Liong Boy Kurniawan
Departemen Patologi Klinik, Fakultas Kedokteran, Universitas Hasanuddin

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Pemberian Buah Kurma Ajwa (Phoenix dactilyfera L) terhadap Kadar Hormon Anti-Mullerian (AMH) dan Gambaran Klinis Perempuan Perimenopause Farah Ekawati Mulyadi; Rosdiana Natsir; Nasrudin Andi Mappaware; Suryani As'ad; Andi Wardihan Sinrang; Liong Boy Kurniawan
JURNAL KESEHATAN REPRODUKSI Vol 10, No 1 (2023)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkr.72298

Abstract

Background: Perimenopause is clinically characterized by the appearance of various complaints such as disturbed menstrual cycles, vasomotor symptoms, and mood changes that have an impact on reduced quality of life. The decline in ovarian reserve is thought to be the beginning of this transition which eventually triggers hormonal changes. AMH is used as a marker of ovarian reserve and clinically as a predictive biomarker of menopause. Ajwa dates contain various phytochemicals that have potential to be used to protect primordial follicles from various damage while reducing perimenopause complaints.Objective: This study aimed to analyze the effect of consumption of ajwa dates on AMH levels and clinical features of perimenopausal women.Methods: This quasi-experimental study with a pre-post control design was carried out at RSIA Sitti Khadijah I Muhammadiyah Makassar, South Sulawesi, Indonesia, from May to October 2021. This study involved 44 perimenopausal subjects aged 42-48 years who were divided into 2 groups randomly (28 intervention groups, 16 control groups). AMH levels were checked by ELISA method while the clinical features was assessed by clinical examination.Results and Discussion: AMH levels in the intervention group decreased more slowly than the control group (0.37 ± 0.36 ng/ml vs 0.55 ± 0.19 ng/ml, p<0.05). Complaints of sleep disturbances, vaginal dryness, and mood changes were better in the intervention group (p<0.05), while complaints of irregular menstrual cycles and hot flushes were not significantly different in either control and intervention groups.Conclusion: AMH levels in the intervention group decreased more slowly than in the control group. The clinical features in the intervention group were better than the control group. Ajwa dates can be a good nutrition in improving the quality of life of perimenopausal women.Keywords: Anti-Mullerian Hormone (AMH); Clinical Features; Ajwa Dates; Perimenopause.
Pengaruh Diet Tinggi Lemak dan Tinggi Fruktosa Serta Pemberian Karbon Tetraklorida Terhadap Kadar Prostate-Specific Antigen Pada Tikus clarissa nathasia sadikin; Muh. Husni Cangara; Arif Santoso; Marhaen Hardjo; Liong Boy Kurniawan
Indonesian Journal of Human Nutrition Vol. 8 No. 2 (2021)
Publisher : Department of Nutrition, Faculty of Health Sciences, Universitas Brawijaya Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.ijhn.2021.008.02.7

Abstract

Angka kejadian kanker prostat di Asia meningkat beberapa tahun terakhir. Diketahui bahwa gaya hidup seperti Western Diet (Tinggi Lemak Tinggi Fruktosa/ HFHFD) berperan dalam terjadinya kanker prostat. Karbon Tetraklorida (CCl4) merupakan senyawa yang dahulu ditemukan pada cairan pembersih dan bersifat karsinogenik pada manusia. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh diet tinggi lemak tinggi fruktosa serta pemberian karbon tetraklorida terhadap kadar Prostate Specific Antigen (PSA). Penelitian menggunakan desain eksperimental dengan post test with control group design.  Subjek penelitian dilakukan kepada duapuluh empat tikus putih Rattus Norvegicus Wistar jantan yang dibagi kedalam empat kelompok. Kelompok P1 adalah kelompok kontrol dengan perlakuan diet standar, kelompok P2  dengan perlakuan perlakuan diet tinggi lemak (40%) tinggi fruktosa (30%), kelompok P3 dengan perlakuan diet tinggi lemak (40%) tinggi fruktosa (30%) dan injeksi intraperitoneal karbon tetraklorida dosis mikro 0,08 ml/kg dan kelompok P4 dengan perlakuan diet standar dan injeksi intraperitoneal CCl4 dosis mikro 0,08 ml/kg. Penelitian dilakukan selama 8 minggu. Dilakukan penimbangan berat badan di awal dan akhir penelitian. Parameter penelitian menggunakan kadar PSA serum dengan metode ELISA. Uji statistik menggunakan Uji T-berpasangan, uji ANOVA dan uji Mann Whitney. Berdasarkan hasil penelitian, terdapat peningkatan berat badan pada ketiga kelompok perlakuan yaitu kelompok dengan diet standar, kelompok HFHFD dengan atau tanpa CCl4. Peningkatan berat badan secara signifikan terjadi pada kelompok kontrol (p=0,001) diikuti oleh kelompok kombinasi HFHFD dengan CCl4 (p=0,003) dan kelompok HFHFD (p=0,006). Sedangkan kelompok dengan pemberian CCl4 mengalami penurunan berat badan di akhirÂ