Dalam sejarahnya, perubahan sosial yang terjadi tidak pernah lepas dari gerakan sosial yang dibangun atas dasar kesadaran kritis para mahasiswa sebagai agen perubahan. Gerakan sosial yang dibangun mahasiswa bukan tanpa alasan, mereka menganggap ada yang timpang dan tidak sesuai dengan nilai-nilai kemanusiaan dan keadilan. Akan tetapi, dewasa ini gerakan mahasiswa semakin meredup dan mengalami degradasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi proses dan faktor kemunduran dari gerakan sosial mahasiswa. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif deskriptif dengan menggunakan pendekatan ambivalensi Homi Bhabha. Pengumpulan data dilakukan dengan kajian pustaka, pengamatan terhadap fenomena yang terjadi, selanjutnya dianalisis menggunakan pendekatan ambivalensi perspektif Homi Bhabha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam hal meredupnya gerakan mahasiswa, terjadi proses yang berakibat pada subjek mengalami kondisi kebimbangan. Hal ini terjadi dikarenakan subjek dipengaruhi oleh lingkungan aktivis mahasiswa dan membuat subjek meniru atau berkamuflase dengan budaya lingkungannya. Subjek menginginkan perubahan sosial dengan membangun gerakan sosial. Akan tetapi, di sisi lain mereka tidak memiliki analisis yang tajam terhadap persoalan sosial yang dituntutnya. Alhasil, subjek mengalami ambivalensi yang berujung pada mereduksinya nilai gerakan mahasiswa antara mengintrupsi sistem atau memenuhi lifestyle. Maka dari itu, subjek membutuhkan suatu analisis tajam serta pengetahuan mendalam untuk membangun kesadaran kritis yang mampu menciptakan gerakan kolektif dalam menginstrupsi sistem dan juga sebagai upaya mengembalikan marwah dari gerakan sosial mahasiswa.