Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Optimasilasi Nilai Produk Melalui Perizinan P-IRT Pada IKM Keripik Bu Saroh Di Dusun Kumpul Sari Rafika Rahmadani; Miftakhur Rohmah; Rusmiati Rusmiati
Joong-Ki : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 3: Juni-September 2023
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/joongki.v2i3.1747

Abstract

Meningkatnya kebutuhan konsumen terhadap pangan menjadikan pelaku usaha yang bergerak dalam bidang kuliner berperan penting dalam penyediaan makanan untuk memenuhi permintaan konsumen. Sehingga dalam hal ini menjadi perhatian dan tugas penting bagi seluruh pihak baik pemerintah maupun produsen makanan untuk menjaga keamanan pangan yang diproduksinya serta distribusinya mampu menembus skala nasional. Keripik Bu Saroh di Desa Kumpul Sari merupakan salah satu pelaku usaha yang memproduksi keripik dari olahan umbi-umbian. Pelaku usaha ini cukup terkenal dan sering dikunjungi masyarakat. Namun produk keripik yang dihasilkan belum memiliki surat izin P-IRT dimana PIRT merupakan bentuk jaminan dari pemerintah mengenai makanan yang diproduksi aman untuk dikonsumsi oleh konsumen. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah dengan melakukan sosialisasi tentang PIRT dan prosedur mendapatkan PIRT pada IKM Keripik Bu Saroh. untuk meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap produk dan kinerja pemasaran. Melalui pengabdian ini terjadi peningkatan nilai produk dengan memperoleh izin PIRT dan jangkauan pasar yang lebih luas.
Optimasilasi Nilai Produk Melalui Perizinan P-IRT Pada IKM Keripik Bu Saroh Di Dusun Kumpul Sari Rafika Rahmadani; Miftakhur Rohmah; Rusmiati Rusmiati
Joong-Ki : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 3: Juni-September 2023
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/joongki.v2i3.1747

Abstract

Meningkatnya kebutuhan konsumen terhadap pangan menjadikan pelaku usaha yang bergerak dalam bidang kuliner berperan penting dalam penyediaan makanan untuk memenuhi permintaan konsumen. Sehingga dalam hal ini menjadi perhatian dan tugas penting bagi seluruh pihak baik pemerintah maupun produsen makanan untuk menjaga keamanan pangan yang diproduksinya serta distribusinya mampu menembus skala nasional. Keripik Bu Saroh di Desa Kumpul Sari merupakan salah satu pelaku usaha yang memproduksi keripik dari olahan umbi-umbian. Pelaku usaha ini cukup terkenal dan sering dikunjungi masyarakat. Namun produk keripik yang dihasilkan belum memiliki surat izin P-IRT dimana PIRT merupakan bentuk jaminan dari pemerintah mengenai makanan yang diproduksi aman untuk dikonsumsi oleh konsumen. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah dengan melakukan sosialisasi tentang PIRT dan prosedur mendapatkan PIRT pada IKM Keripik Bu Saroh. untuk meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap produk dan kinerja pemasaran. Melalui pengabdian ini terjadi peningkatan nilai produk dengan memperoleh izin PIRT dan jangkauan pasar yang lebih luas.
Optimasilasi Nilai Produk Melalui Perizinan P-IRT Pada IKM Keripik Bu Saroh Di Dusun Kumpul Sari Rafika Rahmadani; Miftakhur Rohmah; Rusmiati Rusmiati
Joong-Ki : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 3: Juni-September 2023
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/joongki.v2i3.1747

Abstract

Meningkatnya kebutuhan konsumen terhadap pangan menjadikan pelaku usaha yang bergerak dalam bidang kuliner berperan penting dalam penyediaan makanan untuk memenuhi permintaan konsumen. Sehingga dalam hal ini menjadi perhatian dan tugas penting bagi seluruh pihak baik pemerintah maupun produsen makanan untuk menjaga keamanan pangan yang diproduksinya serta distribusinya mampu menembus skala nasional. Keripik Bu Saroh di Desa Kumpul Sari merupakan salah satu pelaku usaha yang memproduksi keripik dari olahan umbi-umbian. Pelaku usaha ini cukup terkenal dan sering dikunjungi masyarakat. Namun produk keripik yang dihasilkan belum memiliki surat izin P-IRT dimana PIRT merupakan bentuk jaminan dari pemerintah mengenai makanan yang diproduksi aman untuk dikonsumsi oleh konsumen. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah dengan melakukan sosialisasi tentang PIRT dan prosedur mendapatkan PIRT pada IKM Keripik Bu Saroh. untuk meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap produk dan kinerja pemasaran. Melalui pengabdian ini terjadi peningkatan nilai produk dengan memperoleh izin PIRT dan jangkauan pasar yang lebih luas.
Analisis Konseptual Penetapan Orde Perkotaan dalam Pembangunan Ekonomi Kota Rusmiati Rusmiati; Thamara Idil Fitri Marliana; Angga Pratama; Feri Kurniawan; Chika Dwi Oktaviani
Jurnal Manajemen, Bisnis dan Kewirausahaan Vol. 6 No. 1 (2026): April: Jurnal Manajemen, Bisnis dan Kewirausahaan (JUMBIKU)
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jumbiku.v6i1.6857

Abstract

Urban development is inextricably linked to the process of urbanization and its role as a center of economic activity. Each city has a different level and function, necessitating the classification of cities based on their urban order. Determining urban order is crucial for understanding a city's role within the urban system and serves as a basis for more targeted economic development planning. This article aims to analyze the concept of determining urban order and its relationship to urban economic development. The method used is a literature review, examining various theories and research findings related to urban hierarchy, population distribution, and urban economic growth. The study results indicate that determining urban order is generally based on population size, density, service functions, and the city's economic role. Cities with higher levels of order tend to have more complex economic activity and become centers of growth for surrounding areas. Therefore, understanding urban order can assist the government in formulating more equitable and sustainable urban economic development policies.