Nina Siti Salmaniah Siregar
Program Studi Ilmu Komunikasi, Universitas Medan Area

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisa Simbolik Ritual Penusur Sira di Desa Dokan, Kecamatan Merek, Kabupaten Karo O. Sulastri .W.S; Nina Siti Salmaniah Siregar; Armansyah Matondang
Jurnal Antropologi Sumatera Vol 20, No 1 (2022): Jurnal Antropologi Sumatera, Desember 2022
Publisher : Program Studi Antropologi Sosial Pascasarjana Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jas.v20i1.43927

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui makna simbolik Ritual Penusur Sira yang ada di desa Dokan. Untuk mengannalisis tujuan tersebut, maka dipaka teori komunikasi dan teori semiotik. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Metode analisis yang digunakan adalah deskriptif kualitatif.Hasil penelitian menemukan, bahwa Pertama, adanya hubungan antar dimensi antara Beru Dayang dengan masyarakat desa Dokan. Kedua, setiap kata, benda, tanaman serta tahapan pelaksanaan Ritual Penusur Sira memiliki makna simbolik yang berisikan harapan dan doa kepada Dibata (Tuhannya). Makna-makna simbolik menyimpan kearifan lokal yang menjadi pedoman hidup dan menjaga hubungan antar manusia, manusia dengan Tuhannya, dan manusia dengan alam. Ketiga, setiap sangkep nggeluh memiliki peran yang sangat penting dalam pelaksanan ritual atau upacara adat. Masyarakat etnik Karo sangat menjaga hubungan darah dan meringankan beban pekerjaan maka fungsi Sangkep Nggeluh masih tetap dipertahankan. Penelitian ini menunjukkan bahwa interaksi antar budaya lokal dan budaya global di kalangan masyarakat etnik Karo telah meminggirkan nilai-nilai budaya lokal dan memunculkan persepi baru. Akibatnya Ritual Penusur Sira di kalangan masyarakat etnik Karo di desa Dokan mengalami degradasi makna dan bahkan dianggap sebagai sesuatu yang tidak penting.
PENINGKATAN PENDAPATAN PETANI KOPI DARI PEMANFAATAN LIMBAH KULIT KOPI SEBAGAI BAHAN KOMPOS DAN SEBAGAI AGREGAT CAMPURAN BETON RINGAN Mahliza Nasution; Nina Siti Salmaniah Siregar; Muhammad Irwansyah
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 3 (2024): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i3.22364

Abstract

Abstrak: Desa Cimbang mempunyai potensi yang besar pada areal pertanian Kopi. Limbah kulit kopi sering sekali terbuang secara percuma, pahadal limbah tersebut dapat dimanfaatkan. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan petani kopi tentang potensi dan pemanfaatan limbah kulit kopi sebagai bahan kompos yang bisa digunakan kembali oleh petani kopi serta melakukan eksperimental menggunakan limbah kulit kopi sebagai bahan tambahan pada campuran beton. Metode yang dilakukan yaitu melakukan sosialisasi, diskusi, dan kegiatan pemetikan buah kopi bersama tim Abdimas yang dihadiri oleh 33 peserta yang terdiri dari Masyarakat Desa Cimbang, Para Petani Kopi Desa Cimbang dan mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Agrobisnis Perkebunan (STIPAP) Medan. Sistem evaluasi yang dilakukan dengan menggunakan kuisioner/angket dan diskusi dengan ersentase keberhasilan 97%. PKM ini telah berjalan efektif atau lancar.Abstract: Cimbang Village has great potential in the coffee farming area. Coffee skin waste is often wasted, even though this waste can be used. This service aims to provide knowledge about how to make compost from coffee skins which can be used as fertilizer for coffee farmers and also for other agricultural crops, as well as providing information contained in coffee skins which has the potential for coffee skin waste as compost fertilizer. Coffee husk waste can also be used in construction, namely as an additional ingredient in the concrete mixture which is thought to produce dense and hard concrete by burning the coffee husk waste and then grinding it. The first step taken in this service is to conduct outreach and discussions with all participants. This PKM has been running effectively or smoothly.