Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Konsep 1:1 Abdullahi Ahmed An-Naim dalam Pembagian Harta Waris Laki-Laki dan Perempuan Ditinjau dari Perspektif Maslahah Mursalah Wahbah Zuhaili Muhamad Rouf Didi Sutriadi
AMAL INSANI (Indonesian Multidiscipline of Social Journal) Vol. 3 No. 2 (2023): Mei 2023
Publisher : Amal Insani Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56721/amalinsani.v3i2.226

Abstract

Dalam Islam seseorang yang meninggal dunia, maka harta yang dimiliki akan diwariskan kepada ahli waris. Tapi dalam prosesnya seringkali tidaklah berjalan mulus, contohnya dalam hukum pembagian harta waris laki-laki dan perempuan (2:1). Dalam konsep tersebut terlihat adanya ketidakseimbangan pembagian harta waris antara laki-laki dan perempuan, dimana laki-laki mendapat bagian lebih banyak dari perempuan. Pro dan kontra muncul dari kalangan para cendikiawan muslim. Abdullahi Ahmed An-Naim sebagai tokoh pembaharuan hukum Islam kontemporer, menganggap konsep (2:1) sebagai sesuatu yang terdapat diskriminasi terhadap perempuan serta tidak relavan digunakan di zaman sekarang.  Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang berpijak pada sumber-sumber pustaka yang relavan dengan penelitian menggunakan metode deskriptif analitis. Hasil penelitian menunjukan, konsep (1:1) dalam pembagian harta waris laki-laki dan perempuan bila ditinjau perspektif Maslahah Mursalah terdapat kejanggalan, bahwa konsep (1:1) tidak memenuhi syarat, bila mengacu kepada pendapat Wahbah Zuhaili tentang syarat-syarat diterimanya Maslahah Mursalah sebagai dasar hukum dalam menerapkan hukum Islam.
Makna Surat Al-Falaq dan Surat An-Nas Perspektif Tanwir Al-Miqbas Min Tafsir Ibni Abbas dan Shahifah Ali Bin Abi Thalhah Muhamad Rouf Didi Sutriadi
AMAL INSANI (Indonesian Multidiscipline of Social Journal) Vol. 3 No. 2 (2023): Mei 2023
Publisher : Amal Insani Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56721/amalinsani.v3i2.228

Abstract

Dalam buku Tafsir Ibnu Abbas disebutkan, sanad periwayatan tafsir yang terdapat dalam kitab Tanwir al-Miqbas sangatlah lemah, sehingga kitab tersebut tidak bisa dijadikan rujukan ataupun dinisbatkan tafsirnya kepada Ibnu Abbas. Komentar tersebut menunjukan adanya perebutan legitimasi tentang kitab mana yang layak untuk dinisbatkan kepada Ibnu Abbas. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitis komparatif. Hasil penelitian menunjukan terdapat dua persamaan dalam Tanwir Al-Miqbas dan Lembaran Abi Thalhah dalam menafsirkan surat Al-Falaq dan An-Nas. Pertama, penafsiran sama-sama dinisbatkan kepada Ibnu Abbas. Kedua, corak penafsiran kedua-nya menggunakan corak lughowi. Kemudian terdapat lima perbedaan. Pertama, menggunakan jalur periwayatan penafsiran yang berbeda. Kedua, objek kata yang dijelaskan sinonimnya berbeda. Ketiga, Lembaran Abi Thalhah penafsirannya hanya surat Al-Falaq, sedangkan Al-Miqbas sampai surat An-Nas. Keempat, terdapat asbabun nuzul dalam Al-Miqbas sedangkan Lembaran Abi Thalhah tidak ada. Kelima, dijelaskan tempat turunnya surat, jumlah ayat, jumlah huruf, dan jumlah kalimat dalam Tanwir Al-Miqbas sedangkan Lembaran Abi Thalhah tidak disebutkan.
Kisah Penyembelihan Putra Ibrahim Dalam Al-Qur’an dan Al-Kitab (Analisis Intertekstualis Julia Kristeva) Ismu Hakiki; Muhamad Rouf Didi Sutriadi
Lathaif: Literasi Tafsir, Hadis dan Filologi Vol 2, No 2 (2023): Lathaif
Publisher : Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31958/lathaif.v2i2.10734

Abstract

The story of the slaughter of Abraham's son is one of the historical narratives in Semitic religions, including the Bible and Al-Qur'an. Although these narratives have similarities in both scriptures, there are also significant differences in the interpretation and emphasis of these stories. This article aims to conduct a comparative study of the story of the sacrifice of the son of Abraham in the Bible and the Koran using Julia Kristeva's intertextuality analysis with the aim of understanding the differences and similarities that exist in content, theological messages and implications in the two religions. The research method used is literature study. In this analysis, we will pay attention to differences in chronology, the characters involved, as well as the moral and theological messages expressed in the two versions of the story. The results of this study reveal significant differences in several aspects of the story of the slaughter of Abraham's son between the Koran and the Bible. One of the main differences lies in the identity of the son to be slaughtered. In the Qur'an, the son to be slaughtered is not explicitly named, while in the Bible, the son is referred to as Isaac. Apart from that, the theological emphasis and messages that appear in the two narratives also have striking differences. This study provides deeper insight into the differences and similarities in the story of the slaughter of Abraham's son in the Qur'an and the Bible. As a result of the analysis using intertextuality, it can be seen that the relationship between the narrative of this story in the Bible and the Qur'an is transformation, modification, demystification and parallel.