Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Studi Perencanaan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah Pada TPA Sambutan Kota Samarinda Thorikul Huda
SPECTA Journal of Technology Vol. 3 No. 2 (2019): SPECTA Journal of Technology
Publisher : LPPM ITK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (563.883 KB) | DOI: 10.35718/specta.v3i2.109

Abstract

Selama ini sampah selalu dianggap sebagai masalah yang lazim ditemukan pada wilayah perkotaan. Secara umum tata kelola sampah hanya memindahkan sampah dari tempat penampungan sementara (TPS) ke tempat pemrosesan akhir (TPA). Perkembangan teknologi yang semakin maju memberikan solusi alternatif pengolahan sampah menjadi sumber energi. Penerapan teknologi pengolahan sampah menjadi sumber energi terbarukan yaitu Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) Kota Samarinda merupakan kota padat penduduk yang menghasilkan produksi sampah yang cukup besar. Sampah organik yang ditimbun akan mengalami proses dekomposisi secara anaerobik sehingga menghasilkan gas yang disebut dengan gas landfill yang dapat di konversikan menjadi energi listrik. Pada penelitian ini untuk mengkonversi gas landfill menggunakan teknologi gas engine dengan tipe janbacher J320 GS yang dapat meghasilkan listrik sebesar 1.063kW. Gas landfill yang dihasilkan pada TPA Sambutan Kota Samarinda mencapai nilai 684.693,866 pada tahun 2019 dan akan meningkat setiap tahunnya sampai dengan tahun 2034 dengan energi listrik yang dihasilkan 2.822.107,61 kWh pada tahun 2019 dan meningkat sampai dengan tahun 2034 dan Biaya investasi untuk pembangunan PLTSa yaitu sebesar Rp. 25.092.450.601 dengan analisis evaluasi investasi NPV= Rp.17.539.868.600, IRR= 19%, BCR= 1,672 dan PB= 3,4 Tahun. Dari hasil evaluasi tersebut diperoleh bahwa perencanaan PLTSa TPA Sambutan di Kota Samarinda dapat memenuhi kriteria kelayakan untuk dibangun.
Pengaruh Jarak Air Gap pada Perfomance Motor Brushless Direct Current Jenis Exterior Rotor Thorikul Huda; Nita Indriani; M Efrizal Gozali
SPECTA Journal of Technology Vol. 1 No. 3 (2017): SPECTA Journal of Technology
Publisher : LPPM ITK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (704.856 KB)

Abstract

Electric motors today have become an important part in technological developments. One type of electric motor that has been and continues to be developed at this time is brushless direct current (BLDC). BLDC is generally applied as an actuator on electric vehicles. The development of electric vehicles make BLDC motor more varied. This research analize the influence of air gap distance on the design performance of BLDC motor with exterior rotor type. The BLDC motor has rated voltage 48 V and input current 23A.
Analisis Perbandingan Output Daya Listrik Mobile Photovoltaic Station Statis Dengan Single Axis Solar Tracking Raftonado Situmorang; Muhammad Ridho Dewanto; Thorikul Huda; Kholiq Deliasgarin
Racic : Rab Construction Research Vol. 11 No. 1 (2026): JUNI
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36341/racic.v11i1.7525

Abstract

Energy-efficient power sources are something that the government is promoting for implementation in the future. The increasing demand for environmentally friendly, mobile, and portable power sources requires a solution. This study explores the design and implementation of a mobile photovoltaic charging station, which aims to provide an environmentally friendly and efficient power source for electric vehicles and all light electrical appliances, such as those used in households and carpentry. This research began with the design and functional testing of the device. This charging station utilizes a 500-Watt Peak (WP) solar panel, a 12V 100 Ah deep-cycle lead-acid battery, and a 400-W up to 220V pure sine-wave inverter to support an average load of 300 Wh, lasting at least 1.5 hours when fully charged. After successful operation, the device collected 7 daily data points for comparison with previous data, allowing the effectiveness of the Mobile Photovoltaic Station with Single Axis Solar Tracking to be evaluated. The results of the study show that Mobile Photovoltaic Stations with Single Axis Solar Tracking generate 37.97% more electricity than static Photovoltaic Stations. These findings are expected to contribute to the development of sustainable mobile charging infrastructure, addressing critical needs in a rapidly evolving technological and environmental landscape.
Optimalisasi Energi Angin Pada Pltb Sebagai Charging Station Berbasis Electrical Switch Ifan Awang Riski Widayat; Firilia Filiana; Thorikul Huda; Happy Aprillia; Kartika Nugraheni
Jurnal Teknologi Elektro Vol. 16 No. 3 (2025)
Publisher : Electrical Engineering, Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/jte.2025.v16i3.009

Abstract

Sumber energi terbarukan terus dikembangkan sebagai alternatif untuk mengurangi ketergantungan pada sumber energi fosil. Salah satu contohnya adalah pembangkit listrik tenaga bayu, yang menggunakan tenaga angin sebagai sumber energi. Pemanfaatan tenaga angin sebagai sumber energi listrik belum banyak digunakan dalam skala kecil untuk mendukung aktivitas sehari-hari seperti charging station untuk smartphone. Keberadaan angin yang selalu ada dapat menjadi potensi untuk meningkatkan penggunaan sumber energi terbarukan. Penelitian ini bertujuan untuk membangun sistem Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) yang akan menyuplai charging station. PLTB menggunakan turbin tipe helical savanius yang dapat berputar dalam kecepatan angin yang rendah. Sistem yang dibuat menggunakan tegangan DC sebesar 24v mulai dari generator hingga ke buck-boost converter, dan 12v mulai baterai hingga ke port output untuk meningkatkan efisiensi sistem dikarenakan output dari charging station adalah tegangan DC. Untuk mengantisipasi perubahan kecepatan angin yang tiba – tiba, PLTB akan memiliki baterai sehingga selain suplai dari generator langsung, beban juga dapat disuplai oleh baterai. Electrical switching akan ditempatkan sebelum beban untuk menentukan sumber yang akan menyuplai. Electrical switch akan memilih sumber yang tertinggi untuk disalurkan ke buck converter dan port charging. Setelah dilakukan pengujian diperoleh bahwa charging station mampu memberikan daya maksimal 40 watt selama 2 jam dengan kondisi angin yang berubah.