Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

BENTUK KOMPOSISI DAN PESAN MORAL DALAM PERTUNJUKAN MUSIK KIAIKANJENG Indrawan, Bagus; F., Totok Sumaryanto; Sunarto, Sunarto
Catharsis Vol 5 No 2 (2016)
Publisher : Catharsis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

______________________________________________________________ Tujuan penelitian ini adalah memperoleh gambaran secara langsung tentang bentuk komposisi dalam pertunjukan musik KiaiKanjeng yang berfokus pada unsur-unsur di dalamnya dan pesan moral dalam pertunjukan musik KiaiKanjeng yang berkonsentrasi pada pesan moral menyangkut persoalan hidup manusia. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, yaitu seluruh data yang telah didapatkan dideskripsikan dalam bentuk kata-kata. Di samping itu penelitian ini juga menggunakan pendekatan interdisiplin. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, dan studi dokumen. Lagu “Jalan Sunyi” yang dibawakan dalam pertunjukan musik Kiaikanjeng menggunakan birama 4/4. Untuk struktur bentuk musiknya mempunyai melodi tanya dan melodi jawab. Selanjutnya, syair lagu “Jalan Sunyi” terdiri atas syair melodi lagu dan puisi. Untuk temponya menggunakan tempo adagio dengan dinamika piano dan dibawakan dengan penuh perasaan. Mengenai alat-alat musik yang digunakan, mencakup alat-alat musik modern dan tradisional. Terakhir, berkaitan dengan aransemen, kelompok musik KiaiKanjeng selalu merubah lagu-lagu yang dibawakan, kecuali lagu-lagu yang diciptakan oleh KiaiKanjeng sendiri. Adapun pesan moral dalam pertunjukan musik KiaiKanjeng terdiri atas pesan moral dalam hubungan manusia dengan Tuhan, manusia dengan manusia, manusia dengan alam, dan manusia dengan dirinya sendiri.
BENTUK KOMPOSISI DAN PESAN MORAL DALAM PERTUNJUKAN MUSIK KIAIKANJENG Indrawan, Bagus; F., Totok Sumaryanto; Sunarto, Sunarto
Catharsis Vol 5 No 2 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

______________________________________________________________ Tujuan penelitian ini adalah memperoleh gambaran secara langsung tentang bentuk komposisi dalam pertunjukan musik KiaiKanjeng yang berfokus pada unsur-unsur di dalamnya dan pesan moral dalam pertunjukan musik KiaiKanjeng yang berkonsentrasi pada pesan moral menyangkut persoalan hidup manusia. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, yaitu seluruh data yang telah didapatkan dideskripsikan dalam bentuk kata-kata. Di samping itu penelitian ini juga menggunakan pendekatan interdisiplin. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, dan studi dokumen. Lagu “Jalan Sunyi” yang dibawakan dalam pertunjukan musik Kiaikanjeng menggunakan birama 4/4. Untuk struktur bentuk musiknya mempunyai melodi tanya dan melodi jawab. Selanjutnya, syair lagu “Jalan Sunyi” terdiri atas syair melodi lagu dan puisi. Untuk temponya menggunakan tempo adagio dengan dinamika piano dan dibawakan dengan penuh perasaan. Mengenai alat-alat musik yang digunakan, mencakup alat-alat musik modern dan tradisional. Terakhir, berkaitan dengan aransemen, kelompok musik KiaiKanjeng selalu merubah lagu-lagu yang dibawakan, kecuali lagu-lagu yang diciptakan oleh KiaiKanjeng sendiri. Adapun pesan moral dalam pertunjukan musik KiaiKanjeng terdiri atas pesan moral dalam hubungan manusia dengan Tuhan, manusia dengan manusia, manusia dengan alam, dan manusia dengan dirinya sendiri.
Bentuk dan Fungsi Pertunjukan Musik Pengiring Seni Sintren Lais di Desa Balapulang Kulon Kabupaten Tegal Indrawan, Bagus
Tambuleng Vol 4 No 2 (2023): Tambuleng: Jurnal Pendidikan Seni Drama, Tari, dan Musik
Publisher : FKIP, Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37304/jt.v4i2.11708

Abstract

Kesenian sintren lais merupakan salah satu kesenian rakyat yang berkembang di desa Balapulang Kulon sampai saat ini. Sebagai proses ritual yang dipercaya mempunyai kekuatan magi simpatetis, maka seni pertunjukan ditampilkan pada sejumlah perhelatan. Akibatnya persepsi dan respon masyarakat pendukung seni pertunjukan pun mengalami perubahan. Seni pertunjukan tidak lagi semata-mata bagian dari ritual yang memuat magi simpatetis semata, tetapi juga sebagai sarana hiburan dan legitimasi status sosial. Tujuan yang hendak dicapai dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mendeskripsikan bentuk pertunjukan dan fungsi kesenian sintren lais di desa Balapulang Kulon kabupaten Tegal. Pertunjukan sintren lais terdiri dari bentuk komposisi dan bentuk penyajian. Bentuk komposisi kesenian sintren lais terdiri dari syair, alat musik, tempo dan dinamika. Sedangkan bentuk penyajian terdiri dari tata panggung dan waktu pertunjukan, urutan sajian, tata busana, tata rias, tata suara dan tata lampu. Kesenian sintren lais akan selalu berkembang seiring dengan perkembangan pola berpikir masyarakat desa Balapulang Kulon kabupaten  Tegal, sehingga faktor lingkungan berpengaruh sekali di dalam pembentukan dan fungsi seni di masyarakat.  Peran fungsi yang masih melekat dan bisa dirasakan sampai saat ini diantaranya fungsi hiburan, komunikasi dan ekonomi sebagai media ekspresi di masyarakat. Peran pemerintah daerah kabupaten Tegal untuk mempromosikan sekaligus menjadikan kesenian sintren lais sebagai seni pertunjukan pariwisata desa.
Peranan Lagu Syiir Abu Nawas Pada Jam Kepulangan Sekolah Di Sma Islam Al Azhar 14 Semarang Indrawan, Bagus
Tambuleng Vol 5 No 2 (2024): Tambuleng: Jurnal Pendidikan Seni Drama, Tari, dan Musik
Publisher : FKIP, Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37304/jt.v5i2.17376

Abstract

Jam kepulangan dapat digunakan tidak hanya sebagai waktu transisi, tetapi juga sebagai kesempatan untuk memperkuat pembentukan karakter peserta didik. Pengelolaan suasana pada saat jam kepulangan sekolah dapat melalui pemutaran lagu dengan nuansa yang tenang. SMA Islam Al Azhar 14 Semarang memutarkan Lagu Syiir Abu Nawas pada saat jam kepulangan sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peranan Lagu Syiir Abu Nawas pada jam kepulangan sekolah di SMA Islam Al Azhar 14 Semarang. Adapun pertanyaan penelitian ini yaitu bagaimanakah peranan Lagu Syiir Abu Nawas pada jam kepulangan sekolah di SMA Islam Al Azhar 14 Semarang? Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket dengan pertanyaan terbuka, wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan melalui tiga jalur kegiatan: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Lagu Syiir Abu Nawas yang diputar pada jam kepulangan sekolah di SMA Islam Al Azhar 14 Semarang memiki peranan dari segi psikologis, moral, dan sosial. Dari segi psikologis, Lagu Syiir Abu Nawas memberikan ketenangan dan kedamaian. Dari segi moral Lagu Syiir Abu Nawas memberikan pengajaran tentang kerendahan hati dan keimanan. Dari segi sosial, Lagu Syiir Abu Nawas dapat membantu peserta didik dalam pengendalian diri dan interaksi yang lebih positif.
Strategi Guru Al-Quran Hadis dalam Memotivasi Siswa dengan Kesulitan Membaca Mushaf MA Plus Sunan Drajat 7 Indrawan, Bagus; Abdullah Nasihin
AL-KAINAH: Journal of Islamic Studies Vol. 4 No. 2 (2025): Al-Kainah: Journal of Islamic Studies
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (P3M) STAI Miftahul Huda Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69698/jis.v4i2.1475

Abstract

Latar Belakang: Kemampuan membaca Al-Qur’an merupakan kompetensi dasar yang harus dimiliki peserta didik di madrasah, khususnya pada mata pelajaran Al-Qur’an Hadis. Namun, realitas di lapangan menunjukkan masih adanya siswa yang mengalami kesulitan membaca mushaf, sehingga diperlukan strategi pembelajaran yang tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga mampu menumbuhkan motivasi belajar siswa. Kondisi ini menjadi semakin penting dalam konteks madrasah yang mengintegrasikan kurikulum pesantren dan kurikulum nasional. Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi yang diterapkan guru Al-Qur’an Hadis dalam memotivasi siswa yang mengalami kesulitan membaca mushaf di MA Plus Sunan Drajat 7, serta menelaah persepsi siswa dan faktor pendukung maupun penghambat dalam pelaksanaan strategi tersebut. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan guru Al-Qur’an Hadis dan siswa, observasi langsung terhadap proses pembelajaran, serta dokumentasi berupa arsip madrasah dan literatur yang relevan. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, dengan menerapkan triangulasi sumber, teknik, dan waktu, serta member check untuk menjamin keabsahan data. Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menerapkan beragam strategi motivasi, antara lain pendekatan personal, metode talaqqi dan musyafahah, pemberian dorongan verbal, pembelajaran bertahap, penggunaan media pembelajaran, serta pembentukan kelompok belajar kecil. Strategi tersebut terbukti mampu meningkatkan kemampuan membaca mushaf siswa, sekaligus menumbuhkan rasa percaya diri, keberanian, dan motivasi intrinsik. Faktor pendukung meliputi dedikasi guru, lingkungan madrasah yang religius, serta fleksibilitas kurikulum, sedangkan faktor penghambat utama adalah perbedaan kemampuan dasar siswa dan keterbatasan waktu pembelajaran. Kesimpulan: Penelitian ini menegaskan bahwa strategi motivasi yang kontekstual dan personal dalam pembelajaran Al-Qur’an Hadis tidak hanya berkontribusi pada peningkatan kemampuan membaca Al-Qur’an, tetapi juga berperan dalam pembentukan karakter religius dan keterampilan sosial siswa
Peningkatan Keterampilan Public Speaking dan Master of Ceremony Kelompok PKK Desa Sukorejo Kabupaten Kendal Wulandari, Monica Niken; Sahrul, Sahrul; Indrawan, Bagus
Jurnal Bakti Nusantara Vol. 3 No. 3 (2026): Jurnal Bakti Nusantara
Publisher : Pustaka Media Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63763/jutira.v3i3.164

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan public speaking dan Master of Ceremony (MC) kelompok PKK di Desa Sukorejo, Kabupaten Kendal, sebagai upaya penguatan kapasitas komunikasi publik dalam mendukung kegiatan sosial kemasyarakatan. Latar belakang kegiatan ini didasarkan pada pentingnya kemampuan komunikasi efektif bagi anggota PKK yang berperan aktif dalam berbagai program pemberdayaan masyarakat, namun masih menghadapi kendala berupa rendahnya rasa percaya diri, keterbatasan teknik komunikasi verbal dan nonverbal, serta kurangnya pengalaman dalam memandu acara. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan pelatihan partisipatif melalui ceramah interaktif, diskusi, simulasi, role play, dan sesi umpan balik langsung. Evaluasi keberhasilan kegiatan dilakukan melalui observasi terhadap lima indikator, yaitu kepercayaan diri, komunikasi verbal, komunikasi nonverbal, penguasaan materi/acara, dan interaksi dengan audiens. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada seluruh indikator, dengan peningkatan tertinggi pada aspek penguasaan materi/acara sebesar 40,0%, diikuti kepercayaan diri, komunikasi nonverbal, dan interaksi dengan audiens masing-masing sebesar 37,5%, serta komunikasi verbal sebesar 35,0%. Temuan ini menunjukkan bahwa pelatihan berbasis praktik efektif dalam meningkatkan kompetensi komunikasi publik peserta. Dengan demikian, program ini berhasil memperkuat kemampuan ibu-ibu PKK sebagai penggerak sosial yang lebih percaya diri, komunikatif, dan profesional dalam mendukung pembangunan masyarakat desa.
Internalisasi Islam Nusantara pada Gending Jawa Campursari dalam Haul Sunan Ngeseng Gesing Semanding Tuban Majid, Muhamad Fatkul; Indrawan, Bagus; Umam, Ahmad Khotibul; Hakim, Nurul
An-Nahdloh: Journal of Education and Islamic Studies Vol. 1 No. 3 (2026): May 2026
Publisher : An-Nahdloh: Journal of Education and Islamic Studies

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to examine in depth how the values of Islam Nusantara are internalized through Javanese campursari music in the Haul tradition of Sunan Ngeseng in Gesing, Semanding, Tuban. This study is considered relevant because the haul tradition is understood not merely as a religious ritual practice but also as a cultural space that integrates religious and cultural dimensions into community life. In this context, Javanese campursari music serves not only as entertainment but also as a medium for conveying Islamic messages that reflect the process of acculturation between Islamic teachings and local wisdom. This research employs a qualitative approach with a descriptive design to obtain a comprehensive understanding of the phenomenon under study. Data were collected through direct observation of the haul implementation, interviews with community leaders and campursari performers, and supported by documentation and a relevant literature review. Furthermore, the data were analyzed using the Miles and Huberman model, which consists of data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings reveal that Javanese campursari music in the Haul tradition of Sunan Ngeseng plays a significant role as a medium for internalizing the values of Islam Nusantara. Values such as monotheism (tawhid), moral formation, and respect for religious scholars are conveyed through lyrics, musical elements, and cultural symbols that are closely tied to the community's daily life. The integration of performing arts and religious rituals reflects the characteristics of Islam Nusantara, which are inclusive, adaptive, and harmonious with local culture. Therefore, this study highlights the importance of preserving cultural traditions as a medium of cultural da'wah and encourages further academic exploration on the relationship between art, culture, and religion in society.   Keywords: Islam Nusantara, Campursari, Haul Of Sunan Ngeseng, Local Culture, Cultural Da'wah
The Effectiveness of the Angklung Bina Nusantara Application in Improving the Musicality of Students of the Madrasah Ibtidaiyah Teacher Education Study Program Indrawan, Bagus; Isnaini, Nur
Global Education Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Global Education Journal (GEJ)
Publisher : Civiliza Publishing, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59525/gej.1581

Abstract

Students of the Madrasah Ibtidaiyah Teacher Education Study Program often have diverse musical backgrounds, and many of them have limited experience in playing musical instruments. The limited availability of traditional musical instruments, such as the angklung, increases the barriers to students' independent practice. This study aims to analyze the effectiveness of the Bina Nusantara Angklung implementation in improving the musical abilities of students in the Elementary Madrasah Teacher Education Study Program. The research approach used is quantitative research with a pre-experimental design, conducting a pretest-posttest. The participants were of students of the Madrasah Ibtidaiyah Teacher Education Study Program who took the Cultural Arts course in the odd semester of the 2025/2026 academic year. Data were collected through performance observation sheets based on three musicality indicators: pitch accuracy, rhythmic accuracy, and group harmonization. The data were analyzed using descriptive statistics and a paired sample t-test. The findings show that the use of the Angklung Bina Nusantara application improved students’ musicality skills. Before the course, 63% of students had low musical ability. After the course using the app, 83% of students had good or excellent musical ability. Furthermore, the app encouraged independent practice, increased self-confidence, and supported collaborative learning. These findings suggest that the Angklung Bina Nusantara app can be used as an effective digital learning tool to improve students' musical abilities while supporting the preservation of traditional music in higher education.