Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pola Asuh Luqmanul Hakim dalam Menumbuhkan Jiwa Kepemimpinan Anak Usia Dini Cici Mentari; Intan Permanik
Journal of Islamic Early Childhood Education (JOIECE): PIAUD-Ku Vol. 2 No. 1 (2023): Journal of Islamic Early Childhood Education (JOIECE): PIAUDKU
Publisher : Institut Agama Islam Persis Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54801/piaudku.v2i1.188

Abstract

Lembaga pemantau indeks korupsi global Transparency Internasional merilis laporan bertajuk Global Corruption Barometer Asia menyebutkan Indonesia masuk menjadi negara nomor tiga terkorup di Asia. Fakta ini menguak bahwa negeri kita melahirkan banyak pemimpin tetapi masih belum berkarakter. Hal tersebut membuktikan bahwa negeri ini mengalami krisis kepemimpinan, maka harus ditanamkan sejak dini. Uswah pemimpin dalam Islam yang berhasil mendidik anak dan keluarganya yakni Luqmanul Hakim dijadikan fokus dalam penelitian ini. Model kepemimpinan yang diterapkan untuk anak usia dini dilihat dari indikator jujur, integritas, adil, pemberani, pembelajar dan kerjasama. Indikator ini dimasukan dalam pola asuh Luqmanul Hakim yang mengacu pada pola asuh otoriter, permisif dan demokratis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menggunakan analisis konten. Sumber data penelitian ini adalah QS. Luqman ayat 12-19. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa Luqmanul Hakim menerapkan ketiga pola asuh tersebut. Semua indikator kepemimpinan juga muncul dari hasil pola asuh Luqmanul Hakim.
PEREDARAN WAKTU SEBAGAI GAMBARAN PERJALANAN HIDUP MANUSIA: ANALISIS METAFORIS TERHADAP TAFSIR SUNDA Q.S. AL-FAJR/89: 1-4 KARYA K.H.E. ABDULLAH Intan Permanik; Roni Nugraha
Al - Tadabbur: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol 8 No 02 (2023): Al-Tadabbur: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/at.v8i02.5330

Abstract

Artikel ini membahas tentang tafsir atau tafsir Al-Qur'an KHE Abdullah (1918 - 1994) tentang waktu dalam Al-Quran Surah al-Fajr/89: 1-4. Ia tidak hanya memaknai fenomena waktu ini secara harafiah, namun ia juga menggambarkannya secara kiasan sebagai perjalanan hidup manusia. Tafsir Al-Qur'an beliau dimuat di majalah Sunda bernama Iber edisi September-Desember 1976 dalam rubrik tafsir Al-Qur'an. E. Abdullah dikenal sebagai aktivis Persatuan Islam (PERSIS) yang merupakan generasi kedua setelah A. Hassan. Melalui pendekatan hermeneutika Gadamer, penelitian ini menunjukkan bahwa tafsir al-Qur’an E. Abdullah tentang makna kiasan waktu dipengaruhi oleh wawasannya sebagai orang Sunda yang mempunyai pandangan tertentu terhadap waktu dalam budaya kesehariannya. Penelitian ini menunjukkan bahwa tafsir Al-Qur'an E. Abdullah tentang waktu menggambarkan perjalanan hidup manusia yang terlihat pada kata al-fajr yang berarti usia muda; layāl 'ashr (sepuluh malam) digambarkan sebagai peralihan usia dari bayi ke penuaan; as-shaf' artinya sebagai usia dewasa genap ketika mencapai puncak usia menuju keganjilan di usia tua sebagai gambaran al-watr; dan berlalunya masa muda menuju usia tua menunjukkan makna wa al-layl idhā yasr (demi malam yang dilaluinya). Hal ini menegaskan bahwa tafsir Al-Qur’an berbahasa Sunda cenderung dipengaruhi oleh latar belakang etnis Sunda yang masuk Islam dan bekerja melalui faktor bahasa Sunda sebagai identitas utama etnisnya.