Penggunaan layanan pembelian makanan melalui pesan antar makanan secara online masih diminati oleh masyarakat di Indonesia. Hal ini membuat persaingan semakin ketat antar platfrom online food delivery. Shopee Food yang pada awal peluncurannya tahun 2020 masih memiliki sedikit pengguna jika dibandingkan GrabFood dan GoFood. Perang strategi harga dan diskon besar-besaran yang pada awalnya hanya terjadi diantara dua penguasa bisnis online food delivery yaitu GrabFood dan GoFood, saat ini diikuti oleh Shopee Food yang tidak kalah dalam memberikan harga yang cukup menarik perhatian konsumen. Penelitian saat ini ingin menguji dan menganalisis seberapa besarkah variabel UTAUT2 dan variabel tambahan mindfulness, dan congruity with self image dapat memprediksi intention to use continously konsumen Shopee Food. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dan teknik pengumpulan data dengan menyebar kuesioner elektronik dengan menggunakan metode nonprobability dengan teknik purposive sampling. Sampel yang diambil untuk penelitian ini adalah 169 responden. Data dianalisis menggunakan structured equation modelling-partial least square (PLS-SEM) dengan software SmartPLS3. Dalam penelitian ini terdapat enam hipotesis didukung dan tiga hipotesis tidak didukung. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa performance expectancy, social influence, facilitating condition, congruity with self image, habit dan consumer mindfulness memiliki pengaruh positif terhadap consumers’ intentions to use continuously OFDS. Kemudian effort expectancy, hedonic motivation dan price value tidak memiliki pengaruh positif terhadap consumers’ intentions to use continuously OFDS. Penelitian ini memberikan implikasi teoritis, manajerial implikasi, dan rekomendasi untuk penelitian lebih lanjut.