Stunting merupakan permasalahan utama gizi anak Indonesia. Salah satupenyebab stunting yaitu pola pengasuhan anak yang secara tidak langsungmempengaruhi status gizi. Pola pengasuhan merupakan sikap orang tua kepadaanak yang memiliki suatu pola yang relatif dan konsisten. Penelitian ini bertujuanuntuk mengetahui hubungan antara pola pengasuhan anak dengan kejadianstunting. Jenis penelitian ini analitik observasional dengan rancangan case control.Data diambil dengan wawancara menggunakan kuesioner. Sampel penelitianberjumlah 50 balita berusia 6 – 59 bulan. Pengambilan sampel dilakukan denganconsecutive sampling. Hubungan antara pola pengasuhan anak dengan stuntingdianalisis dengan uji chi-square, fisher exact, dan regresi logistik. Hasil analisisbivariat menunjukkan perawatan kesehatan tidak berhubungan dengan kejadianstunting (p=0.349; OR=4.57; CI 95%=0.47 – 44.17), pemberian makan anakberhubungan dengan kejadian stunting (p=0.004; OR=9.04; CI 95%=1.74 –46.89); pengasuh anak tidak berhubungan dengan kejadian stunting (p=0.480;OR=1.66; CI 95%=0.40 – 6.78), kebiasaan pengasuhan berhubungan dengankejadian stunting (p=0,002; OR=7,94; CI 95%=1,88 – 33,50). Analisis multivariatmenunjukkan faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting yaitu pemberianmakan anak dan kebiasaan pengasuhan. Pemberian makan anak dan kebiasaanpengasuhan berhubungan dengan kejadian stunting. Pemberian makan anak yangburuk berisiko anaknya menderita stunting 9,04 kali dibandingkan anak dari ibuyang pemberian makannya baik. Kebiasaan pengasuhan buruk berisiko anaknyamenderita stunting 7,94 kali dibandingkan anak yang kebiasaan pengasuhannyabaik.