Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan antara Usia dengan Kadar Hematokrit pada Pasien Demam Berdarah Dengue Yuwono Tulus Kurniawan; Imam Djamaluddin Mashoedi; Rita Kartika Sari
Jurnal Ilmiah Penelitian Mahasiswa Vol 2, No 1 (2023): Maret 2023
Publisher : Jurnal Ilmiah Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (205.489 KB)

Abstract

Pendahuluan: Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit yang banyak ditemukan di daerah subtropis dan tropis seperti Indonesia. Faktor risiko yang meningkatkan kejadian DBD antara lain usia dan kadar hematokrit perlu diteliti dalam mempengaruhi keparahan penyakit akibat infeksi virus dengue. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan usia dengan kadar hematokrit pada pasien Demam Berdarah Dengue di RS Sebening Kasih Tayu. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan desain cross sectional. Sampel penelitian adalah pasien DBD di RSUD Sebening Kasih Tayu tahun 2021 yang berusia ≥ 6 tahun dan tidak memiliki penyakit penyerta seperti leukemia dan anemia. Jumlah sampel yang digunakan adalah 33 pasien. Umur dan kadar hematokrit pasien DBD diperoleh dari data sekunder dari rekam medis pasien. Usia dibedakan menjadi remaja, dewasa dan lanjut usia, sedangkan kadar hematokrit dibedakan menjadi derajat rendah, sedang dan tinggi. Hubungan usia dengan kadar hematokrit dianalisis menggunakan uji Rank Spearman. Hasil: Kadar hematokrit tinggi paling banyak ditemukan pada usia lanjut (12,1%), sedangkan kadar hematokrit sedang banyak ditemukan pada remaja dan dewasa (24,2% dan 18,2%), kadar hematokrit rendah banyak ditemukan pada dewasa (15,2%). Uji Spearman Rank diperoleh nilai p = 0,676 dengan nilai r sebesar -0,076. Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan antara usia dengan kadar hematokrit pada pasien DBD. Kata Kunci: usia, hematokrit, DBD.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DENGAN PERILAKU DALAMPENCEGAHAN SKABIES DI PONDOK PESANTREN AL FADLLUL WAHID NGANGKRUK BANDUNGSARI Renata Kartika Sari; Imam Djamaluddin Mashoedi; Menik Sahariyani
Jurnal Ilmiah Penelitian Mahasiswa Vol 2, No 2 (2023): September 2023
Publisher : Jurnal Ilmiah Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Skabies adalah infeksi kulit dimana penularannya terjadi secar kontak langsung dengan penderita yang disebabkan oleh parasit Sarcoptes scabiei varian hominis. Perilaku yangbaik terhadap diri merupakan pencegahan terjadinya skabies. Penelitian ini bertujuan mengetahui adanya hubungan tibgkat pengetahuan dengan perilaku dalam pencegahan skabies di pesantren. Penelitian ini secara observasional dengan pendekatan cross sectional study. Dengan sampel 81 responden yang menggunakan teknik simple random sampling. Hasil data yang diperoleh dengan uji korelasi spearman’s (r = >0,20-0,399) 0,378 dalam kategori rendah. Dan uji frekuensi pengetahuan dalam kategori sedang sebanyak 52 responden (64,2%) serta uji frekuensi perilaku dalam kategori kurang yaitu sebanyak 54 responde (66,7%). Uji ini digunakan untuk mengetahui keeratan hubungan dua variabel. Dari hasil yang telah diuji dapat disimpulkan bahwa pengetahuan terhadap perilaku yang kurang baik dapat meningkatkan terjadinya infeksi penyakit skabies. Kata Kunci: Tingkat Pengetahuan, Perilaku, Skabies.