Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Discourse Network Analysis pada Stakeholder dan Integrated Value Creation dalam CSR Bank Mandiri Monica Pratiwi; Bertha Sri Eko Murtiningsih; Rismi Juliadi
Jurnal Komunikasi Profesional Vol. 7 No. 2 (2023)
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas dr. Soetomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25139/jkp.v7i2.5998

Abstract

Program CSR tidak hanya aktivitas yang dilakukan perusahaan dalam memenuhi tanggung jawab sosial perusahaan untuk mendapatkan legitimasi dari masyarakat melainkan mampu mengintegrasikan keseluruhan nilai bersama setiap stakeholder dan bisnis secara berkelanjutan. Integrated Value Creation (IVC) adalah kombinasi antara CSR dan CSV. IVC adalah rangkaian proses untuk membantu perusahaan dalam mengintegrasikan semua nilai dan pemenuhan ekspektasi setiap stakeholder. Proses IVC terdiri dari 7 tahapan yaitu analisis konteks, stakeholder assessment, tinjauan kepemimpinan, peninjauan resiko, analisis kesempatan perusahaan, proses ­redesign, dan integrasi sistem. Dengan teori stakeholder mampu memetakan stakeholder sehingga Bank Mandiri mampu menyampaikan pesan komunikasi secara tepat sesuai kebutuhan setiap stakeholder. Melalui metode analisis jejaring wacana atau Disclosure Network Analysis (DNA), mengelola wacana yang didapatkan melalui 18 media massa online dan hasil wawancara untuk melihat bagaimana hubungan antar aktor, hubungan antar aktor yang terlibat dan konsep serta hubungan antar konsep yang berkenaan dengan strategi komunikasi CSR Program Kewirausahaan Petani Pamarican. Aktivitas CSR memberikan dampak melalui beragam aspek dalam perusahaan dan bisnis secara menyeluruh. Salah satu dampak yang akan diulas berkenaan dengan reputasi perusahaan. Reputasi perusahaan yang positif dapat dilihat melalui beragam dukungan dan keterlibatan dari para stakeholder seperti pemerintah, perusahaan BUMN, lembaga nonprofit, potensial petani, supplier, hingga pemerintah daerah Kebumen yang siap mendukung PT Mitra Desa Kebumen dioperasikan dengan mengimplementasikan sistem yang sama seperti Desa Pamarican. Tidak dipungkiri, keberhasilan Bank Mandiri dalam mengadakan Program Kewirausahaan Petani Pamarican mampu memberikan manfaat yang dirasakan petani dan semua stakeholder yang terlibat. Hal ini menjadi salah satu kunci penting yang mendukung dalam peningkatan reputasi perusahaan.
Development of a Web-Based and Mobile Application System for Posyandu Services in Curug Sangereng Village Monica Pratiwi; Irmawati; Nabila Husna Shabrina; Dinar Ajeng Kristiyanti; Monika Evelin Johan
Warta LPM WARTA LPM, Vol. 29, No. 1, Maret 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/warta.v29i1.8775

Abstract

Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) is a form of Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat (UKBM) managed by and for the community to facilitate access to basic health services. Desa Curug Sangereng, located in Kecamatan Kelapa Dua, Tangerang, Banten, has nine posyandu that serve and monitor the health of 14,311 residents. This activity is supported by posyandu members who act as health promoters and educators to encourage a clean and healthy lifestyle while recording residents' health data. In addition to on-site recording at the posyandu, members also conduct home visits for residents who are absent during service hours or undergoing outpatient care. Up to the present, the process of recording community health data has still been carried out manually using notebooks and simple forms. This practice often poses challenges, such as difficulties in data recapitulation and analysis, as well as limited access when data are required for reporting to Puskesmas. To address these challenges, an e-Posyandu application was developed as a web-based and mobile platform integrated with the village’s main website (curugsangereng.id). The application was developed using the waterfall method and equipped with features such as data input, health record history, and data export in multiple file formats. Following the development and deployment stages, socialization and training sessions were conducted to introduce the application to Posyandu members. User Acceptance Testing (UAT) was carried out with 35 members of Curug Sangereng Village through a questionnaire. The results showed that 94.3% of members on the website version and 88.6% on the mobile version could easily use the application. These findings indicate that the majority of posyandu members are able to utilize e-Posyandu effectively in supporting the process of health data recording and monitoring, although a small proportion still requires further assistance, particularly in using the mobile version.