Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENGARUH PELATIHAN STIMULASI BAYI MENURUT BUKU KIA 2020 TERHADAP PERKEMBANGAN BAYI Salma Genta Ullayya; Sri Priyantini; Hesty Wahyuningsih
Jurnal Ilmiah Penelitian Mahasiswa Vol 2, No 1 (2023): Maret 2023
Publisher : Jurnal Ilmiah Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (236.651 KB)

Abstract

Ibu atau care giver berperan penting dalam menstimulasi perkembangan anak, pemberian stimulasi yang tidak adekuat dapat menyebabkan gangguan pada perkembangan anak. Keberhasilan stimulasi perkembangan dipengaruhi oleh pengetahuan dan keterampilan ibu atau care giver. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pelatihan stimulasi menurut Buku KIA 2020 terhadap perkembangan bayi di Posyandu Desa Kawengen, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan rancangan post-test only control group design dengan sampel sebanyak 44 ibu beserta bayi usia 0-6 bulan di posyandu Desa Kawengen, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, dimana sampel tersebut dibagi menjadi kelompok intervensi dan kontrol. Penelitian dilaksanakan bulan Oktober 2022 - Januari 2023. Intervensi pelatihan stimulasi menurut Buku KIA 2020 dengan modifikasi metode ceramah, demonstrasi, serta video yang dibagikan melalui grup whatsapp. Hasil dari penelitian didapatkan kelompok intervensi sebanyak 21 bayi (95,5%) memiliki perkembangan sesuai dan 1 bayi (4,5%) memiliki perkembangan kurang sesuai, sedangkan pada kelompok kontrol sebanyak 17 bayi (77,3%) memiliki perkembangan sesuai dan 5 bayi (22,7%) memiliki perkembangan kurang sesuai. Berdasarkan analisis data dengan uji fisher’s exact menunjukan bahwa tidak ada pengaruh antara pelatihan stimulasi perkembangan terhadap perkembangan bayi usia 0-6 bulan di Posyandu Desa Kawengen, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang ( p=0,185 ; p>0,05). Pelatihan stimulasi perkembangan menurut Buku KIA 2020 dengan modifikasi metode ceramah, demonstrasi, dan video yang dibagikan melalui grup whatsapp tidak berpengaruh terhadap perkembangan bayi usia 0-6 bulan di Posyandu Desa Kawengen, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang. Untuk peneliti selanjutnya diharapkan dapat mengendalikan faktor-faktor perancu misalnya kepatuhan ibu dalam memberikan stimulasi perkembangan kepada bayi. Kata Kunci: Pelatihan Stimulasi, Perkembangan Bayi, Buku KIA 2020.
Pengaruh Pelatihan Stimulasi Bayi Menurut Buku KIA 2020 terhadap Perkembangan Bayi: Studi Eksperimental Salma Genta Ullayya; Sri Priyantini; Hesty Wahyuningsih
Journal of Midwifery and Health Science of Sultan Agung Vol. 3 No. 1 (2024): JMHSA
Publisher : Sultan Agung Islamic University of Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ibu atau care giver berperan penting dalam menstimulasi perkembangan anak, pemberian stimulasi yang tidak adekuat dapat menyebabkan gangguan pada perkembangan anak. Keberhasilan stimulasi perkembangan dipengaruhi oleh pengetahuan dan keterampilan ibu atau care giver. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pelatihan stimulasi menurut Buku KIA 2020 terhadap perkembangan bayi di Posyandu Desa Kawengen, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang. Metode penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan rancangan posttest only control group design dengan sampel sebanyak 44 ibu beserta bayi usia 0–6 bulan di posyandu Desa Kawengen, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, dimana sampel tersebut dibagi menjadi kelompok intervensi dan kontrol. Penelitian dilaksanakan bulan Oktober 2022 sampai dengan Januari 2023. Intervensi pelatihan stimulasi menurut Buku KIA 2020 dengan modifikasi metode ceramah, demonstrasi, serta video yang dibagikan melalui grup whatsapp. Hasil dari penelitian didapatkan kelompok intervensi sebanyak 21 bayi (95,5%) memiliki perkembangan sesuai dan 1 bayi (4,5%) memiliki perkembangan kurang sesuai, sedangkan pada kelompok kontrol sebanyak 17 bayi (77,3%) memiliki perkembangan sesuai dan 5 bayi (22,7%) memiliki perkembangan kurang sesuai. Berdasarkan analisis data dengan uji fisher’s exact menunjukan bahwa tidak ada pengaruh antara pelatihan stimulasi perkembangan terhadap perkembangan bayi usia 0-6 bulan di Posyandu Desa Kawengen, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang ( p=0,185; p>0,05). Pelatihan stimulasi perkembangan menurut Buku KIA 2020 dengan modifikasi metode ceramah, demonstrasi, dan video yang dibagikan melalui grup whatsapp tidak berpengaruh terhadap perkembangan bayi usia 0-6 bulan di Posyandu Desa Kawengen, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang.
PERBANDINGAN RERATA PERTUMBUHAN BERAT BADAN BERDASARKAN PEMBERIAN BUBUR BAYI SEHAT PINGGIR JALAN Studi Cohort pada Bayi Usia 6-12 Bulan di Kelurahan Kalongan, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Grobogan Safna Fadiyah; Sri Priyantini
Jurnal Riset Multidisiplin Edukasi Vol. 3 No. 2 (2026): Jurnal Riset Multidisiplin Edukasi (Februari 2026)
Publisher : PT. Hasba Edukasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71282/jurmie.v3i2.1731

Abstract

Background: The practice of providing commercially sold roadside infant porridge has become an alternative complementary feeding option for parents due to its practicality and affordability; however, its nutritional adequacy and food safety remain uncertain. Objective: This study aimed to determine the difference in the mean body weight growth of infants aged 6–12 months between those who received complementary feeding practices and those who did not in Kalongan Village, Grobogan Regency. Methods: This research employed an analytic observational study with a cohort design. A total of 54 infants were selected based on inclusion and exclusion criteria. Body weight data were collected for three consecutive months. Data analysis was conducted using the Mann-Whitney test to assess the significance of differences in body weight growth between groups. Results: The findings showed that the mean body weight growth in the group that did not receive complementary feeding practices (0.24 kg) was slightly higher than that in the group that received them (0.19 kg). However, statistically, no significant difference was observed (p = 0.306). This result may have been influenced by external factors such as formula milk consumption and inconsistencies in the variety and composition of food ingredients used by vendors. Conclusion: The provision of complementary feeding practices did not demonstrate a significant difference in mean body weight growth among the study subjects. Therefore, future studies are recommended to conduct laboratory analyses to objectively determine the nutritional content of these complementary foods.