Yuni Safira H. Hasyim
Universitas Islam Negeri Mataram

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

TINJAUAN HUKUM KELUARGA ISLAM TENTANG FENOMENA CHILDFREE DAN PENGARUHNYA TERHADAP KETAHANAN KELUARGA Yuni Safira H. Hasyim; Nunung Susfita
Mahkamah : Jurnal Kajian Hukum Islam Vol 8, No 1 (2023)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/mahkamah.v8i1.13068

Abstract

firayuni0601@gmail.com, nunungsusfita@uinmataram.ac.idABSTRAKFenomena childfree di Indonesia setelah adanya pernyataan dari seorang influencer muslim yang menganut childfree sehingga menimbulkan pro dan kontra dari masyarakat karena merupakan sebuah sikap yang tabu dilakukan oleh pasangan suami-isteri terlebih Indonesia merupakan mayoritas masyarakatnya beragama Islam sehingga bagaimana pandangan hukum Islam terhadap hal tersebut serta  bagaimana ketahanan keluarga dari pasangan suami-isteri yang menganut childfree  dalam pernikahannya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana konsep childfree pada pasangan suami-isteri, apa faktor penyebab lahirnya childfree, dan bagaimana tinjauan hukum keluarga Islam serta pengaruhnya terhadap ketahanan keluarga. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kepustakaan. Metode pengumpulan data yang digunakan dengan dokumentasi dan wawancara, serta metode analislis data secara induktif. Hasil penelitian menunjukkan (1) konsep childfree merupakan suatu keputusan sadar  dan telah melalui pertimbangan serta keputusan yang matang yang dianut oleh pasangan dengan adanya kesepakatan dari kedua pihak. (2) Adapun faktor penyebab childfree diantaranya; faktor pribadi (kebahagiaan personal), psikis (ketidaksiapan mental), filosofis, ekonomi, dan alasan lingkungan. (3) Tinjauan hukum keluarga Islam tentang fenomena childfree apabila ditinjau dari segi alasan  pasangan suami-isteri menganut childfree yakni dilarang, karena memiliki anak merupakan salah satu tujuan utama dalam pernikahan serta konsep perwujudan keluarga yang sakinah, mawaddah dan rahmah, keputusan childfree ini diperbolehkan apabila memenuhi alasan yang bersifat syar’i. Adapun pengaruh ketahanan keluarga bagi pasangan childfree yakni berpengaruh, namun tidak terlalu signifikan dikarenakan keharmonisan dalam keluarga childfree masih tetap terjaga. Hal ini disebabkan adanya visi yang sama antara pasangan suami-isteri untuk komitmen memutuskan childfree.