Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PENGEMBANGAN POTENSI UMKM KULINER LOKAL: STUDI KASUS PENGOLAHAN SATE IKAN LAUT TANJUNG "SPESIAL RASA" DI KOTA MATARAM Firda Yanti Tanjung; Salnida Yuniarti Lumbessy; Hanna Salsabila Ramzi; Setyaning Pawestri; Riani Riani; Firman Fajar Perdhana; Uswatun Hasanah
Jurnal Pengabdian Perikanan Indonesia Vol 6 No 1 (2026): Jurnal Pengabdian Perikanan Indonesia
Publisher : Program Studi Budidaya Perairan Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppi.v6i1.9929

Abstract

Kegiatan pengabdian ini bertujuan sebagai salah satu bentuk sarana promosi dalam upaya pelestarian dan inovasi terhadap produk Sate Ikan Laut Tanjung sebagai kuliner tradisional khas Kabupaten Lombok Utara. Metode yang digunakan adalah wawancara semi-terstruktur dengan pelaku usaha UMKM Sate Ikan Laut Tanjung Spesial Rasa di Kota Mataram, serta observasi langsung terhadap proses pengolahan di lapangan. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif untuk menggambarkan karakteristik produk dan aktivitas produksi. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa proses pengolahan Sate Ikan Laut Tanjung masih dilakukan secara tradisional mulai dari penggilingan ikan, pencampuran bumbu, pembentukan pada tusuk bambu, hingga pemanggangan menggunakan arang batok kelapa yang menghasilkan aroma khas dan cita rasa gurih pedas. Berdasarkan hasil wawancara dan penilaian sensori, produk memiliki tingkat penerimaan konsumen yang tinggi karena tekstur lembut, rasa autentik, dan aroma rempah yang kuat. Dari sisi pelestarian, pelaku usaha masih mempertahankan metode tradisional sebagai ciri khas daerah, sedangkan inovasi yang disarankan mencakup pengemasan modern (frozen food) dan pemanfaatan media digital untuk promosi. Secara keseluruhan, Sate Ikan Laut Tanjung tidak hanya memiliki nilai budaya yang tinggi tetapi juga berpotensi besar dalam mendukung pengembangan ekonomi kreatif daerah.
Enhancing Added Value of Fish through Dim Sum and Sausage Training in Ampenan Fishermen Community Setyaning Pawestri; Siska Cicilia; Lingga Gita Dwikasari; Nur Afni; Riezka Zuhriatika Rasyda; Lalu Unsunnidhal
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 9 No 2 (2026): April-Juni 2026
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v9i2.15481

Abstract

This program focused on empowering the Ampenan Fishermen Community through training in fish‑based products such as dim sum and sausages, designed to support stunting prevention efforts and improve household economic resilience in West Nusa Tenggara. Stunting is a chronic nutritional problem that remains a national development priority due to its long‑term impact on human resource quality and competitiveness. In 2022, the prevalence of stunting in West Nusa Tenggara Province (NTB) was still high at 32.7%. Contributing factors include inadequate nutritional intake, limited socioeconomic conditions, and suboptimal utilization of nutrient‑rich local food sources. Fish, as a high‑quality animal protein source, represents a local potential for stunting prevention. Bintaro Village in Ampenan District is one of NTB’s major fish‑producing areas; however, local fishermen’s households have generally limited fish utilization to fresh sales or simple products with low economic value. This community service program, conducted on June 2, 2026, aimed to increase the added value of fish products by training participants (wives and young women) from the Ampenan Fishermen Community in the preparation of nutritious fish‑based products, namely dim sum and sausages. The methods included nutrition education, product demonstration, and direct technical mentoring. The choice of products was based on their popularity, especially among children, making them potential supplementary foods to support stunting prevention while also opening new economic opportunities. The program demonstrated that simple, affordable technology combined with skill training can empower fishing community households to diversify fish products, improve nutritional intake, and strengthen local economic resilience.
PELATIHAN PEMBUATAN COOKIES UBI JALAR DI KELOMPOK TANI DI DESA JENGGIK UTARA Riezka Zuhriatika Rasyd; Ahmad Alamsyah; Eko Basuki; Siska Cicilia; Setyaning Pawestri
Jurnal Agro Dedikasi Masyarakat (JADM) Vol 5, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jadm.v5i1.23090

Abstract

Desa Jenggik Utara merupakan salah daerah penghasil ubi jalar terbesar di Lombok. Akan tetapi komoditas tersebut belum diolah secara maksimal sehingga nilai ekonominya masih tergolong rendah. Petani ubi jalar menjual hasil panen dalam bentuk segar dan diolah menjadi keripik. Berdasarkan penelitian sebelumnya, ubi jalar dapat diolah menjadi produk antara atau produk setengah jadi seperti tepung. Tepung ubi jalar memiliki aplikasi yang lebih luas, salah satunya dalam produk bakery. Tepung ini dapat diolah menjadi berbagai macam produk seperti cookies, cake, roti, dan makanan tradisional. Tahapan awal pelatihan ini adalah pelatihan pembuatan tepung ubi jalar. Selanjutnya dilakukan pelatihan pembuatan cookies berbasis tepung ubi jalar, pelatihan pengemasan, pemasaran, dan pelatihan manajemen usaha. Kegiatan pelatihan ini dapat dijadikan langkah awal untuk meningkatkan kemampuan ibu-ibu kelompok tani di Desa Jenggik Utara dalam mengolah dan meningkatkan nilai ekonomi ubi jalar, serta dapat meningkatkan perekonomian petani. Ibu-ibu kelompok tani mengikuti tahapan kegiatan dengan penuh semangat dan termotivasi untuk mengolah ubi jalar menjadi tepung dan cookies.
PELATIHAN PEMBUATAN BAKSO IKAN CAKALANG DI BINTARO AMPENAN SEBAGAI SALAH SATU ALTERNATIF PANGAN PENCEGAH STUNTING Siska Cicilia; Ahmad Alamsyah; Setyaning Pawestri; Nur Afni; Riezka Zuhriatika Rasyda; Sulaemah -; Nabillah Roja
Jurnal Agro Dedikasi Masyarakat (JADM) Vol 6, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jadm.v6i2.34763

Abstract

Masalah utama gizi yang menjadi perhatian pemerintah adalah stunting. Masalah gizi tersebut jika tidak ditangani dengan serius akan mempengaruhi  kualitas generasi penerus dan kesehatan masyarakat secara keseluruhan. Pencegahan stunting dapat dilakukan dengan memberikan makanan tambahan berbasis bahan makanan lokal berupa sumber protein (hewani dan nabati). Bahan makanan yang dapat dijadikan alternatif pencegahan stunting adalah ikan. Salah satu daerah di NTB yang menjadi daerah penghasil ikan adalah Bintoro Kecamatan Ampenan. Daerah ini memiliki potensi perikanan mulai dari simber daya alam, sumber daya manusia, dan sumber daya penunjang. Kelompok nelayan di Bintaro menjual hasil tangkapan dalam bentuk segar atau diolah menjadi produk yang sederhana seperti ikan bakar dan ikan pindang. Alternatif olahan ikan yang bisa dikenalkan ke kelompok nelayan dan masyarakat sekitar adalah bakso. Kegiatan pengabdian ini dilakukan dengan memberikan pelatihan pembuatan bakso ikan kepada kelompok nelayan dan masyarakat sekitar Bintaro. Pelatihan olahan ikan melibatkan ibu-ibu nelayan. Proses pembuatan bakso ikan hampir sama dengan bakso sapi atau ayam tetapi terdapat reformulasi bahan tambahan lainnya. Kegiatan berjalan dengan baik dimana peserta sangat antusias mengikuti pelatihan. Evaluasi pelatihan dilakukan untuk mengetahui efektifitas kegiatan ini dan menunjukkan semua peserta mampu memahami langkah-langkah pembuatan bakso ikan.