Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Kesalahan Penggunaan Kata-Baku Pada Salindia-Salindia Presentasi Mahasiswa Semester 3 UNINDRA Maguna Eliastuti; Tri Astuti; Muhamad Andika Saputra; Fadiya Lathifa Putri Arfianto; Awalia Jumini; Alfiani Damayanti; Annisa Rizqiani; Eva Flora Wani Purba; Oktavianus Dore Paron; Risa Amelia Putri
Jurnal Riset Sosial Humaniora dan Pendidikan Vol. 2 No. 2 (2023): Juni : Jurnal Riset sosial humaniora, dan Pendidikan
Publisher : LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/soshumdik.v2i2.785

Abstract

This study-aims to obtain a-clear picture of information on errors in-the use of standard words in the presentation slides of Unindra's 3rd semester students. Suwito1 (1983: 3159) states that the standard language is one that must be used as a standard because it is seen as fulfilling the criteria of a number of good and correct languages. This shows that it is appropriate that the-use of standard-language in Indonesian society, especially for the scope of students is very important. Therefore, we made this research to-find out-how-high the-level-of standard words used by students is. The steps for analyzing the data are 1) Analyzing the data set, this analysis includes: noting which data are non-standard words and entering non-standard word data into the justification table. 2) After the analysis of the stages above, the researcher counted the occurrence of non-standard words, namely from the non-standard number. With this result, we can find out how many times the non-standard word is used.
Pendekatan Sosiologi Sastra Pada Kumpulan Cerpen ‘Untuk Sahabat Terbaikku’ (Kajian Project @Jagomenulis) Maguna Eliastuti; Andri Purwanto; Mildan Arsdan Fidinkillah; Ninin Herlina; Tri Astuti
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.4349

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah menguraikan aspek-aspek sosiologi sastra pada antologi cerpen berjudul Untuk Sahabat Terbaikku yang diselenggarakan oleh project @jagomenulis. Peneliti menggunakan metode analisis deskriptif, yakni penelitian dengan cara menganalisis berdasarkan peristiwa sosial yang terdapat dalam kumpulan cerpen tersebut menggunakan pendekatan sosiologi sastra menurut Warren dan Wellek. Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik baca dan catat, yakni peneliti membaca, memahami, serta mencatat kutipan- kutipan yang relevan dengan pendekatan sosiologi sastra, meliputi sistem religi, kerja sama, kelas sosial dan ilmu pengetahuan. Hasil dari penelitian ini mampu memberikan wawasan tentang beberapa aspek dalam masyarakat yang bisa menjadi salah satu referensi paling relevan dalam menulis karya sastra.
Sosialisasi Pengenalan Kesusastraan Indonesia pada Periode Angkatan 20 dengan Menggunakan Metode Wordwall Andri Purwanto; Maguna Eliastuti; Mildan Arsdan Fidinillah; Fito Yuliyanto; Nadhifa Salsabila Zahra; Tri Astuti
Jurnal Ragam Pengabdian Vol. 2 No. 2 (2025): Mei-Agustus "The Role of Community Service in Increasing Children's Educational
Publisher : Lembaga Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/j7shgc14

Abstract

Di SMKN 14 Kota Bekasi, pengenalan karya sastra Nusantara menghadapi tantangan tersendiri, karena fokus siswa lebih pada keterampilan vokasional. Hal ini berdampak pada rendahnya kemampuan mereka dalam memahami struktur kalimat, kosakata, dan nilai-nilai yang terkandung dalam karya sastra Nusantara. Untuk mengatasi hal ini, media Wordwall digunakan sebagai media pembelajaran interaktif. Tujuan kegiatan ini adalah menganalisis pengaruh pengenalan sastra terhadap keterampilan berbahasa dan apresiasi siswa. Kegiatan meliputi sosialisasi, penerapan media, penilaian, dan evaluasi. Hasil kegiatan tersebut menunjukkan bahwa 75% siswa mampu menjawab soal kosakata dengan tepat, dan mereka juga dapat menciptakan pantun dengan struktur yang tepat. Temuan ini menunjukkan bahwa Wordwall efektif meningkatkan minat dan kemampuan siswa dalam memahami serta mengapresiasi karya sastra Nusantara.
ANALISIS KEMAMPUAN MAHASISWA MERANCANG PEMBELAJARAN SASTRA INDONESIA PADA MATA KULIAH TEORI DAN PRAKTIK PENGAJARAN SASTRA INDONESIA Tri Astuti; Dwi Desi Fajarsari; Ajeng Tina Mulyana
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i3.14568

Abstract

ABSTRACT The ability to design literature instruction is a crucial competency for prospective Indonesian language and literature teachers, given that literature instruction emphasizes appreciation, expression, and the internalization of values. This study addresses the gap between students' conceptual mastery of literature teaching theories and their practical ability to design literature lessons suitable for the classroom. The study aims to describe and analyze students' abilities in designing Indonesian literature lessons within the "Theory and Practice of Indonesian Literature Teaching" course, specifically regarding the formulation of learning objectives, selection of teaching materials, use of teaching methods and strategies, and design of assessments for literary appreciation. A quantitative descriptive approach was employed, involving 40 students from the Indonesian Language and Literature Education program at Universitas Indraprasta PGRI, selected via purposive sampling. Data were collected through a performance test—specifically the creation of a literature lesson plan—evaluated using a rubric and analyzed using descriptive percentage statistics. The results indicate that the students' overall ability fell into the "good" category, with a breakdown of 15% in the "very good" category, 45% in "good," 30% in "fair," and 10% in "poor." The highest achievement levels were observed in the formulation of learning objectives and the selection of teaching materials, while the lowest levels were found in the design of literary appreciation assessment instruments and the selection of varied teaching methods. The study concludes that practical application, teaching simulations, and literature-focused microteaching activities need to be enhanced to optimize students' readiness to design and implement literature instruction in schools. ABSTRAK Kemampuan merancang pembelajaran sastra merupakan kompetensi penting yang harus dimiliki mahasiswa calon guru bahasa dan sastra Indonesia karena pembelajaran sastra memiliki karakteristik yang menekankan aspek apresiasi, ekspresi, dan penghayatan nilai. Permasalahan yang melatarbelakangi penelitian ini adalah adanya kesenjangan antara penguasaan teori pengajaran sastra secara konseptual dengan kemampuan mahasiswa dalam menyusun rancangan pembelajaran sastra yang aplikatif di kelas. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis kemampuan mahasiswa dalam merancang pembelajaran sastra Indonesia pada mata kuliah Teori dan Praktik Pengajaran Sastra Indonesia, meliputi perumusan tujuan pembelajaran, pemilihan bahan ajar, penggunaan metode dan strategi pembelajaran, serta perancangan penilaian apresiasi sastra. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan subjek penelitian sebanyak 40 mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Indraprasta PGRI menggunakan teknik purposive sampling . Data dikumpulkan melalui tes kinerja berupa penyusunan rancangan pembelajaran sastra yang dinilai menggunakan rubrik penilaian, kemudian dianalisis secara deskriptif persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan mahasiswa secara umum berada pada kategori baik, dengan rincian 15% kategori sangat baik, 45% kategori baik, 30% kategori cukup, dan 10% kategori kurang. Aspek dengan capaian tertinggi terdapat pada perumusan tujuan pembelajaran dan pemilihan bahan ajar, sedangkan aspek terendah terdapat pada perancangan instrumen penilaian apresiasi sastra dan pemilihan metode pembelajaran yang variatif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penguatan praktik, simulasi mengajar, dan kegiatan microteaching sastra perlu ditingkatkan untuk mengoptimalkan kesiapan mahasiswa dalam merancang dan melaksanakan pembelajaran sastra di sekolah.