p-Index From 2021 - 2026
0.702
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal SUBLIMAPSI ICPE
Arif Dwi Cahyono
Universitas Surabaya

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Psychological Well-Being dan Work Performance Pada Marketing Yang Less Masculine, More Feminine Arif Dwi Cahyono
Jurnal Sublimapsi Vol 4, No 2 (2023): Jurnal Sublimapsi
Publisher : Jurusan Psikologi FKIP Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/sublimapsi.v4i2.35333

Abstract

Pada penelitian ini mempunyai tujuan untuk mengetahui dan memahami psychological well-being dan work performance pada marketing laki-laki yang less masculine more feminine. Penelitian ini di latarbelakangi dari suatu fenomena sosial yakni laki-laki feminine yang muncul disalah pada marketing di perusahaan keuangan. Fenomena sosial pada laki-laki feminine dipengaruhi oleh pergaulan bebas, gaya hidup dan budaya di masyarakat. Selain itu terdapat faktor dari dalam yang mempengaruhi pola perilaku laki-laki feminine yaitu keluarga. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi. Pengumpulan data menggunakan in depth-interview. Penelitian ini menggunakan analisa data berupa interpretative phenomenological analysis (IPA). Responden penelitian ini sebanyak 2 orang laki-laki less masculine, more feminine yang terdiri dari 1 laki-laki yang berusia 29 tahun, etnis Jawa-Mando dan status lajang. Laki-laki berikutnya berusia 25 tahun, etnis Jawa dan status lajang. Kesimpulan dari penelitian ini menghasilkan psychological well-being dan work performance meningkat pada laki-laki less masculine, more feminine dikarenakan tuntutan kebutuhan dan orientasi pada kesuksesan finansial sehingga individu tersebut mencapai suatu kesejahteraan yang tinggi karena semua kebutuhan yang diinginkan tercapai.
Peran Komunikasi Interpersonal Antara Menantu dan Mertua Dalam Membentuk Resiliensi Keharmonisan Keluarga Arif Dwi Cahyono
Jurnal Sublimapsi Vol 4, No 2 (2023): Jurnal Sublimapsi
Publisher : Jurusan Psikologi FKIP Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/sublimapsi.v4i2.34347

Abstract

Peran komunikasi interpersonal antara menantu laki-laki dan ibu mertua dalam membentuk resiliensi terhadap keharmonisan keluarga sangat penting. Komunikasi interpersonal mempunyai fungsi yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari yaitu mampu memahami diri dan orang lain serta mempengaruhinya supaya pesan yang sudah diberikan bisa di pahami serta menimbulkan hubungan timbal balik yang positif. Sehingga, pentingnya komunikasi interpersonal antara menantu laki-laki dan ibu mertua dalam keluarga bisa diketahui bagaimana komunikasi interpersonal dapat tercipta di kehidupan sehari-hari. Tujuan dari penelitian ini adalah memahami peran komunikasi interpersonal antara menantu laki-laki dan ibu mertua dalam membentuk resiliensi terhadap keharmonisan. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian fenomenologis. Jumalh subjek dalam penelitian ini sebanyak 3 orang. Peneliti melakukan triangulasi untuk mengumpulkan data yang digunakan dalam penelitian dengan menguji kredibilitas informasi menggunakan teknik pengumpulan data yang berbeda dan sumber data yang berbeda. Kesimpulan dari penelitian ini adalah resiliensi diperlukan untuk meningkatkan komunikasi interpersonal antara menantu laki-laki dan ibu mertua, semakin tinggi resiliensi individu maka semakin tinggi juga tingkat komunikasi interpersonal sehingga tercipta keharmonisan dalam keluarga.
Meta Analisis Regulasi Emosi Dalam Meningkatkan Resiliensi Arif Dwi Cahyono
Jurnal Sublimapsi Vol 4, No 2 (2023): Jurnal Sublimapsi
Publisher : Jurusan Psikologi FKIP Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/sublimapsi.v4i2.35329

Abstract

Setelah dilakukan riset terdahulu, ditemukan adanya hubungan antara regulasi emosi berpengaruh terhadap resiliensi. Dalam studi ini, para peneliti meninjau 14 jurnal tentang regulasi emosi dan resiliensi selama dekade terakhir. Studi ini adalah studi meta-analitik yang menganalisis ukuran efek size dari studi sebelumnya yang menyelidiki hubungan antara regulasi emosional dan resiliensi. Sebanyak 1.260 partisipan mengikuti riset ini (N) dan hubungan efek size (r) menggunakan aplikasi Jamovi. Hasil statistik menunjukkan bahwa skor ukuran efek size yang besar yaitu 0,531 (95% CI=0,054-1,115, p=0,075) dan skor inconsistency (I2) adalah 92,48%. Moderator variabel jenis pekerjaan memiliki efek size sebesar 0,100 (95% Cl=-0.192 – 0.393, p=0.502). Berdasarkan data tersebut terdapat hubungan langsung yang kuat antara regulasi emosi dan resiliensi sedangkan small effect size pada moderator jenis pekerjaan tidak memberikan pengaruh sebagai mediator kepada regulasi emosi dengan resiliensi.
The Experience of Patient Alcohol Addictions in Cognitive Behavior Therapy Arif Dwi Cahyono
International Conference on Psychology and Education (ICPE) Vol. 1 No. 1 (2023): Proceedings of The International Conference on Psychology and Education (ICPE)
Publisher : Department of Psychology, Faculty of Education, Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cognitive Behavior Therapy (CBT) was behavior modification techniques and changing maladaptive beliefs. This study aims to obtain a comprehensive picture of the application of Cognitive Behavior Therapy in helping individuals overcome alcohol addiction. This study uses a study case qualitative research method. The study patient was an alcoholic during 23 year. Data collection was done by triangulation method, namely in-depth interviews (depth interviews) face to face with observations and interview. The research procedure was carried out in three stages, namely the research preparation stage, the research implementation stage, and finally the research result evaluation stage. The results of the study showed that the application of Cognitive Behavior Therapy to individuals who experienced alcohol addiction showed significant changes in patient cognition, emotion and behavior. Through cognitive restructuring techniques, patient distorted cognitions become more rational. Patient were able to manage a good lifestyle, were independent in their work, respect the people around them. Changes in cognition in patient led to reduced alcohol consumption behavior.