Indonesia merupakan negara dengan produsen kelapa terbesar di dunia, Food & Agriculutre Organization of United Nation (FAO) menyebutkan bahwa pada Tahun 2022 Indonesia mengeksporĀ kelapa seberat 664,64 ribu ton. Saat ini industri pengolahan buah kelapa masih terfokus pada pengolahan hasil bagian buah dibanding dengan limbah yang dihasilkan. Dalam dunia teknik sipil, limbah sabut kelapa dapat dimanfaatkan sebagai bahan tambah untuk stabilisasi tanah dalam bentuk abu. Abu sabut kelapa memiliki susunan senyawa yang terdiri dari SiO2 42,98%, Al2O3 2,26%, dan Fe2O3 1,66%. Penelitian bertujuan untuk mengetahui nilai daya dukung tanah berdasarkan nilai California Bearing Ratio (CBR) dengan memanfaatkan campuran semen dan abu dari limbah sabut kelapa. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan pengujian Laboratorium di Laboratorium Teknik Sipil Institut Teknologi Garut. Pengujian terdiri dari pengujian sifat fisis tanah dan sifat mekanis tanah, pembuatan benda uji terdiri dari tanah asli dan tanah yang sudah diberi campuran bahan tambah. Nilai CBR didapat dari pengujian CBR tak terendam atau unsoaked. Persentase abu sabut kelapa yang digunakan yaitu 7%, 9%, dan 11%, serta semen PCC sebesar 5% secara konstan. Sampel tanah yang digunakan berasal dari Desa Karangsari, Kecamatan Leuwigoong. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sampel tanah berdasarkan sistem kalsifikasi AASHTO merupakan kelompok A-2-7, sedangkan menurut USCS adalah jenis tanah SW-SM yang merupakan pasir bergradasi baik dengan lanau. Nilai CBR pada tanah asli diperoleh sebesar 6,15% mengalami kenaikan pada penambahan campuran 5% semen (konstan) dan 7%, 9%, 11% abu sabut kelapa dengan nilai 7,26%, 9,68%, dan 13,22%. Dari hasil pengujian tersebut, penambahan campuran semen dan abu sabut kelapa dapat meningkatkan daya dukung tanah dengan kenaikan nilai CBR.