Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Regulasi Diri Sebagai Refleksi Diri dalam Mengevaluasi Tindakan Pada Warga Binaan Rutan Kelas 1 Makassar Perdana Kusuma; Surya Algazali Akbar; Cindy Caroline; Misly Megautari Putri
INOVASI: Jurnal Hasil Pengabdian Masyarakat Vol 3, No 1 (2023): INOVASI: Jurnal Hasil Pengabdian Masyarakat
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/inovasi.v3i1.47183

Abstract

Abstrak. Rumah Tahanan Negara Kelas 1 Makassar yang terdiri dari kurang lebih 1500 jiwa di dominasi oleh terpidana kasus narkoba. Berdasarkan analisis yang dilakukan kepada beberapa warga binaan yang terpidana kasus penyalahgunaan narkoba didapatkan bahwa salah satu alasan mereka menggunakan narkoba adalah karena kurangnya kontrol diri. Upaya intervensi yang dilakukan adalah kegiatan psikoedukasi terkait regulasi diri. Psikoedukasi ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada warga binaan terpidana kasus penyalahgunaan narkoba terkait regulasi diri agar dapat mengevaluasi dan mengontrol perilaku dalam menjalani kehidupan, terlebih setelah menjalani masa tahanan. Metode yang digunakan dalam psikoedukasi ini adalah metode ceramah. Berdasarkan hasil psikoedukasi, warga binaan dapat menambah wawasan dan paham terkait regulasi diri. Warga binaan antusias untuk mendengarkan dan bertanya terkait materi yang di berikan. Kata Kunci: Regulasi diri, Evaluasi, Narkoba, Refleksi, Psikoedukasi
METODE SELF AFFIRMATION UNTUK MENGELOLA KECEMASAN PADA WARGA BINAAN PENYALAHGUNAAN NARKOTIKA DI RUTAN KELAS I MAKASSAR Misly Megautari Putri; Cindy Caroline; Surya Algazali Akbar; Perdana Kusuma
Jurnal Kebajikan: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1, No 4 (2023): Agustus
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jk.v1i4.46216

Abstract

yang baik dan buruk. Manusia hidup dan berdampingan dengan aturan yang ada. Aturan yang di buat tersebut perlu di patuhi untuk mengontrol perilaku manusia, tidak semena-mena dan mengurangi terjadinya tidak kejahatan. Namun, tidak sedikit individu yang melanggar aturan yang ada, berbagai macam kejahatan sering terjadi di lingkungan sekitar seperti pencurian, korupsi, penggelapan, pembunuhan, penggunaan obat terlarang dan tindak kejahatan lainnya. Individu yang melakukan tindak kejahatan dan akan di jatuhi hukuman penjara atau tahanan akan mendapatkan suatu pembinaan di Lembaga Pemasyarakatan, salah satunya di Rumah Tahanan Negara. Rumah Tahanan Negara adalah tempat tersangka atau terdakwa di tahan selama proses penyidikan, penuntutan dan pemeriksaan di sidang pengadilan di Indonesia. Individu yang berada di Lembaga Pemasyarakatan akan merasakan berbagai macam gangguan psikologis seperti stress, cemas, dan depresi. Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan kepada warga binaan di Rumah Tahanan Negara Kelas 1 Makassar hal tersebut juga di rasakan oleh Warga Binaan Pemasyarakatan yang ada di Rumah Tahanan Kelas 1 Makassar. Berdasarkan hasil analisis tersebut intervensi yang diberikan kepada 19 warga binaan adalah pelaksanaan self affirmation dengan pemberian word affirmation. Self affirmation adalah teknik yang mengarah pada penerimaan seseorang terhadap informasi atau intervensi yang diterima. Pelaksanaan kegiatan di lakukan di blok rehabilitasi Rumah Tahanan Kelas I Makassar. Partisipan kegiatan ini adalah 19 warga binaan berjenis kelamin laki-laki dan terdakwa kasus narkotika. Hasil dari kegiatan ini adalah warga binaan dapat mengelolah kecemasan di dalam diri mereka dan yakin bahwa mereka akan menjadi orang sukses dan di terima di masyarakat setelah menjalani masa tahanan.
LAYANAN KONSELING INDIVIDUAL PADA WARGA BINAAN REHABILITASI NARKOBA DI RUTAN KELAS I MAKASSAR Surya Algazali Akbar; Cindy Caroline; Misly Megautari; Perdana Kusuma
Jurnal Kebajikan: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1, No 1 (2022): November
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jk.v1i1.38139

Abstract

Abstract : The inmates are small groups in the community that are housed in the State Detention Center. The inmates themselves are people who commit criminal offenses and are waiting for the trial process. One of the detention centers where individual counseling is carried out is the Makassar Class I Rutan. There are various criminal cases that have been committed by the inmates that have resulted in red cells. However, detainees in the Makassar Class I Rutan are dominated by inmates who are caught in drug abuse cases. Based on the data obtained from interviews in the field, it was recorded that 70% of the inmates in the Makassar Class I Rutan were entangled in drug cases. Therefore, this individual counseling activity is carried out as assistance in the rehabilitation process so that the inmates who are participants in this activity can become positive individuals, can motivate and return to their normal life and can plan their actions and life goals. Each counseling participant has as many as 3 meeting sessions and is carried out for 3 weeks. The skills used during this counseling session are active listening, attending behavior, and paraphrasing. In addition, participants as clients in this counseling activity are also given treatment planning so that participants in this counseling activity are able to plan actions and be independent in making decisions and future goals. After the implementation of this activity, participants as clients feel positive energy in themselves and feel more motivated to become a better person in the future.