Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

ANALISA TEGANGAN PADA RANGKA SEPEDA DENGAN MENGGUNAKAN MATERIAL CARBON Alviani Hesthi Permata Ningtyas; Ilham Arifin Pahlawan; Rilo Chandra Muhamadin; Purwo Sudirdjo; Agin Viakri Dagmar
JUSTI (Jurnal Sistem dan Teknik Industri) Vol 3 No 4 (2022): justi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/justicb.v3i4.5942

Abstract

Seiring dengan perkembangan teknologi dan kepedulian terhadap lingkungan, sepeda listrik telah menjadi salah satu inovasi yang menarik perhatian banyak orang. Dengan memadukan kelebihan sepeda konvensional dan teknologi baterai, sepeda listrik memberikan alternatif transportasi yang ramah lingkungan, efisien, dan ekonomis, terutama penyandang disabilitas, sangat membutuhkan alat transportasi sebagai kebutuhan utama. Salah satu alat transportasi yang sangat penting adalah sepeda. Komponen penting dalam sepeda adalah frame, yang berperan sebagai penopang beban dan tempat melekatkan komponen-komponen sepeda lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi keamanan desain frame sepeda bagi penyandang disabilitas. Frame sepeda roda tiga ini menggunakan bahan carbon dan dianalisis menggunakan fitur Finite Element Analysis pada perangkat lunak Autodesk Inventor. Beban yang diterima oleh frame sepeda adalah 75 kg, yang diasumsikan sebagai massa pengemudi. Hasil simulasi menunjukkan tegangan, pergeseran, dan faktor keamanan pada frame sepeda listrik dengan menggunakan material carbon dengan beban 75 kg atau 735,75 N. Tegangan maksimum yang diperoleh dari simulasi adalah 19,16 MPa, dengan nilai displacement terbesar sebesar 0,0414 mm. Namun, hasil ini masih memenuhi standar keamanan karena memiliki faktor keamanan yang dihasilkan sebesar 15.
Peningkatan kapabilitas penerapan 5R pada siswa SMK Assa'adah untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi kerja Alviani Hesthi Permata Ningtyas; Poerwo Sudirjdo; Ilham Arifin Pahlawan; Rilo Chandra Muhamadin; Rizkyansyah Alif Hidayatullah; Muhammad Bima Alamsyah; Mohammad Rizal Safri
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 2 (2024): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i2.23632

Abstract

Abstrak Banyaknya civitas akademika yang belum mengimplementasikan 5R pada area bengkel permesinan, sehingga masih diperlukannya kegiatan penunjang 5R. 5R adalah suatu metode manajemen yang berasal dari Jepang, yang fokus pada organisasi dan kebersihan tempat kerja. Singkatan 5R mengacu pada lima konsep dasar dalam metode ini yaitu, Resik, rapi, ringkas, rawat, dan rajin. 5R memiliki tujuan yang baik dalam peningkatan kebersihan dan kondisi keselamatan di bengkel. Peningkatnya produktivitas melalui pengurangan waktu pemborosan dan peningkatan kualitas hasil kerja. Evaluasi penerapan 5R dapat membawa perubahan positif dalam bengkel permesinan dengan peningkatan efisiensi dan produktivitas. Kegiatan ini dilakukan dengan cara sosialisasi dan kunjungan untuk mengetahui implementasi dari 5R yang telah dilakukan di SMK.  SMK Assa’adah merupakan SMK yang  memerlukan evaluasi dalam penerapan 5S yang telah dilakukan di bengkel permesinan. Apakah 5R sudah diterapkan dengan baik ataukah masih memerlukan perbaikan. Kegiatan sosialisasi dilakukan didalam ruang kelas dengan memberikan materi tentang 5R dan memberikan contoh nyata kegiatan yang perlu dilakukan untuk mendukung 5R. Selain itu setelah melakukan kunjungan untuk menilai penerapan 5R yang telah dilakukan di SMK Assa’adah sudah terdapat banner sebagai pengingat 5R saat bekerja dibengkel dan toolsbox yang digunakan siswa sudah tersedia tepat disamping mesin bubut jadi lebih mudah dalam mengambil peralatan bengkel. Hanya perlu membuat rak atau wadah untuk menampung peralatan bengkel seperti kunci pas, kunci ring,  palu dan kunci inggris. Perlu dilakukan pembatasan penataan mesin CNC bubut karena dalam satu ruangan terdapat beberapa mesin CNC. Kata kunci: 5R; bengkel; permesinan; efisiensi. Abstract 5S is a management method originating in Japan, which focuses on the organization and cleanliness of the workplace. The abbreviation 5S refers to five basic concepts in this method, namely, Sort, Straighten, Shine, Standardize and Sustain. 5S has a good purpose in improving cleanliness and safety conditions in the workshop. Increasing productivity through reducing waste time and improving the quality of work results. Evaluation of the application of 5R can bring positive changes in the machining workshop with increased efficiency and productivity. SMK Assa'adah requires evaluation in the application of 5S that has been carried out in the machining workshop. We need to make sure that the 5R has been implemented properly or does it still need improvement. After making a visit to assess the application of the 5Rs that have been carried out at SMK Assa'adah, there is already a banner as a reminder of the 5S when working in the workshop and the toolbox used by students is available right next to the lathe, so it is easier to put and take workshop equipment. Only need to make shelves or containers to hold workshop equipment such as wrenches, ring wrenches, hammers and wrenches. It is necessary to limit the arrangement of CNC lathe machines because in one room there are several CNC machines. Keywords: 5S; workshop; machine; efficiency.
EXPERIMENTAL AND CFD ANALYSIS OF A LABORATORY-SCALE PARALLEL FLOW SHELL AND TUBE HEAT EXCHANGER Alviani Hesthi Permata Ningtyas; Siti Duratun Nasiqiati Rosady; Ilham Arifin Pahlawan; Rilo Chandra Muhamadin
Logic : Jurnal Rancang Bangun dan Teknologi Vol. 26 No. 1 (2026): March
Publisher : Unit Publikasi Ilmiah, P3M, Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31940/logic.v26i1.39-47

Abstract

A heat exchanger is a device that functions to change the temperature of a fluid by utilizing the heat transfer mechanism from a high-temperature fluid to a lower-temperature fluid. This study was conducted to design and analyze the performance of a shell and tube heat exchanger with a parallel flow configuration on a laboratory scale. The design process focused on determining the main dimensions and components, such as tube length and the ratio between shell and tube diameters, to ensure optimal operation for laboratory experiments. After the device was successfully fabricated, experiments were carried out to obtain temperature data of the hot and cold fluids at both the inlet and outlet. These experimental data were then compared with the results of numerical simulations using ANSYS Fluent software based on the Computational Fluid Dynamics (CFD) method. The simulation was used to visualize the flow pattern and temperature distribution within the heat exchanger, as well as to calculate heat transfer efficiency. The results showed good agreement between the simulation and experimental data, with only a 1% deviation, where the inlet temperature of the hot fluid was 65°C and the outlet temperature was 38°C, indicating the validity of the numerical model used. From this study, it can be concluded that the combination of experimental design and CFD simulation analysis provides a more comprehensive understanding of the temperature distribution and efficiency of a shell and tube heat exchanger with a parallel flow configuration.
ANALISIS PERAWATAN MESIN CONVEYOR BATUBARA DI PT X Muhammad Khabib; Rilo Chandra Muhamadin
ENIGMA: Engineering in Green Machinery Vol. 1 No. 1 (2024): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/enigma.v1i1.8836

Abstract

Penelitian ini menganalisis perawatan mesin conveyor batubara yang digunakan di PT X. Mesin conveyor pada PT. X sering mengalami kerusakan aus pada roller idler. Pentingnya perawatan yang intensif dari hal kecil sampai hal besar tidak lepas dari pengawasan operator BLC dalam mengatur kecepatan belt conveyor saat melakukan pengisian batubara sehingga dapat menambah umur peralatan dan komponen belt conveyor. Dalam kegiatan pengisian batubara dilakukan monitoring belt conveyor untuk mengontrol proses pengisian batubara dari rom penumpukan menuju kapal tongkang. Setelah melakukan jadwal perawatan berkala terhadap mesin conveyor, kemudian dilakukan monitoring terhadap belt conveyor saat beroperasi. Panel box BLC diawasi oleh operator untuk menjalankan dan memantau pengoperasian dan diperlukan monitoring secara langsung dengan memantau kondisi lapangan saat belt conveyor beroperasi. Perawatan mesin conveyor ada 2 jenis perawatan yaitu, perawatan terencana (planned maintenance) dan perawatan tidak terencana (emergency maintenance). Perawatan terencana yang sering dilakukan pada mesin conveyor batubara antara lain :Selalu membersihkan kotoran pada belt conveyor; Melakukan greasing pada bearing secara rutin; Memeriksa motor sesudah maupun sebelum beroperasi; Memeriksa posisi pulley apakah sejajar dan masih bisa berputar dengan baik. Perawatan tidak terencana yang sering dilakukan ialah penggantian roller idler. Roller sering mengalami aus dikarenakan aus alami atau jangka pakainya sudah melewati batas waktu pemakaian.
ANALISIS KEGAGALAN PADA HASIL PENGELASAN DI PT. AUTOKORINDO PRATAMA Ikhsanudin Ramadhan; Rilo Chandra Muhamadin; Ilham Arifin Pahlawan
ENIGMA: Engineering in Green Machinery Vol. 1 No. 1 (2024): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/enigma.v1i1.8841

Abstract

PT AUTOKORINDO PRATAMA adalah salah satu perusahaan yang mampu memproduksi lebih dari 600.000 velg setiap tahunnya. Pada proses pengelasan velg sering kali terjadi proses cacat pada tahap pengelasan seperti pinhole, Overlap, Blow Hole, Over Rim, dan Over Disc. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis jenis defect yang sering muncul, mengetahui faktor penyebab serta memberikan solusi perbaikan. Penelitian ini menggunakan metode DMIC (Defne, Measure, Improve , Control). berdasarkan pengolahan data diperoleh cacat pada hasil pengelasan yang sering muncul yakni pinhole, Overlap, Blow Hole, Over Rim, dan Over Disc. Faktor penyebab terjadinya cacat (defect) pada hasil pengelasan yang ditinjau dari aspek mesin, manusia, metode, material dan lingkungan yaitu ampere pada mesin yang tidak stabil, operator yang kelelahan, operator kurang terampil, penyetelan ampere pada pengelasan yang terlalu besar, kurangnya pembersihan, jarak busur yang terlalu jauh, material kotor, material basah, lingkungan yang kurang nyaman dan terjadinya hembusan angin disekitar area pengelasan. Beberapa perbaikan yang dapat dilakukan adalah pengecekan peralatan sebelum pekerjaan dimulai, perbaikan preparation pra pengelasan berupa dilakukannya pembersihan terhadap material yang akan dilakukan pekerjaan pengelasan , perbaikan teknik pengelasan.
ANALISIS PERAWATAN UNIT SLAG HAULER P-240 CTE DI PT. XYZ Mohammad Nizam Reinaldy; Rilo Chandra Muhamadin
ENIGMA: Engineering in Green Machinery Vol. 2 No. 1 (2025): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/enigma.v2i1.10502

Abstract

XYZ merupakan perusahaan pertambangan yang bergerak di bidang pemurnian dan pengolahan konsentrat tembaga. Salah satu alat berat yang digunakan adalah slag hauler untuk mengangkut limbah slag secara kontinu. Pengoperasian slag hauler secara terus-menerus menyebabkan potensi kerusakan yang dapat mengganggu produktivitas. Oleh karena itu, penting dilakukan pemeriksaan harian (P2H), monitoring kinerja unit saat beroperasi, serta preventive maintenance secara berkala. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan fokus pada pengendalian internal dan prosedur perawatan unit slag hauler P-240 CTE. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perawatan terencana berperan penting dalam mencegah kerusakan serius, sementara perawatan tidak terencana kerap disebabkan oleh kegagalan mendadak seperti kerusakan pada seal hidrolik silinder. Setelah dilakukan perawatan berkala, monitoring selama operasi juga menjadi bagian penting untuk memastikan unit bekerja sesuai SOP. Kesimpulan menunjukkan bahwa pengendalian internal dan penerapan perawatan preventif mampu meningkatkan keandalan unit dan meminimalisir gangguan operasional.
The PROSES MANUFAKTUR ROLL GILINGAN TEBU MENGGUNAKAN METODE PENGECORAN LOGAM Pajar Agustian Akbar; Rilo Chandra Muhamadin
ENIGMA: Engineering in Green Machinery Vol. 2 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/enigma.v2i2.11067

Abstract

This study aims to analyze the manufacturing process of sugarcane mill rolls using the metal casting method at PT X. Sugarcane mill rolls are the main component in the sap extraction process so that material quality and dimensional accuracy greatly affect milling performance in sugar factories. The research method used is descriptive qualitative through direct observation of the production process, interviews with technicians, documentation, and analysis of the chemical composition of the material using spectrometric tests. The results show that the manufacturing process includes pattern making, sand mold making, metal melting, casting, natural cooling for 7–14 days, and machining processes consisting of facing, turning, boring, grooving, drilling, and finishing. The results of spectrometric tests on several samples indicate that the chemical composition of the material generally meets the FC 20 SP standard, although there are some values that are close to the tolerance limit. The machining process carried out with large-capacity machines and precision measuring instruments produces dimensions and surface quality of rolls that meet specifications, so that the resulting product is suitable for use in the sugar industry.