This Author published in this journals
All Journal BERKALA FISIKA
Nur Hikmah Indah
Laboratorium Fisika Medik dan Biofisika, Departemen Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Hasanuddin, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

ANALISIS LAJU DOSIS KELUARAN PESAWAT SINAR-X FLUOROSKOPI DUAL FUNGSI DI RS WAHIDIN SUDIROHUSODO MAKASSAR Nur Hikmah Indah; Syamsir Dewang; Sri Dewi Astuty
BERKALA FISIKA Vol 26, No 1 (2023): Berkala Fisika
Publisher : BERKALA FISIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian  ini  bertujuan  untuk  menganalisis  kinerja  generator  tabung  pesawat  X-Ray Fluoroscopy  Dual  Function  Merk  APELEM  S.A  di  instalasi  radiologi  RSUP  Wahidin Sudirohusodo Makassar dalam aspek laju dosis ESD tipikal, laju dosis maksimum di udara dan laju dosis permukaan Image Intensifier. Analisis dilakukan berdasarkan indikator perubahan faktor eksposi dan pemilihan mode fungsi pesawat. Beberapa parameter yang menjadi variabel pendukung  adalah  uji  akurasi  tegangan,  uji  reproduksibilitas  keluaran  radiasi,  uji  linieritas kuat  arus  terhadap  keluaran  radiasi.  Hasil  yang  diperoleh  menunjukkan  pada  akurasi tegangan, nilai koefisien variasi (CV) tegangan 65, 75 dan 85 berturut-turut diperoleh 0,31%, 2,08% dan 2,21%. Uji reproduksibilitas menunjukkan hasil terhadap variasi tegangan sebesar 0,0048; terhadap variasi waktu eksposi sebesar 0,0314 dan terhadap variasi keluaran radiasi sebesar  0,0105.  Hasil  analisis  laju  dosis  pada  tiga  parameter  yaitu  laju  dosis  ESD  tipikal diperoleh nilai maksimum sebesar 0,0038 mGy/s, laju dosis maksimum di udara sebesar 0,1248 mGy/s  serta  laju  dosis  permukaan  Image  Intensifier  didapatkan  0,0219  µGy/s.  Semua parameter  yang  diuji  pada  pesawat  X-Ray  Fluoroscopy  Dual  Function  Merk  APELEM  S.A sesuai standar lolos uji yang ditetapkan dalam Perka BAPETEN No. 2 Tahun 2022, sehingga dapat disimpulkan pesawat dalam kondisi layak untuk digunakan secara rutin.