Masfufati Azizah, Masfufati
Unknown Affiliation

Published : 7 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

POLA PENDIDIKAN KEWIRAUSAHAAN DI KUBe ANUGRAH Azizah, Masfufati; Widodo, Joko; -, Widiyanto
Journal of Economic Education Vol 4 No 2 (2015): November 2015
Publisher : Journal of Economic Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan menganalisis karakteristik anggota, proses pelaksananaan, serta dampak pelaksanaan pendidikan kewirausahaan di KUBe Anugrah. Berdasarkan tujuan tersebut, peneliti dapat membentuk suatu pola pendidikan kewirausahaan yang dilaksanakan di KUBe Anugrah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi. Hasilnya, karakteristik anggota KUBe Anugrah sangat beragam yang diklasifikasikan dalam tingkat pendidikan formal, usia, status pekerjaan, tingkat produktivitas, pendapatan per bulan, dan daerah tinggal. Di sisi lain, terdapat kesamaan antara anggota satu dengan lainnya, yaitu keterampilan menjahit. pelaksanaan pendidikan di KUBe Anugrah melalui metode pelatihan dan pembinaan dengan melibatkan anggota sebagai sasaran dan sumber belajar. Melalui dua metode tersebut, pelaksanaan pendidikan kewirausahaan di KUBe Anugrah memiliki dampak yang terbagi dalam tiga jenis, yaitu peningkatan kepribadian, peningkatan pendapatan dan fleksibilitas waktu, dan peningkatan partisipasi sosial ekonomi masyarakat dalam pembangunan. Kesimpulannya, pemerintah memerlukan perhatian yang sama antara pendidikan formal dan nonformal, sehingga setiap orang yang memiliki keterbatasan dalam mengikuti pendidikan formal dapat memiliki keterampilan dan mencukupi kebutuhannya secara mandiri. The objectives of this research are to describe and analyze the members characteristics, implementation process, and the impact of entrepreneurship education at KUBe Anugrah. Based on that’s, researcher can make the pattern of entrepreneurship education that implementation at KUBe Anugrah. This study used a qualitative approach with descriptive methods phenomenology. As a result, the characteristics of KUBe Anugrah’s member is very heterogeneous who distinguished in the level of formal education, age, employment status, production capacity, revenue per month, and living area. On the other hand, there are similarities, that’s sewing skills. Implementation of education at KUBe Anugrah through training and coaching methods that involve members as targets and learning resources. While the impact of the activities at KUBe Anugrah divided in the three types, there are the personality development, increase people’s invome and time flexibility, and increased participation in the socio-economic development. Based on these findings, the suggestion is the government need for equal attention between formal and non-formal education, so that people with disabilities to participate in formal education may have the skills and meet their needs independently.
POLA PENDIDIKAN KEWIRAUSAHAAN DI KUBe ANUGRAH Azizah, Masfufati; Widodo, Joko; Widiyanto, Widiyanto
Journal of Economic Education Vol 5 No 1 (2016): June 2016
Publisher : Journal of Economic Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan menganalisis karakteristik anggota, proses pelaksananaan, serta dampak pelaksanaan pendidikan kewirausahaan di KUBe Anugrah. Berdasarkan tujuan tersebut, peneliti dapat membentuk suatu pola pendidikan kewirausahaan yang dilaksanakan di KUBe Anugrah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi. Hasilnya, karakteristik anggota KUBe Anugrah sangat beragam yang diklasifikasikan dalam tingkat pendidikan formal, usia, status pekerjaan, tingkat produktivitas, pendapatan per bulan, dan daerah tinggal. Di sisi lain, terdapat kesamaan antara anggota satu dengan lainnya, yaitu keterampilan menjahit. pelaksanaan pendidikan di KUBe Anugrah melalui metode pelatihan dan pembinaan dengan melibatkan anggota sebagai sasaran dan sumber belajar. Melalui dua metode tersebut, pelaksanaan pendidikan kewirausahaan di KUBe Anugrah memiliki dampak yang terbagi dalam tiga jenis, yaitu peningkatan kepribadian, peningkatan pendapatan dan fleksibilitas waktu, dan peningkatan partisipasi sosial ekonomi masyarakat dalam pembangunan. Kesimpulannya, pemerintah memerlukan perhatian yang sama antara pendidikan formal dan nonformal, sehingga setiap orang yang memiliki keterbatasan dalam mengikuti pendidikan formal dapat memiliki keterampilan dan mencukupi kebutuhannya secara mandiri.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN GROUP INVESTIGATION UNTUK MENINGKATKAN KREATIVITAS SISWA PADA PELAJARAN PRODUKTIF Azizah, Masfufati; Rustiana, Ade; Pramusinto, Hengky
Economic Education Analysis Journal Vol 1 No 1 (2012): Economic Education Analysis Journal
Publisher : Department of Economics Education, Faculty of Economics, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

SMK bertujuan menciptakan lulusan yang siap kerja, sehingga siswanya perlu menguasai aspek psikomotorik dalam pembelajaran, salah satunya kreativitas siswa.Akan tetapi pembelajaran yang selama ini dilakukan di kelas X AP 3 SMK Negeri 1 Salatiga menunjukkan bahwa kreativitas siswa belum tampak.Kreativitas siswa dapat ditingkatkan melalui penerapan model pembelajaran ataupun penggunaan media pembelajaran. Untuk itu peneliti menerapkan model group investigation untuk meningkatkan kreativitas siswa dengan menerapkan metode penelitian tindakan kelas yang terdiri atas dua siklus. Hasil penelitian menunjukkan kreativitas siswa pada siklus I sebesar 70% dan meningkat pada siklus II menjadi 85%, sehingga dapat disimpulkan bahwa kreativitas siswa dapat ditingkatkan dengan menerapkan model group investigation.The object of vocational high school is create the graduate to ready to work, so the students must have master the psychomotor aspect in the learning objective, one of them the creativity. But, the learning has been done in class X AP 3 SMK Negeri 1 Salatiga shows if the creativity of students is not appear. Students creativity can increase by applying models or media of learning. So the researcher applying group investigation model to increase students creativity by using class action research method and consists of two circles. The research shows students creativity in the circle I is 70% and increase in the circle II be 85%. So can be conclude if students creativity can increase by applying group investigation models.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN GROUP INVESTIGATION UNTUK MENINGKATKAN KREATIVITAS SISWA PADA PELAJARAN PRODUKTIF Azizah, Masfufati; Rustiana, Ade; Pramusinto, Hengky
Economic Education Analysis Journal Vol 1 No 1 (2012): Economic Education Analysis Journal
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

SMK bertujuan menciptakan lulusan yang siap kerja, sehingga siswanya perlu menguasai aspek psikomotorik dalam pembelajaran, salah satunya kreativitas siswa.Akan tetapi pembelajaran yang selama ini dilakukan di kelas X AP 3 SMK Negeri 1 Salatiga menunjukkan bahwa kreativitas siswa belum tampak.Kreativitas siswa dapat ditingkatkan melalui penerapan model pembelajaran ataupun penggunaan media pembelajaran. Untuk itu peneliti menerapkan model group investigation untuk meningkatkan kreativitas siswa dengan menerapkan metode penelitian tindakan kelas yang terdiri atas dua siklus. Hasil penelitian menunjukkan kreativitas siswa pada siklus I sebesar 70% dan meningkat pada siklus II menjadi 85%, sehingga dapat disimpulkan bahwa kreativitas siswa dapat ditingkatkan dengan menerapkan model group investigation.The object of vocational high school is create the graduate to ready to work, so the students must have master the psychomotor aspect in the learning objective, one of them the creativity. But, the learning has been done in class X AP 3 SMK Negeri 1 Salatiga shows if the creativity of students is not appear. Students creativity can increase by applying models or media of learning. So the researcher applying group investigation model to increase students creativity by using class action research method and consists of two circles. The research shows students creativity in the circle I is 70% and increase in the circle II be 85%. So can be conclude if students creativity can increase by applying group investigation models.
POLA PENDIDIKAN KEWIRAUSAHAAN DI KUBe ANUGRAH Azizah, Masfufati; Widodo, Joko; Widiyanto, Widiyanto
Journal of Economic Education Vol 5 No 1 (2016): June 2016
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan menganalisis karakteristik anggota, proses pelaksananaan, serta dampak pelaksanaan pendidikan kewirausahaan di KUBe Anugrah. Berdasarkan tujuan tersebut, peneliti dapat membentuk suatu pola pendidikan kewirausahaan yang dilaksanakan di KUBe Anugrah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi. Hasilnya, karakteristik anggota KUBe Anugrah sangat beragam yang diklasifikasikan dalam tingkat pendidikan formal, usia, status pekerjaan, tingkat produktivitas, pendapatan per bulan, dan daerah tinggal. Di sisi lain, terdapat kesamaan antara anggota satu dengan lainnya, yaitu keterampilan menjahit. pelaksanaan pendidikan di KUBe Anugrah melalui metode pelatihan dan pembinaan dengan melibatkan anggota sebagai sasaran dan sumber belajar. Melalui dua metode tersebut, pelaksanaan pendidikan kewirausahaan di KUBe Anugrah memiliki dampak yang terbagi dalam tiga jenis, yaitu peningkatan kepribadian, peningkatan pendapatan dan fleksibilitas waktu, dan peningkatan partisipasi sosial ekonomi masyarakat dalam pembangunan. Kesimpulannya, pemerintah memerlukan perhatian yang sama antara pendidikan formal dan nonformal, sehingga setiap orang yang memiliki keterbatasan dalam mengikuti pendidikan formal dapat memiliki keterampilan dan mencukupi kebutuhannya secara mandiri.
The Role of Digital Business Education in Mediating Self-Efficacy and Entrepreneurial Intention Among Student’s Economic Education Ikhsananto, Aan; Kharismaputra, Aulia Prima; Azizah, Masfufati
Economic Education Analysis Journal Vol. 14 No. 2 (2025): Economic Education Analysis Journal
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/eeaj.v14i2.24241

Abstract

This study aims to determine the role of digital business education in mediating self-efficacy and entrepreneurial intention among students of the economics education study program at Universitas Negeri Semarang. This study is a quantitative research approach with a causal correlational design. The population of this study was 392 students, with a sample of 50 economics education students using a purposive sampling technique. Data collection was carried out through a questionnaire. The reliability of the questionnaire was assessed using Cronbach's alpha, and all composite reliability values ​​for each construct were obtained to have a value greater than 0.7. The survey data was entered in SmartPLS version 3.2.9 for analysis. Direct effect analysis with path coefficients helps test the hypothesis of direct influence between variables at a significance level 0.05. There is a significant direct relationship between Digital business education and Entrepreneurial Intention among students of 0.327 (P-Value 0.002). Indirect effect analysis helps test the hypothesis of indirect influence between variables mediated by a variable. Digital business education significantly mediates self-efficacy and entrepreneurial intention of 0.197 (P-Value 0.002). This study concludes that digital business education, directly and indirectly, influences the increase of entrepreneurial intention. Digital business education significantly mediates the relationship between self-efficacy and entrepreneurial intention among economic education students. Digital business education plays an important role in increasing entrepreneurial intention. For this study, educators need to ensure that teaching and content in digital business education can spark entrepreneurial intention to impact the number of young entrepreneurs among students, and entrepreneurship becomes one of the right career choices for graduates of economic education study programs.
Needs assessment for the development of OBE-based assessment instruments for the business correspondence course Azizah, Masfufati; Tusyanah, Tusyanah
JIKAP (Jurnal Informasi dan Komunikasi Administrasi Perkantoran) Vol 9, No 3 (2025): Mei
Publisher : Program Studi Pendidikan Administrasi perkantoran FKIP UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jikap.v9i3.101723

Abstract

 Abstrak: Penerapan kurikulum OBE merupakan respons terhadap tuntutan dunia kerja dengan menekankan pada proses pembelajaran dan teknik penilaian yang berorientasi pada capaian kompetensi mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan pengembangan teknik penilaian berbasis OBE. Jenis penelitian ini adalah studi kasus dengan pendekatan kualitatif. Penelitian  dilaksanakan pada mata kuliah Business Correspondence di Program Studi Pendidikan Administrasi Perkantoran, UNNES. Sumber data dalam penelitian ini adalah seorang dosen pengampu, 12 mahasiswa sebagai sampel yang dipilih secara random dari 124 mahasiswa. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Untuk menentukan kriteria penilaian berbasis OBE, dilakukan studi dokumentasi SKKNI pada kompetensi menulis surat bisnis berbahasa Inggris. Hasil penelitian menunjukkan bahwa indikator pengetahuan dan keterampilan dasar mahasiswa yang mengikuti mata kuliah Business Correspondence masih belum mencapai tingkat kemampuan optimal. Selama ini dosen pengampu telah melaksanakan penilaian yang terdiri atas penilaian partisipasi mahasiswa, pretest, kuis individu, tugas proyek kelompok, UTS, dan UAS. Namun, diperlukan konstruksi teknik penilaian yang lebih sistematis dan selaras dengan prinsip OBE. Implikasinya, perlunya pengembangan panduan dan instrumen penilaian berbasis OBE yang aplikatif untuk mendukung proses evaluasi capaian pembelajaran di perguruan tinggi yang telah disesuaikan dengan kriteria penilaian pada SKKNI. Kata kunci : capaian kompetensi; evaluasi pembelajaran; kurikulum OBE; SKKNI Abstract: The implementation of Outcome-Based Education (OBE) curricula responds to labor market demands by emphasizing learning processes and assessment techniques oriented toward student competency achievement. This study analyzed the need for developing OBE-based assessment techniques through a qualitative case study conducted in the Business Correspondence course within the Office Administration Education program at Universitas Negeri Semarang (UNNES). Data sources included one course lecturer and 12 randomly selected students from 124 enrolled participants. Data were collected through interviews, observations, and documentation analysis. To determine OBE-based assessment criteria, we conducted document analysis of Indonesian National Work Competency Standards (SKKNI) focusing on English business letter writing competencies. Findings indicate that students' knowledge and basic skills in the Business Correspondence course have not reached optimal levels. Although the lecturer implemented various assessment forms—including participation evaluations, pretests, individual quizzes, group project tasks, midterm examinations, and final examinations—a more systematic and OBE-aligned assessment approach remains necessary. The study highlights the importance of developing practical OBE-based assessment guidelines and instruments to support learning outcome evaluation in higher education, aligned with SKKNI competency assessment criteria. Keyword:  competency achievement; learning evaluation; OBE curriculum; SKKNI