Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PELATIHAN SECARA DARING BAGI MAHASISWA UNIVERSITAS TERBUKA MELALUI PEMBUATAN HAND SANITIZER BERBASIS MATERIAL ALAM SEBAGAI ANSTISIPASI PENYEBARAN COVID-19 Dwi Iriyani; Asnawi Asnawi; Suparti Suparti; Pismia Sylvi; Sucipto Sucipto; Agus Prasetya; Beni Dwi Komara
DedikasiMU : Journal of Community Service Vol 5 No 2 (2023): DedikasiMU Juni 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/dedikasimu.v5i2.5088

Abstract

Berbagai kebijakan yang dilakukan pemerintah Indonesia untuk menekan penyebaran Covid-19 dengan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) diberbagai wilayah Jawa-Bali, termasuk kota Surabaya dan Sidoarjo. Selain itu pemerintah juga menghimbau agar masyarakat tetap berada di rumah, rajin mencuci tangan dengan menggunakan sabun, menjaga jarak, menggunakan masker, menjauhi kerumunan dan mengurangi interaksi dengan orang lain (program 5M) dan melakukan vaksinasi. Hand sanitizer merupakan cairan gel alternatif yang sering kali digunakan untuk membersihkan tangan saat berpergian karena penggunaannya yang praktis dan dapat diletakkan dimana saja. Pemakaiannnya dirasakan lebih efektif dan efisien dalam melawan virus. Lidah buaya (Aloe vera) sebagai obat alami untuk mengatasi berbagai masalah kulit, cairan lidah buaya (gel) merupakan bagian yang paling sering diolah menjadi berbagai produk kecantikan dan kesehatan. Menurut penelitian, lidah buaya dianggap sebagai salah satu tanaman yang paling aktif secara biologis, karena memiliki lebih dari 75 senyawa aktif yang sangat baik untuk kulit. Lidah buaya banyak digunakan dalam produk kecantikan karena memiliki sifat antivirus dan antibakteri. Daun sirih (Piper bitle L.) merupakan salah satu tanaman obat herbal yang sejak zaman dahulu sudah dimanfaatkan untuk kesehatan, yaitu ekstraknya mampu menurunkan mikroorganisme sampai 57%. Berdasarkan hal ini Tim PkM Universitas Terbuka Surabaya mengadakan pelatihan pembuatan handsanitizer dari lidah buaya dan daun sirih secara daring bagi mahasiswa Universitas Terbuka.
Penerapan Solar Energi Untuk Pengembangan Daerah Wisata Berkelanjutan di Pantai Galung Desa Juruan Daya Kabupaten Sumenep Rahmad Purnama; Meirani Harsasi; Sucipto Sucipto; Tiara Sevi Nurmanita; Berlina Hidayati; Rini Febrianti
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 5 No. 2 (2026): Mei
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59025/2thhqb27

Abstract

Kawasan wisata Pantai Galung, Desa Juruan Daya, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, menyimpan potensi alam yang besar namun terkendala keterbatasan infrastruktur listrik. Kondisi ini membatasi waktu operasional wisata dan menghambat peningkatan kesejahteraan masyarakat lokal. Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Universitas Terbuka hadir sebagai solusi dengan menerapkan teknologi solar energi berkapasitas 500 Wp di kawasan wisata tersebut. Kegiatan dilaksanakan menggunakan metode partisipatif yang melibatkan BUMDes Teratai, perangkat Desa Juruan Daya, pelaku usaha, dan masyarakat setempat. Instalasi sistem berhasil menyediakan penerangan 20 titik lampu LED dan empat outlet charging. Monitoring satu bulan menunjukkan sistem beroperasi dengan efisiensi rata-rata 77,9% dan produksi energi 2,25 kWh/hari. Dampak ekonomi yang terukur meliputi peningkatan omzet pelaku usaha rata-rata 40%, kenaikan jumlah pengunjung 25%, dan perpanjangan waktu operasional wisata empat jam per hari. Program edukasi kepada 45 peserta sosialisasi dan 25 peserta pelatihan teknis menghasilkan peningkatan skor pengetahuan rata-rata 85,9%. Hasil kegiatan membuktikan bahwa integrasi solar energi di kawasan wisata mampu mendorong pariwisata berkelanjutan sekaligus memberdayakan ekonomi masyarakat perdesaan secara nyata.
Penguatan Desa Mandiri Finansial melalui Literasi dan Pengelolaan Keuangan berbasis Komunitas: Studi Transformasi Desa Juruan Daya Tri Dyah Prastiti; Berlina Hidayati; Sucipto Sucipto; Tiara Sevi N.; Milawati Milawati
J-ABDIPAMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol. 10 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30734/j-abdipamas.v10i1.5313

Abstract

ABSTRACT This community service program aims to strengthen the financial literacy and financial management skills of the Family Welfare Empowerment (PKK) members and Micro, Small, and Medium Enterprise (MSME) actors in Juruan Daya Village, Sumenep Regency. The program targeted PKK members, micro and small business actors, and community representatives through a community-based empowerment approach encompassing needs assessments, focus group discussions (FGDs), interactive training, guided practice utilizing a manual bookkeeping tool (BookNote), small-group mentoring, and reflective evaluation. A total of 28 participants were involved in this program. The outcomes demonstrated an increase in participants' understanding of budgeting, expenditure prioritization, saving strategies, prudent debt management, and the utilization of digital payment services such as QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard). Furthermore, the program encouraged more disciplined bookkeeping practices and heightened participants' awareness of financial risks, including online loans, "buy now, pay later" schemes, and online gambling. These findings underscore that contextual learning, simple bookkeeping tools, and group mentoring constitute effective strategies for sustainably strengthening the financial capacity of the rural community in Juruan Daya Village, Sumenep Regency.   Keywords: community empowerment, financial literacy, MSMEs, QRIS, rural development   ABSTRAK Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memperkuat literasi keuangan dan pengelolaan keuangan ibu-ibu PKK dan pelaku UMKM di Desa Juruan Daya, Kabupaten Sumenep. Sasaran kegiatan meliputi ibu-ibu PKK, pelaku usaha mikro dan kecil, serta perwakilan masyarakat melalui pendekatan pemberdayaan berbasis komunitas yang mencakup asesmen kebutuhan, focus group discussion, pelatihan interaktif, praktik terbimbing menggunakan BookNote pencatatan manual, pendampingan kelompok kecil, dan evaluasi reflektif. Sebanyak 28 peserta terlibat dalam kegiatan ini. Hasil pelaksanaan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai penyusunan anggaran, prioritas pengeluaran, strategi menabung, pengelolaan utang secara bijak, dan pemanfaatan layanan pembayaran digital seperti QRIS. Kegiatan ini juga mendorong praktik pencatatan yang lebih tertib serta meningkatkan kewaspadaan peserta terhadap risiko keuangan, termasuk pinjaman online, paylater, dan judi online. Temuan tersebut menegaskan bahwa pembelajaran kontekstual, alat bantu pencatatan sederhana, dan pendampingan kelompok merupakan strategi efektif untuk memperkuat kapasitas finansial masyarakat desa Juruan Daya, Kabupaten Sumenep secara berkelanjutan.   Kata Kunci: literasi keuangan, pemberdayaan masyarakat, UMKM, pembangunan perdesaan, QRIS
Regulatory Fragmentation of Tourism within Regional Autonomy and Its Implications for the Challenges of Destination Management by Local Governments Muhammad Mas Davit Herman Rudiyansah; Sucipto Sucipto
Jurnal Pariwisata Nusantara (JUWITA) Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Pariwisata Nusantara
Publisher : PROGRAM STUDI PARIWISATA SYARAH, FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM, UNIVERSITAS ISLAM NEGERI MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/juwita.v4i2.14170

Abstract

Purpose: This study aims to analyze the issue of regulatory fragmentation in the management of tourist destinations by local governments within the framework of regional autonomy in Indonesia through a normative juridical analysis. The main focus lies on the disharmony of the relationship between the central and regional governments that impacts the effectiveness of tourist destination governance, with a case study of the management of the Borobudur Temple Area. Method: Using a normative approach, this study examines legal provisions such as Law No. 10 of 2009 concerning Tourism and Law No. 23 of 2014 concerning Regional Government, as well as other implementing regulations and non-statutory legal documents. Analysis is conducted on the interaction and overlap between regulations, as well as their impact on the implementation of authority in the field. Result: The results of the study indicate that although regional autonomy is regulated normatively, the practice of managing tourist destinations is still dominated by the central government, which tends to ignore the strategic role of the regions. This dominance not only weakens the capacity of regional decision-making but also creates inequality in the distribution of economic benefits, legal uncertainty for business actors, and social resistance from local communities. This study highlights the need for regulatory harmonization between the central and regional governments through a collaborative approach, strengthening regional institutional capacity, and actively involving local communities in policy formulation and implementation. Contribution: A key contribution of this research is the proposed tourism destination governance model based on the principles of distributive justice, intergovernmental synergy, and public participation. By integrating constitutional law and public administration perspectives, this study emphasizes that decentralization must be implemented substantively, not merely as a formality. Strengthening a responsive, inclusive, and contextual regulatory framework is a key prerequisite for realizing a sustainable, equitable tourism sector capable of significantly improving the welfare of local communities.