Roni Nugraha
Institut Agama Islam Persis Bandung

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PEREDARAN WAKTU SEBAGAI GAMBARAN PERJALANAN HIDUP MANUSIA: ANALISIS METAFORIS TERHADAP TAFSIR SUNDA Q.S. AL-FAJR/89: 1-4 KARYA K.H.E. ABDULLAH Intan Permanik; Roni Nugraha
Al - Tadabbur: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol 8 No 02 (2023): Al-Tadabbur: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/at.v8i02.5330

Abstract

Artikel ini membahas tentang tafsir atau tafsir Al-Qur'an KHE Abdullah (1918 - 1994) tentang waktu dalam Al-Quran Surah al-Fajr/89: 1-4. Ia tidak hanya memaknai fenomena waktu ini secara harafiah, namun ia juga menggambarkannya secara kiasan sebagai perjalanan hidup manusia. Tafsir Al-Qur'an beliau dimuat di majalah Sunda bernama Iber edisi September-Desember 1976 dalam rubrik tafsir Al-Qur'an. E. Abdullah dikenal sebagai aktivis Persatuan Islam (PERSIS) yang merupakan generasi kedua setelah A. Hassan. Melalui pendekatan hermeneutika Gadamer, penelitian ini menunjukkan bahwa tafsir al-Qur’an E. Abdullah tentang makna kiasan waktu dipengaruhi oleh wawasannya sebagai orang Sunda yang mempunyai pandangan tertentu terhadap waktu dalam budaya kesehariannya. Penelitian ini menunjukkan bahwa tafsir Al-Qur'an E. Abdullah tentang waktu menggambarkan perjalanan hidup manusia yang terlihat pada kata al-fajr yang berarti usia muda; layāl 'ashr (sepuluh malam) digambarkan sebagai peralihan usia dari bayi ke penuaan; as-shaf' artinya sebagai usia dewasa genap ketika mencapai puncak usia menuju keganjilan di usia tua sebagai gambaran al-watr; dan berlalunya masa muda menuju usia tua menunjukkan makna wa al-layl idhā yasr (demi malam yang dilaluinya). Hal ini menegaskan bahwa tafsir Al-Qur’an berbahasa Sunda cenderung dipengaruhi oleh latar belakang etnis Sunda yang masuk Islam dan bekerja melalui faktor bahasa Sunda sebagai identitas utama etnisnya.