Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pendekatan Sosiologi Sastra Pada Kumpulan Cerpen ‘Untuk Sahabat Terbaikku’ (Kajian Project @Jagomenulis) Maguna Eliastuti; Andri Purwanto; Mildan Arsdan Fidinkillah; Ninin Herlina; Tri Astuti
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.4349

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah menguraikan aspek-aspek sosiologi sastra pada antologi cerpen berjudul Untuk Sahabat Terbaikku yang diselenggarakan oleh project @jagomenulis. Peneliti menggunakan metode analisis deskriptif, yakni penelitian dengan cara menganalisis berdasarkan peristiwa sosial yang terdapat dalam kumpulan cerpen tersebut menggunakan pendekatan sosiologi sastra menurut Warren dan Wellek. Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik baca dan catat, yakni peneliti membaca, memahami, serta mencatat kutipan- kutipan yang relevan dengan pendekatan sosiologi sastra, meliputi sistem religi, kerja sama, kelas sosial dan ilmu pengetahuan. Hasil dari penelitian ini mampu memberikan wawasan tentang beberapa aspek dalam masyarakat yang bisa menjadi salah satu referensi paling relevan dalam menulis karya sastra.
Nilai-Nilai Filosofis dalam Tradisi Budaya “Tunggu Tubang” pada Suku Semende Oktariyani; Ratna Said; Ninin Herlina; Eva Nurchurifiani
Multiverse: Open Multidisciplinary Journal Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : Medan Resource Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57251/multiverse.v5i1.2023

Abstract

This study examines the philosophical values embedded in the Tunggu Tubang tradition of the Semende Tribe, a customary inheritance system that assigns responsibility to the eldest daughter in sustaining family continuity and preserving ancestral heritage. The research addresses how these values shape social identity and contribute to character formation within the community. Employing a qualitative descriptive approach, data were collected through in-depth interviews, participant observation, and a comprehensive literature review. The findings reveal that the Tunggu Tubang tradition embodies interconnected values, including religious, leadership, cultural, and moral dimensions, which collectively guide individual conduct and social responsibility. These values function not only as normative principles for individuals entrusted with the Tunggu Tubang role but also as a broader ethical framework that reinforces communal cohesion and intergenerational continuity. The study argues that the philosophical foundation of this tradition holds significant relevance for contemporary character education, particularly in strengthening local wisdom and cultural resilience among younger generations.