Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

BENTUK KOMPOSISI DAN PESAN MORAL DALAM PERTUNJUKAN MUSIK KIAIKANJENG Indrawan, Bagus; F., Totok Sumaryanto; Sunarto, Sunarto
Catharsis Vol 5 No 2 (2016)
Publisher : Catharsis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

______________________________________________________________ Tujuan penelitian ini adalah memperoleh gambaran secara langsung tentang bentuk komposisi dalam pertunjukan musik KiaiKanjeng yang berfokus pada unsur-unsur di dalamnya dan pesan moral dalam pertunjukan musik KiaiKanjeng yang berkonsentrasi pada pesan moral menyangkut persoalan hidup manusia. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, yaitu seluruh data yang telah didapatkan dideskripsikan dalam bentuk kata-kata. Di samping itu penelitian ini juga menggunakan pendekatan interdisiplin. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, dan studi dokumen. Lagu “Jalan Sunyi” yang dibawakan dalam pertunjukan musik Kiaikanjeng menggunakan birama 4/4. Untuk struktur bentuk musiknya mempunyai melodi tanya dan melodi jawab. Selanjutnya, syair lagu “Jalan Sunyi” terdiri atas syair melodi lagu dan puisi. Untuk temponya menggunakan tempo adagio dengan dinamika piano dan dibawakan dengan penuh perasaan. Mengenai alat-alat musik yang digunakan, mencakup alat-alat musik modern dan tradisional. Terakhir, berkaitan dengan aransemen, kelompok musik KiaiKanjeng selalu merubah lagu-lagu yang dibawakan, kecuali lagu-lagu yang diciptakan oleh KiaiKanjeng sendiri. Adapun pesan moral dalam pertunjukan musik KiaiKanjeng terdiri atas pesan moral dalam hubungan manusia dengan Tuhan, manusia dengan manusia, manusia dengan alam, dan manusia dengan dirinya sendiri.
BENTUK KOMPOSISI DAN PESAN MORAL DALAM PERTUNJUKAN MUSIK KIAIKANJENG Indrawan, Bagus; F., Totok Sumaryanto; Sunarto, Sunarto
Catharsis Vol 5 No 2 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

______________________________________________________________ Tujuan penelitian ini adalah memperoleh gambaran secara langsung tentang bentuk komposisi dalam pertunjukan musik KiaiKanjeng yang berfokus pada unsur-unsur di dalamnya dan pesan moral dalam pertunjukan musik KiaiKanjeng yang berkonsentrasi pada pesan moral menyangkut persoalan hidup manusia. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, yaitu seluruh data yang telah didapatkan dideskripsikan dalam bentuk kata-kata. Di samping itu penelitian ini juga menggunakan pendekatan interdisiplin. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, dan studi dokumen. Lagu “Jalan Sunyi” yang dibawakan dalam pertunjukan musik Kiaikanjeng menggunakan birama 4/4. Untuk struktur bentuk musiknya mempunyai melodi tanya dan melodi jawab. Selanjutnya, syair lagu “Jalan Sunyi” terdiri atas syair melodi lagu dan puisi. Untuk temponya menggunakan tempo adagio dengan dinamika piano dan dibawakan dengan penuh perasaan. Mengenai alat-alat musik yang digunakan, mencakup alat-alat musik modern dan tradisional. Terakhir, berkaitan dengan aransemen, kelompok musik KiaiKanjeng selalu merubah lagu-lagu yang dibawakan, kecuali lagu-lagu yang diciptakan oleh KiaiKanjeng sendiri. Adapun pesan moral dalam pertunjukan musik KiaiKanjeng terdiri atas pesan moral dalam hubungan manusia dengan Tuhan, manusia dengan manusia, manusia dengan alam, dan manusia dengan dirinya sendiri.
Bentuk dan Fungsi Pertunjukan Musik Pengiring Seni Sintren Lais di Desa Balapulang Kulon Kabupaten Tegal Indrawan, Bagus
Tambuleng Vol 4 No 2 (2023): Tambuleng: Jurnal Pendidikan Seni Drama, Tari, dan Musik
Publisher : FKIP, Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37304/jt.v4i2.11708

Abstract

Kesenian sintren lais merupakan salah satu kesenian rakyat yang berkembang di desa Balapulang Kulon sampai saat ini. Sebagai proses ritual yang dipercaya mempunyai kekuatan magi simpatetis, maka seni pertunjukan ditampilkan pada sejumlah perhelatan. Akibatnya persepsi dan respon masyarakat pendukung seni pertunjukan pun mengalami perubahan. Seni pertunjukan tidak lagi semata-mata bagian dari ritual yang memuat magi simpatetis semata, tetapi juga sebagai sarana hiburan dan legitimasi status sosial. Tujuan yang hendak dicapai dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mendeskripsikan bentuk pertunjukan dan fungsi kesenian sintren lais di desa Balapulang Kulon kabupaten Tegal. Pertunjukan sintren lais terdiri dari bentuk komposisi dan bentuk penyajian. Bentuk komposisi kesenian sintren lais terdiri dari syair, alat musik, tempo dan dinamika. Sedangkan bentuk penyajian terdiri dari tata panggung dan waktu pertunjukan, urutan sajian, tata busana, tata rias, tata suara dan tata lampu. Kesenian sintren lais akan selalu berkembang seiring dengan perkembangan pola berpikir masyarakat desa Balapulang Kulon kabupaten  Tegal, sehingga faktor lingkungan berpengaruh sekali di dalam pembentukan dan fungsi seni di masyarakat.  Peran fungsi yang masih melekat dan bisa dirasakan sampai saat ini diantaranya fungsi hiburan, komunikasi dan ekonomi sebagai media ekspresi di masyarakat. Peran pemerintah daerah kabupaten Tegal untuk mempromosikan sekaligus menjadikan kesenian sintren lais sebagai seni pertunjukan pariwisata desa.
Peranan Lagu Syiir Abu Nawas Pada Jam Kepulangan Sekolah Di Sma Islam Al Azhar 14 Semarang Indrawan, Bagus
Tambuleng Vol 5 No 2 (2024): Tambuleng: Jurnal Pendidikan Seni Drama, Tari, dan Musik
Publisher : FKIP, Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37304/jt.v5i2.17376

Abstract

Jam kepulangan dapat digunakan tidak hanya sebagai waktu transisi, tetapi juga sebagai kesempatan untuk memperkuat pembentukan karakter peserta didik. Pengelolaan suasana pada saat jam kepulangan sekolah dapat melalui pemutaran lagu dengan nuansa yang tenang. SMA Islam Al Azhar 14 Semarang memutarkan Lagu Syiir Abu Nawas pada saat jam kepulangan sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peranan Lagu Syiir Abu Nawas pada jam kepulangan sekolah di SMA Islam Al Azhar 14 Semarang. Adapun pertanyaan penelitian ini yaitu bagaimanakah peranan Lagu Syiir Abu Nawas pada jam kepulangan sekolah di SMA Islam Al Azhar 14 Semarang? Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket dengan pertanyaan terbuka, wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan melalui tiga jalur kegiatan: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Lagu Syiir Abu Nawas yang diputar pada jam kepulangan sekolah di SMA Islam Al Azhar 14 Semarang memiki peranan dari segi psikologis, moral, dan sosial. Dari segi psikologis, Lagu Syiir Abu Nawas memberikan ketenangan dan kedamaian. Dari segi moral Lagu Syiir Abu Nawas memberikan pengajaran tentang kerendahan hati dan keimanan. Dari segi sosial, Lagu Syiir Abu Nawas dapat membantu peserta didik dalam pengendalian diri dan interaksi yang lebih positif.
Analisis Yuridis Penentuan Sisa Utang Eksekusi Hak Tanggungan (Putusan 78/Pdt.G/2024/PN Tjk jo. 120/PDT/2024/PT TJK) Indrawan, Bagus; Sonata, Depri Liber; Febrianto, Dita; S, Sepriyadi Adhan; Oktaviana, Selvia
AHKAM Vol 5 No 1 (2026): AHKAM: Jurnal Hukum Islam dan Humaniora
Publisher : Lembaga Yasin AlSys

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58578/ahkam.v5i1.9231

Abstract

Although the efficiency of credit settlement through the parate execution mechanism of Hak Tanggungan has been widely discussed, studies that specifically examine disparities in judicial decisions arising from the lack of transparency regarding the breakdown of outstanding debt prior to auction remain limited. This study aims to analyze, from a juridical perspective, the judicial reasoning used to determine the remaining debt in the execution of Hak Tanggungan in Decision Number 78/Pdt.G/2024/PN Tjk jo. Number 120/PDT/2024/PT TJK. The research adopts a normative juridical approach with a statute and case approach design, using primary and secondary legal materials selected through purposive sampling. Data were collected through library research and document study, then analyzed qualitatively-normatively using deductive reasoning. The findings show that, formally, the High Court progressively annulled the District Court’s inadmissible (N.O) decision in order to separate the unlawful act (Perbuatan Melawan Hukum, PMH) dispute from the legal regime governing auction buyer protection. However, substantively, the appellate judges became trapped in procedural formalism by validating the auction solely on the basis of evidence of the dispatch of a demand letter, without scrutinizing the absence of a detailed breakdown of the debtor’s remaining debt. These results contribute to the development of substantive justice theory by clarifying the limits of a creditor’s objective good faith and affirming that transparency regarding the details of outstanding debt is an indispensable precondition for the validity of security enforcement. The study concludes that clearer jurisprudential guidelines from the Supreme Court are needed to standardize judicial assessment of Hak Tanggungan execution and recommends strengthening transparency and prudential principles in banking practice. The implications include theoretical contributions to the literature on security law and banking prudence, practical implications for the judiciary, and opportunities for further empirical research on the sociological impact of unilateral execution.