Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PENDIDIKAN KARAKTER SISWA MELALUI EKSTRAKURIKULER KEAGAMAAN DI SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN Muhammad Iqbal; Muhammad Hurmaini; Nispi Syahbani
Islamic Education Studies : an Indonesia Journal Vol. 5 No. 2 (2022): Islamic Education Studies: An Indonesian Journal
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (404.621 KB) | DOI: 10.30631/ies.v5i2.46

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap tentang penanaman pendidikan karakter melalui kegiatan ekstrakurikuler keagamaan, yaitu agama Islam. Penelitian ini dilaksanakan di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 2 Kota Jambi. Pendekatan Penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Untuk verifikasi keterpercayaan hasil penelitian digunakan teknik triangulasi guna memenuhi kriteria kredibilitas, keteralihan, ketergantungan dan obyektifitas. Adapun hasil penelitian mengungkap bahwa: 1) Bentuk pendidikan karakter melalui kegiatan ekstrakurikuler keagamaan Islam yaitu: mengintensifkan pendidikan karakter pada kegiatan ekstrakurikuler Agama Islam di Kelas, 2) Faktor pendukung dan penghambat pelaksanaan pendidikan karakter siswa melalui ekstrakurikuler keagamaan Islam: Pendukung, Dukungan dari Bapak dan Ibu Guru, Siswa yang antusias mengikuti kegiatan, Adanya guru yang membimbing kegiatan ekstrakurikuler. Faktor penghambat, Belum efektifnya keterlibatan orang tua dalam pelaksanaan pendidikan anak, Belum selektifnya siswa memilih teman; 3) Upaya meningkatkan pendidikan karakter siswa melalui ekstrakurikuler keagamaan Islam di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 2 Kota Jambi melalui: Adanya pengawasan guru terhadap perkembangan perilaku siswa, Perlu adanya koordinasi antara guru dan orang tua dalam pengawasan perilaku siswa. Hasil yang dicapai dari pendidikan karakter pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 2 Kota Jambi telah berhasil dimana siswa telah memiliki karakter baik seperti suka menolong, rajin dan jujur.
MOTIVASI IBU-IBU PENGAJIAN DALAM MENGIKUTI KEGIATAN MAJELIS TA’LIM AL-AWWABIEN KELURAHAN TANJUNG PASIR KOTA JAMBI Siti Mudrika; Dailami Julis; Nispi Syahbani
Islamic Education Studies : an Indonesia Journal Vol. 3 No. 1 (2020): Islamic Education Studies: An Indonesian Journal
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30631/ies.v3i1.59

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini berbentuk deskriptif kualitatif, peneliti berperan langsung sebagai perencana, pelaksana, pengumpulan data, menganalisis data dan sekaligus pelapor data. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik observasi, teknik wawancara dan teknik dokumentasi. Hasil penelitian pada skripsi ini adalah motivasi ibu-ibu dalam mengikuti kegiatan Majelis Ta’lim Al-Awwabien sangat bervariasi, diantaranya adalah ada yang karena ingin menambah pengetahuan dibidang keagamaan, menambah wawasan, mempererat silahturrahmi antar sesama jamaah, ada juga dari sebagai bekal untuk akhirat, mengisi waktu kosong, ada juga karena sesuatu yang dirasakan setelah mengikuti pengajian tersebut. Faktor ibu-ibu mengikuti Majelis Ta’lim Al-Awwabien karena kesadaran dan kemauan dari diri sendiri, dan juga jarak antara rumah dan tempat pengajian sangat dekat, sarana dan prasarana memadai, selain itu ada juga yang senang dengan penyampaian yang diberikan ustadz karena materi yang disusun secara terperinci, ada juga karena dorongan dari teman dekat, dorongan dari anak dan yang paling utama adalah mengikuti kegiatan Majelis Ta’lim semata-mata mengharapkan ridho Allah SWT. Kata Kunci: Motivasi, Ibu-ibu Pengajian, Majelis Ta’lim
Reconceptualizing Teacher Motivation: Integrating Herzberg’s Two-Factor Theory with Niat and Ikhlas in Islamic Education Rusmini Rusmini; Saidah Saidah; Nispi Syahbani
Syaikhuna: Jurnal Pendidikan dan Pranata Islam Vol 17 No 01 (2026): March
Publisher : STAI Syaichona Moh. Cholil Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62730/syaikhuna.v17i01.7826

Abstract

This study aims to analyze the role of niat (religious intention) and ikhlas (sincerity) as spiritual motivators in the work motivation of madrasah teachers through the integration of Herzberg’s Two-Factor Theory with Islamic values. The study is grounded in the issue of low teacher welfare in madrasahs, which challenges the assumptions of conventional motivation theories that primarily emphasize material factors. This research employed a qualitative approach using Interpretative Phenomenological Analysis (IPA) involving 15 purposively selected informants from MTs An-Nizham Jambi City. Data were collected through interviews, observations, and documentation. The findings reveal that hygiene factors, such as low salaries and limited facilities, did not become the primary source of demotivation because they were compensated by spiritual orientations through niat lillahi ta‘ala and ikhlas. Niat functioned as an intrinsic motivation that provided transcendental meaning to teaching, while ikhlas served as a psychological-spiritual buffer in dealing with material limitations. This study extends Herzberg’s Theory by demonstrating that spirituality can function as a compensatory factor within faith-based organizations. The findings are also relevant for the development of human resource management in value-based and religious organizations.
Guided Discovery Learning for Equitable Islamic Cultural History Learning in a Rural Indonesian Islamic Junior Secondary School: A Classroom Action Research Suci Prastiwi; Nispi Syahbani
Women, Education, and Social Welfare Vol. 3 No. 2 (2026): June 2026 | Women, Education, and Social Welfare
Publisher : WISE Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70211/wesw.v3i2.572

Abstract

Teacher-centred instruction can constrain students' participation and learning in Islamic Cultural History (Sejarah Kebudayaan Islam; SKI), particularly when the subject is taught as memorization. This classroom action research examined whether guided Discovery Learning could improve participation and achievement in a Grade 8 class at a rural Indonesian Islamic junior secondary school (Madrasah Tsanawiyah; MTs). Twenty-two students participated in two planning-action-observation-reflection cycles. The intervention followed six phases: stimulation, problem identification, data collection, data processing, verification, and generalization. Observation sheets, achievement tests, interviews, and documentation were analysed descriptively using mean scores, classical mastery, and process indicators. Student activity increased from 62.21% in Cycle I to 79.09% in Cycle II, while teacher implementation rose from 68.18% to 90.90%. Mean achievement improved from 58.45 at baseline to 62.42 in Cycle I and 80.90 in Cycle II. Classical mastery increased from 40.90% to 45.45% and then 86.36%, exceeding the 80% criterion. The findings indicate that Discovery Learning becomes productive when it is explicitly scaffolded, collaboratively organised, and refined through reflection. The study contributes evidence on equitable learning opportunities in a rural madrasah context.