Vidya Widowati
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS KETERLAMBATAN PEMBUATAN SURAT KETERANGAN MEDIS DI RUMAH SAKIT BETHESDA YOGYAKARTA TAHUN 2022 Vidya Widowati
JURNAL ILMU KESEHATAN BHAKTI SETYA MEDIKA Vol. 8 No. 1 (2023): Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Setya Medika
Publisher : Politeknik Kesehatan Bhakti Setya Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56727/bsm.v8i1.117

Abstract

Rumah sakit sebagai sarana pelayanan kesehatan kepada pasien juga melaksanakan pelayanan yang lain seperti pembuatan surat keterangan medis (SKM), baik yang digunakan untuk keperluan pengobatan lanjutan, untuk pengajuan klaim ke asuransi maupun untuk kepentingan pengadilan. Proses pembuatannya mengacu kepada peraturan yang berlaku, baik dalam hal alur maupun Standar Prosedur Operasional yang dimiliki suatu instansi. Keterlambatan dalam proses pembuatan surat keterangan medis akan menimbulkan dampak ketidakpuasan pasien. Menggambarkan alur pembuatan surat keterangan medis, mengidentifikasi persentase keterlambatan pembuatan surat keterangan medis, mengetahui faktor-faktor keterlambatan pembuatan surat keterangan medis dan upaya petugas untuk mengatasi keterlambatan dalam pembuatan surat keterangan medis di Rumah Sakit Bethesda. Jenis Penelitian deskriptif kualitatif dengan rancangan studi kasus. Subjek penelitian adalah petugas Bidang Rekam Medis dan Informasi Kesehatan bagian Pelayanan Surat Keterangan Medis, Koordinator Staf Pelaksana Pelayanan Surat Keterangan Medis dan Pelaporan, Kepala Bidang Pelayanan Medik serta Kepala Bidang Rekam Medis dan Informasi Kesehatan. Sampel objek dalam penelitian adalah data rekam medis rawat jalan dan rawat inap yang tercatat dalam buku register permintaan SKM bulan Januari-Juni 2022. Teknik pengambilan sampel dengan teknik sampling jenuh. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 1504 permintaan pembuatan SKM dengan perincian VR 19 permintaan (tepat waktu = 5,26%, tidak tepat waktu = 94,74%), JR 13 permintaan (tepat waktu = 53,85%, tidak tepat waktu = 46,15%), asuransi 391 permintaan (tepat waktu = 66,24%, tidak tepat waktu = 33,76%), surat keterangan dokter 389 permintaan (tepat waktu = 73,78%, tidak tepat waktu = 26,22%), SKL 97 permintaan (tepat waktu = 74,23%, tidak tepat waktu = 25,77%),pengisian formulir Piutang 82 permintaan (tepat waktu = 84,15%, tidak tepat waktu = 15,85%) dan surat jawaban rujukan 513 permintaan (tepat waktu = 83,24%, tidak tepat waktu = 16,76%). Dari data tersebut, diperoleh informasi SKM yang tidak tepat waktu penyelesaiannya, yang tertinggi adalah permintaan VR sebesar 94,74% dan yang terendah adalah pengisian formulir Piutang sebesar 15,85%. Faktor yang mempengaruhi keterlambatan pembuatan surat keterangan medis adalah faktor man dan method. Dampak dari keterlambatan pembuatan adalah kompain dan ketidakpuasan pasien.
Analisis Ketidaktepatan Kode Diagnosa  Kasus Perinatal Rawat Inap di Rumah Sakit Nur Hidayah Bantul Hery Setiyawan; Vidya Widowati; Carissa Maharani Istu Putri
Medika Promkes : Jurnal Kreativitas Kesehatan Vol. 1 No. 2 (2026): Medika Promkes : Jurnal Kreativitas Kesehatan
Publisher : PT. Promosi Kesehatan Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: The accuracy of diagnosis codes significantly impacts morbidity statistics, epidemiological studies, and clinical decision-making. However, a preliminary study at Nur Hidayah Hospital, Bantul, showed that the rate of diagnosis code inaccuracy remained high, reaching 60% (6 out of 10 medical records), even though the treatment code inaccuracy was 0%. This study aimed to analyze the coding process, the percentage of accuracy, and the factors causing inaccurate diagnosis and treatment codes in perinatal inpatients at the hospital. Methods: This descriptive, qualitative, cross-sectional study was conducted in February–March 2025. Subjects included coding staff and the head of medical records (triangulation), with 26 medical records of perinatal inpatients from 2023–2024 as subjects. The coding process was conducted post-assembly and was regulated by the official SOP of Nur Hidayah Hospital. Results and Discussion: Implementation of inpatient perinatal case coding at Nur Hidayah Hospital, Bantul, is suboptimal in the diagnosis sector (inaccuracy reached 53.8%), although the treatment sector is very good (100% accuracy). This high rate of inaccurate diagnosis codes is rooted in a combination of internal management factors (People, Method, Money), including a lack of uniformity in staff competency and accuracy, a lack of support from specific coding procedures, and the hospital's failure to allocate a budget for capacity building (training). Conclusion: Perinatal case coding at Nur Hidayah Hospital, Bantul, is suboptimal, with a diagnosis code inaccuracy rate reaching 53.8%, despite 100% accuracy in the treatment codes. This problem is caused by factors such as People (staff have not been trained, are not thorough, and have different understandings of lead terms), Method (the new SOP regulates the technical aspects of the electronic ICD, not the coding method), and Money (a training budget exists but has not been realized).   Keywords: Coding Inaccuracy, Perinatal; Hospital.