan ranah kehidupan mistis masyarakat Jawa, khususnya yang berhubungan dengan pustaka kuno yang dikaji oleh pengamal ajaran mistik Islam kejawen. Dalam naskah Kunci Swarga Miftahul Djanati terdapat suatu upaya penulisnya untuk menarik teori tasawuf ke ranah pengamalan praktis dengan menggunakan cara pandang yang berbeda, yakni dengan lebih menekankan aspek esoterikal dalam perilaku kehidupan sehari-hari masyarakat Jawa, khususnya dalam memandang hubungan hamba dengan Tuhan dan alam semesta. Tentu saja penekanan aspek kualitas personal manusia sempurna (insan kamil) dikedepankan. Dalam konteks ini peneliti mendeskripsikan ajaran sangkan paraning dumadi, kemudian dilakukan analisis, sehingga bisa dilihat secara keseluruhan ajaran tersebut. Adapun data yang digali adalah data ajaran sangkan paraning dumadi dalam naskah Kunci Swarga Mifthul Djanati yang ditulis oleh Bratakesawa pada tahun 1952. Naskah Kunci Swarga Miftahul Djanati mengandung beberapa hal penting terkait pandangan-pandangan dalam ranah tasawuf. Hal ini dibuktikan dengan sejumlah terminologi yang dapat ditemukan dalam naskah tersebut, misalnya seperti sifat hayat, Nur Muhammad, ma’rifah, mengenal diri, mematikan diri, musyahadah, dan lain sebagainya. Sedangkan keunikannya adalah proses deskripsinya, yang oleh penulisnya, bisa jadi telah mengalami reduksi melalui simplifikasi lewat bahasa lokal yang digunakan. Dalam hal ini paparan itu menunjukkan cita-rasa Jawa yang begitu kuat.
Motivasi anggota dan peran Tim Reaksi Cepat (TRC) dalam bekerja di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ponorogo Aam Amelia Agustin; Kayyis Fithri Ajhuri
ROSYADA: Islamic Guidance and Counseling Vol 1, No 1 (2020): Rosyada: Islamic Guidance and Counseling
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (294.152 KB) | DOI: 10.21154/rosyada.v1i1.2414

Abstract

Salah satu pekerjaan di Kabupaten Ponorogo yang mengandung unsurkesempatan, tantangan, dan harapan adalah menjadi anggota dari Tim ReaksiCepat (TRC) BPBD Kabupaten Ponorogo. Tim ini bekerja dalam bidang sosialkebencanaan yang memiliki kekhasan yaitu beranggotakan relawan yang berjiwasosial yang tinggi dan memiliki keahlian dalam penyelamatan. Waktu bekerjaberkaitan dengan kejadian bencana, kondisi fisik dan psikis yang kuat dan baik,tanggungjawab atas keselamatan orang lain dan risiko besar dan berat di medansaat terjadinya bencana mengiringi pelaksanaan tugas dalam bekerja bagi TRC.Penelitian ini memiliki tujuan yang menjawab rumusan masalah yaitu untukmengetahui motivasi anggota TRC dalam bekerja, peran TRC bekerja di BPBDKabupaten Ponorogo, dan motivasi anggota TRC berlaku dalam pelaksanaanperan dari TRC di BPBD Kabupaten Ponorogo. Metode penelitian yangdigunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan datamenggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian adalah20 anggota TRC dengan sampel berdasarkan purposive sampling yang berjumlah2 anggota laki-laki belum menikah dan 2 anggota laki-laki sudah menikah dari 20jumlah seluruh anggota TRC BPBD Kabupaten Ponorogo.Hasil analisis pada motivasi anggota TRC BPBD KabupatenPonorogo dalam bekerja menggunakan Teori Dua Faktor Frederick Hezbergadalah motivasi anggota TRC dalam bekerja terdiri dari motivasi intrisik berupakeinginan, memiliki skill atau keahlian dalam penyelamatan, dan keyakinan diri.Motivasi ekstrinsik berupa dukungan dari orang lain dan motivasi dari BPBDKabupaten Ponorogo yang terdiri dari: gaji, pengakuan dan pendampingan kerja,jam kerja, Markas komando (Mako), dan penyampaian aspirasi.
RELEVANSI KONSEP ISTI‘ANAH DALAM MENGHADAPI MUSIBAH PANDEMI COVID-19 Muhammad Imam Mahudin; Kayyis Fithri Ajhuri
Proceeding of Conference on Strengthening Islamic Studies in The Digital Era Vol 2 No 1 (2022): Proceeding of The 2nd Conference on Strengthening Islamic Studies in the Digital
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (347.63 KB)

Abstract

Abstrak: Musibah pandemi Covid-19 merupakan suatu bencana nasional yang telah menimbulkan banyak permasalahan pelik di tengah kehidupan masyarakat. Sehingga permasalahan tersebut menarik untuk diteliti guna menemukan sebuah pendekatan dalam menghadapi permasalahan tersebut. Adapun penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan kepustakaan (library research). Dan dalam menganalisis datanya penelitian ini menggunakan langkah-langkah penafsiran berdasarkan metode Tafsir Tematik milik M. Ba>qir al-S}adr. Penelititian ini menemukan adanya salah satu pendekatan yang dapat digunakan dalam menghadapi masalah tersebut yaitu dengan pendekatan konsep isti‘a>nah yang ada dalam Al-Qur’an. Berangkat dari temuan konsep tersebut maka penelitian ini akan fokus membahas hakikat isti‘a>nah dalam Al-Qur’an, bentuk isti‘a>nah dalam Al-Qur’an, dan analisis relevansi penerapan isti‘a>nah di masa pandemi Covid-19. Hasil pembahasan tersebut dapat disimpulkan bahwa hakikat isti‘a>nah yang ada dalam Al-Qur’an yaitu berupa kesatuan antara ikhtiar dan doa, sebagai wujud kelemahan seorang hamba akan pertolongan Allah swt. Kemudian bentuk isti‘a>nah dalam Al-Qur’an yaitu dilakukan dengan sabar, salat, dan ta‘a>wun dalam hal kebaikan dan takwa. Dan analisis relevansi penerapan isti‘a>nah di masa pandemi Covid-19 yang didapati yaitu, isti‘a>nah diwujudkan atas dasar ikhtiar yang dipraktikkan dengan membantu pemerintah dalam mematuhi kebijakannya, dan dengan memperbanyak sabar dan salat. Serta berdoa kepada Allah swt. dengan memohon pertolongan-Nya juga menjadi aspek penting di samping senantiasa berikhtiar di masa pandemi Covid-19.
Akulturasi Musik Gembrung Sebagai Media Komunikasi Islam Muchlis Daroini; Kayyis Fithri Ajhuri
Academic Journal of Da'wa and Communication Vol. 3 No. 2 (2022)
Publisher : UIN Raden Mas Said Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22515/ajdc.v3i2.5601

Abstract

Gembrung music is a traditional Islamic art that has developed a lot in Java. Its existence indicates a da'wah process in order to convey the messages of Islamic teachings in Java. The intersection of Muslim and Javanese groups creates a form of cultural acculturation, each of which represents two acculturated cultures. By using a qualitative methodology, the research focus is on literature and gembrung in Java, the aim of this study is to find the process of acculturation of the traditional Gembrung musical instrument. Where in Gembrung art it is found as a communication tool in preaching as well as a process of acculturation of music. Among them, several elements of gembrung music adopted Javanese music, including kenong and gong which were replaced with tambourines, which are musical instruments made of wood and goat skin. In addition to the form of abolition or omission, there is also musical pluralism, where one musical instrument can be accepted by another group but still places one musical instrument that represents each acculturation group. Among those that must still be included are drums as a representation of Java, and also tambourines as a representation of Islam-Arabism. What's interesting is that each musical instrument which is a cultural representation becomes the central determinant of other musical elements. The acculturation of this musical element has led to cultural acceptance by the Javanese people of the Gembrung art. Likewise, there is acceptance of Muslim groups as a representation of Islamic music.
KOMUNIKASI NONVERBAL DALAM MENANAMKAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM KEPADA ANAK TUNAWICARA DI SLBN JENANGAN Shofwatul Umami; Kayyis Fithri Ajhuri
RELASI Vol 3 No 01 (2023): ILMU KOMUNIKASI
Publisher : COMMUNITY OF RESEARCH LABORATORY SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji mengenai komunikasi nonverbal yan digunakan guru kepada anak tunawicara dalam menanamkan Pendidikan Agama Islam di SLBN Jenangan. Penelitian terfokus bagaiamana penanaman salat agar lebih mudah diterima oleh anak tunawicara yang memiliki keterbatasan dalam hal pendengaran dan berbicara. Latar belakang memilih penelitian di SLBN Jenangan karena merupakan salah satu SLB yang bersertifkat negeri di Ponorogo. Dalam sekolah ini menggunakan sistem tanam tumbuh dan juga memberikan keterampilan kepada peserta didik. Sehingga menghasilkan keterampilan-keterampilan yang indah  walau peserta didik memiliki kebutuhan khusus. Dan tidak lupa menerapkan Pendidikan Agama Islam yang juga begitu penting. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apa saja macam – macam komunikasi nonverbal yang digunakan guru kepada anak tunawicara di SLBN Jenangan dan bagaimana hasil penanaman Pendidikan Agama Islam kepada anak tunawicara melalui komunikasi nonverbal di SLBN Jenangan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan jenis diskriptif. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa komunikasi nonverbal yang digunakan guru kepada murid tunawicara di SLBN Jenangan dalam menanamkan pendidikan salat dengan menggunakan empat macam komunikasi, yaitu terdiri dari bahasa isyarat, sentuhan (pedekatan), vidio dan alat peraga. Hasil dari penelitian ini adalah anak tunawicara sudah mengetahui dan dapat mempraktekkan salat dengan baik. Dilihat dari adanya kewajiban murid untuk melaksanakan salat dhuha dan dzuhur secara berjama’ah. Para peserta didik dapat mengikuti salat dengan baik dan tertib.
Akulturasi Musik Gembrung Sebagai Media Komunikasi Islam Muchlis Daroini; Kayyis Fithri Ajhuri
Academic Journal of Da'wa and Communication Vol. 3 No. 2 (2022)
Publisher : UIN Raden Mas Said Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22515/ajdc.v3i2.5601

Abstract

Gembrung music is a traditional Islamic art that has developed a lot in Java. Its existence indicates a da'wah process in order to convey the messages of Islamic teachings in Java. The intersection of Muslim and Javanese groups creates a form of cultural acculturation, each of which represents two acculturated cultures. By using a qualitative methodology, the research focus is on literature and gembrung in Java, the aim of this study is to find the process of acculturation of the traditional Gembrung musical instrument. Where in Gembrung art it is found as a communication tool in preaching as well as a process of acculturation of music. Among them, several elements of gembrung music adopted Javanese music, including kenong and gong which were replaced with tambourines, which are musical instruments made of wood and goat skin. In addition to the form of abolition or omission, there is also musical pluralism, where one musical instrument can be accepted by another group but still places one musical instrument that represents each acculturation group. Among those that must still be included are drums as a representation of Java, and also tambourines as a representation of Islam-Arabism. What's interesting is that each musical instrument which is a cultural representation becomes the central determinant of other musical elements. The acculturation of this musical element has led to cultural acceptance by the Javanese people of the Gembrung art. Likewise, there is acceptance of Muslim groups as a representation of Islamic music.