Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analisis Program Sanitasi Pedesaan dalam Pemanfaatan Jamban di Desa Simpang Lancang Kabupaten bener Meriah Sri Wahyuni; Eliska Eliska
JUMANTIK (Jurnal Ilmiah Penelitian Kesehatan) Vol 8, No 2 (2023)
Publisher : Prodi Kesehatan Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat UIN Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/jumantik.v8i2.14775

Abstract

Community understanding of clean and healthy living behavior is still lacking, especially in the use of latrines. The research objective was to analyze rural sanitation programs in the use of latrines in Simpang Lancang Village, Bener Meriah Regency. This type of research is descriptive qualitative with a case study design. There were 9 research informants. Data collection techniques with interviews, observation, and visual images. The research results obtained are the community's seriousness in planning the construction of quality, sustainable, and environmentally sound sanitation infrastructure and facilities as well as increasing public awareness of Clean and Healthy Behavior (PHBS). The conclusion of the research is that the rural sanitation program has succeeded in making use of latrines in the village through several important stages of activity starting from the preparation stage, the construction implementation stage, and the post-construction stage. The recommendation of this research is that it is hoped that there will be continuity of programs in the same or other similar forms that are community-based in order to improve public health status
Persepsi masyarakat terhadap pengobatan tradisional pada penyakit tulang Sri Wahyuni; Cut Fitriani Rahayu; Cut Dini Shaleha; Rahmat Riski; Najwa Salsabila; Sayyed Sabiq; Syakila Zaura
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 6 No 3 (2026): March Edition 2026
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v6i3.2516

Abstract

Background: Traditional medicine is still widely used by rural communities as an alternative approach to managing bone diseases and musculoskeletal complaints. The practice of bone sorting in Samuti Village by local practitioners remains trusted and used by the community due to cultural factors, accessibility, and perceived empirical experience. Purpose: To analyze community perceptions and levels of trust toward traditional treatment for bone diseases in Samuti Village. Method: The study used a descriptive qualitative approach, collecting data through in-depth interviews and participant observation with community members who had undergone bone-sharpening treatment. Data were analyzed thematically to describe perceptions, experiences, and factors influencing their choice of traditional medicine. Result: The majority of people have a positive perception of traditional medicine. Bone massage is considered effective for treating mild to moderate ailments such as sprains, aches, and joint pain. Ease of access, an "as you wish" payment system, and trust built through personal experience, community testimonials, and local wisdom are key reasons for choosing traditional medicine. Conclusion: Traditional medicine still plays a vital role in the public health system of Samuti Village. However, effective integration and referral mechanisms with formal health services are needed to ensure patient safety and optimize health care delivery.   Keywords: Bone Diseases; Bone Massage; Community Perception; Traditional Medicine; Trust.   Pendahuluan: Pengobatan tradisional masih banyak dimanfaatkan oleh masyarakat pedesaan sebagai alternatif penanganan penyakit tulang dan keluhan muskuloskeletal. Praktik pengurutan tulang di Desa Samuti oleh praktisi lokal tetap dipercaya dan digunakan oleh masyarakat karena faktor budaya, aksesibilitas, dan pengalaman empiris yang dirasakan. Tujuan: Untuk menganalisis persepsi dan tingkat kepercayaan masyarakat Desa Samuti terhadap pengobatan tradisional pada penyakit tulang. Metode: Penelitian dilakukan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam dan observasi partisipatif terhadap masyarakat yang pernah menjalani pengobatan pengurutan tulang. Data dianalisis secara tematik untuk menggambarkan persepsi, pengalaman, serta faktor yang memengaruhi pemilihan pengobatan tradisional. Hasil: Sebagian besar masyarakat memiliki persepsi positif terhadap pengobatan tradisional. Pengurutan tulang dinilai efektif untuk menangani keluhan ringan hingga sedang seperti keseleo, pegal-linu, dan nyeri sendi. Faktor kemudahan akses, sistem pembayaran “seikhlasnya”, serta kepercayaan yang dibangun melalui pengalaman pribadi, testimoni masyarakat, dan kearifan lokal menjadi alasan utama pemilihan pengobatan tradisional. Simpulan: Pengobatan tradisional masih berperan penting dalam sistem kesehatan masyarakat Desa Samuti. Namun, diperlukan mekanisme integrasi dan rujukan yang baik dengan layanan kesehatan formal untuk menjamin keselamatan pasien dan optimalisasi pelayanan kesehatan.   Kata Kunci: Kepercayaan; Pengobatan Tradisional; Pengurutan Tulang; Penyakit Tulang; Persepsi Masyarakat.
Hubungan Pengetahuan Masyarakat Dengan Sikap Kesiapsiagaan Bencana Banjir Di Dusun Barona Desa Payarabo Lhok Kecamatan Sawang Kabupaten Aceh Utara Sri Wahyuni; Firayani Firayani; Mutia Mutia; Syabila Rihami; Eliana Eliana; Noval Alhafidzi
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 3: April 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i3.15388

Abstract

Bencana banjir merupakan salah satu peristiwa alam yang dapat menimbulkan kerugian besar bagi masyarakat, terutama di wilayah yang memiliki kondisi lingkungan rawan genangan air. Upaya kesiapsiagaan menjadi langkah penting untuk meminimalkan dampak bencana melalui peningkatan pengetahuan dan perubahan sikap masyarakat. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan dengan sikap kesiapsiagaan masyarakat terhadap bencana banjir di Desa Payarabo Lhok, Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara. Metode penelitian ini memakai pendekatan deskriptif analitik dengan rancangan cross sectional. Populasi berjumlah 30 orang dan sampel dengan menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner mengenai tingkat pengetahuan dan sikap kesiapsiagaan masyarakat terhadap banjir. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang bermakna antara pengetahuan dengan sikap kesiapsiagaan masyarakat, di mana semakin tinggi pengetahuan seseorang, semakin baik pula sikapnya dalam menghadapi bencana, yang berpengetahuan baik 18 orang (60.0 %) dan yang memiliki sikap baik 16 0rang (53.3%). Berdasarkan hasil uji chi square diketahui bahwa p valaue 0.000 ( P 0.000 < α 0,05 ). Peningkatan pengetahuan masyarakat melalui pelatihan dan sosialisasi kebencanaan perlu dilakukan secara berkelanjutan untuk memperkuat kesiapsiagaan terhadap ancaman banjir.