Lalu Unsunnidhal
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

IDENTIFIKASI KANDUNGAN DAGING SAPI MENGGUNAKAN POLYMERASE CHAIN REACTION (PCR) PADA PEDAGANG BAKSO TUSUK KELILING DI LINGKUNGAN KOTA MATARAM, NUSA TENGGARA BARAT: Identification Of Beef Content Using PCR In Bakso Tusuk Roves Traders In The Mataram City Environment Lalu Unsunnidhal; Firman Fajar Perdhana; Qabul Dinanta Utama; Raudatul Jannah
Pro Food Vol. 9 No. 1 (2023): Pro Food (Jurnal Ilmu dan Teknologi Pangan )
Publisher : Fakultas Teknologi Pangan dan Agroindustri, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/profood.v9i1.312

Abstract

Daging merupakan sumber protein penting dalam kehidupan sehari-hari manusia. Selain itu, dengan gaya hidup perkotaan yang sibuk dan padat, makanan olahan kini menjadi salah satu sumber protein utama dalam menu makanan seseorang. Konsumen bergantung pada pelabelan makanan untuk memutuskan apakah produk daging yang mereka beli aman dan terpercaya. Oleh karena itu, penting untuk memastikan pelabelan makanan dilakukan dengan cara yang benar untuk menghindari penipuan konsumen. Lebih banyak konsumen saat ini yang peduli dengan kualitas dan keamanan makanan daripada sebelumnya. Penelitian ini memaparkan metode untuk mengidentifikasi dan mendeteksi kandungan daging sapi menggunakan Polymerase Chain Reaction (PCR) pada 8 produk bakso tusuk dari pedagang keliling di sekitar Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kandungan daging sapi yang digunakan pada produk yang diuji. Temuan penting utama dalam karya ini adalah spesifisitas primer oligonukleotida untuk daging sapi olahan dan penentuan kandungan daging sapi pada bakso tusuk di sekitar Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat.
Enhancing Added Value of Fish through Dim Sum and Sausage Training in Ampenan Fishermen Community Setyaning Pawestri; Siska Cicilia; Lingga Gita Dwikasari; Nur Afni; Riezka Zuhriatika Rasyda; Lalu Unsunnidhal
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 9 No 2 (2026): April-Juni 2026
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v9i2.15481

Abstract

This program focused on empowering the Ampenan Fishermen Community through training in fish‑based products such as dim sum and sausages, designed to support stunting prevention efforts and improve household economic resilience in West Nusa Tenggara. Stunting is a chronic nutritional problem that remains a national development priority due to its long‑term impact on human resource quality and competitiveness. In 2022, the prevalence of stunting in West Nusa Tenggara Province (NTB) was still high at 32.7%. Contributing factors include inadequate nutritional intake, limited socioeconomic conditions, and suboptimal utilization of nutrient‑rich local food sources. Fish, as a high‑quality animal protein source, represents a local potential for stunting prevention. Bintaro Village in Ampenan District is one of NTB’s major fish‑producing areas; however, local fishermen’s households have generally limited fish utilization to fresh sales or simple products with low economic value. This community service program, conducted on June 2, 2026, aimed to increase the added value of fish products by training participants (wives and young women) from the Ampenan Fishermen Community in the preparation of nutritious fish‑based products, namely dim sum and sausages. The methods included nutrition education, product demonstration, and direct technical mentoring. The choice of products was based on their popularity, especially among children, making them potential supplementary foods to support stunting prevention while also opening new economic opportunities. The program demonstrated that simple, affordable technology combined with skill training can empower fishing community households to diversify fish products, improve nutritional intake, and strengthen local economic resilience.