Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Analisis Struktur Bangunan Terhadap Beban Horizontal pada Bangunan Klinik Cilimus Medical Center Risa Kristalia Nurlaela; Dendi Yogaswara
Jurnal Konstruksi Vol 21 No 1 (2023): Jurnal Konstruksi
Publisher : Institut Teknologi Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33364/konstruksi/v.21-1.1176

Abstract

Keandalan bangunan yaitu suatu kondisi dari bangunan gedung yang terpenuhinya syarat-syarat administrasi dan teknis berupa keselamatan, kenyamanan, kesehatan, dan kemudahan penggunaan bangunan. Bangunan dengan struktur yang kokoh, kuat dan stabil diperlukan agar syarat andal dalam bangunan terpenuhi terutama dalam memikul beban atau kombinasi beban luar yang berupa beban angin dan beban gempa. Penelitian bertempat di Klinik Cilimus Medical Center yang terletak di Jl. Raya Garut – Cikajang No. 212 Jawa Barat Bayongbong Sukarame. Bangunan Klinik Cilimus ini memiliki luas bangunan 363,26 m². Satu unit bangunan ini cukup untuk menampung berbagai kegiatan pelayanan kesehatan berupa klinik dan apotek. Pemodelan dan analisis struktur memakai program ETABS 3D. Data-data yang dibutuhkan berupa gambar As-built-drawing dan data material dengan dimensi yang digunakan berdasarkan hasil dari pengukuran maupun pengujian dilapangan. Berdasarkan SNI 1726:2019, level gempa menggunakan gempa 100 tahun dimana 2% dimungkinkan gempa rencana dapat terlampaui dalam kurun waktu 50 tahun umur bangunan. Dari respon spektrum gempa diperoleh nilai = 0,74g dan = 0,70g. Dari hasil analisis kekuatan struktur bahwa bangunan Klinik Cilimus dapat dikategorikan aman dan mampu menahan beban-beban yang dipikulnya.
Analisis Dilatasi pada Beton Bertulang Studi Kasus Rumah Sakit Limbangan Yuga Pinanggih; Dendi Yogaswara
Jurnal Konstruksi Vol 21 No 1 (2023): Jurnal Konstruksi
Publisher : Institut Teknologi Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33364/konstruksi/v.21-1.1240

Abstract

Negara Indonesia merupakan negara yang berada pada daerah jalur gempa teraktif di dunia karena berada pada jalur cincin api pasifik. Secara tektonik aktif negara Indonesia sangat memiliki peluang besar terjadi gempa berpotensi besar pada saat sekarang dan pada masa depan. Pergerakan lempeng tektonik mengakibatkan bergeraknya permukaan bumi sehingga secara otomatis bangunan yang berdiri di atas permukaan bumi akan mengalami kerusakan fisik bahkan dapat mengakibatkan hal yang sangat fatal seperti membahayakan jiwa manusia. Sebagagian besar kerugian materi yang di sebabkan oleh gempa adlah kerusakan bangunan terutama bangunan yang tidak simetris yang bangunan nya lebih dari 2 tingkat yang sangat berpotensi besr terjadi perpindahan horizontal pada struktur bangunan. Maka untuk meminimalisir atau mencegah terjadinya perpindahan horizontal pada struktur bangunan harus di beri pemisah struktur yang sering di sebut dilatasi supaya dapat mengurangi ketidakberaturan bangunan. Pada penelitian ini di lakukan di bangunan berlayot T dimana bangunan tersebut berada pada daerah rawan gempa yaitu pulau jawa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perilaku struktur yang di beri dilatasi sehingga dapat di ketahui besarnya perpindahan horizontal bangunan yang mengakibatkan benturan antar bangunan, jarak dilatasiyang efektif digunakan di daerah rawan gempa dan perhitungan penulangan elemen balok, kolom di sekitar dilatasi. Analiasa dilakukan dengan memisahkan bagunan yang menjadi 3 bangunan yaitu bangunan 1a, 1b, dan 1c. dengan dipisah menggunakan balok kantilever. Bangunan masing masing terdiri dari 3 lantai dan tinggi antar lantai 4 meter. Untuk mempermudah penelitian ini digunakan software analisis struktur yaitu Etabs. Data gempa yang digunakan mengacu pada time history kota garut. Detail perhitungan tulangan mengacu pada peraturan SNI 2847-2013 dan SNI 2847-2019. Hasil perpindahan yang dari nilai analisis struktur kurang dari 10cm sehingga dilatasi yang di rencanakan aman di gunakan.
Analisis Perbandingan Kuat Tekan dan Kuat Tarik Beton SCC dengan Campuran Pasir Cilopang dan Pasir Cimalaka Aditia Saparingga; Dendi Yogaswara
Jurnal Konstruksi Vol 21 No 1 (2023): Jurnal Konstruksi
Publisher : Institut Teknologi Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33364/konstruksi/v.21-1.1272

Abstract

Concrete has different compressive strength and tensile strength depending on the mixture of fine aggregate and coarse aggregate used. The use of SCC concrete mixed with Cilopang sand and SCC concrete mixed with Cimalaka sand has different compressive and tensile strengths. The purpose of this study was to determine the ratio of the compressive strength and tensile strength of SCC concrete with a mixture of Cilopang sand and Cimalaka sand. The method used in this study was an experiment or experiment in the laboratory, namely by conducting an experiment on a number of test objects to compare SCC concrete with a mixture of Cilopang sand with the addition of Superplasticizer and SCC concrete with Cimalaka sand with the addition of Superplasticizer. The total samples were 12 cylindrical concrete samples with dimensions of 150 mm x 300 mm with a percentage of liquid superplasticizer mixture of 1.8% of the total volume of fine aggregate (sand) with a concrete age of 7, 14 and 28 days. SCC concrete with a mixture of Cilopang sand in 6 samples and SCC concrete with a mixture of Cimalaka sand in 6 samples. It can be concluded from SCC concrete aged 28 days with a mixture of Cilopang sand for a compressive strength of 26.07 MPa and a tensile strength of 3.027 MPa. And SCC concrete with a mixture of Cimalaka sand for a compressive strength of 23.21 MPa and a tensile strength of 2.708 MPa. Based on the results of the two compression tests and tensile tests that have been carried out, it shows that SCC concrete mixed with Cilopang sand is superior to SCC concrete mixed with Cimalaka sand.
Pengaruh Bahan Tambah Serat Ijuk Terhadap Sifat Mekanik Beton SCC (Self Compacting Concrete) Rizal Rizaldi; Dendi Yogaswara
Jurnal Kendali Teknik dan Sains Vol. 1 No. 4 (2023): Oktober : Jurnal Kendali Teknik dan Sains
Publisher : Universitas Katolik Widya Karya Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59581/jkts-widyakarya.v1i4.1190

Abstract

In the current development of concrete innovation technology, there are also expensive materials that are cheap as concrete additives for the efficiency of the cost of making concrete. cheap and can be used as concrete innovation. The purpose of adding palm fiber fiber is to improve the quality of concrete, both compressive strength and split tensile strength. The method used in this study was experimentation by adding palm fiber to the SCC concrete mixture with variations of 2%, 4% and 6%. As for the addition of chemical substances, the superplasticizer admixture aims to make it easier for SCC concrete to achieve a slump flow value that meets the requirements. After testing, the highest compressive strength test specimen is BC 1 2% palm fiber worth 19.38 MPa and for the lowest compressive strength test is BC 2 6% palm fiber worth 5.46 MPa. And for the split tensile strength test the highest is BC 4 2% palm fiber worth 9.47 MPa and for the lowest split tensile strength test is BC 3 6% palm fiber worth 5.82 MPa.