Fauzi Fauzi
Jurusan Fisika, Fakultas Matematika Dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Syiah Kuala 23111 Indonesia

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

APLIKASI SENSOR SHT-11 SEBAGAI ALAT PENDETEKSI KADAR AIR PADA BIJI KOPI Ulfa Ulfa; Saumi Syahreza; Irhamni Irhamni; Muhammad Syukri Surbakti; Fauzi Fauzi
Jurnal Komputer, Informasi Teknologi, dan Elektro Vol 6, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/kitektro.v6i2.21195

Abstract

Saat ini, alat ukur kadar air (KA) masih kurang pemanfaatannya. Selain kurang populer, alatan ini juga terbilang relatif mahal dipasaran. Kurangnya pemanfaatan instrumen pendeteksi kadar air tersebut, berpotensi menimbulkan kerugian finansial bagi petani kopi ketika menjual hasil panennya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeteki kadar air biji kopi melalui pengukuran suhu dan kelembaban. Untuk mengaplikasikan hal tersebut, maka single chip sensor suhu dan kelembaban SHT11 dan mikrokontroler ATMega 328 (Arduino-Uno) digunakan sebagai elemen utama dalam sistem pengukuran tersebut. Proses perancangan alat ukur dibagi dalam 2 tahapan, yaitu tahapan perancangan perangkat keras dan perangkat lunak. Hasil pengukuran kedua parameter juga dapat ditampilkan pada layar LCD. Pengujian dilakukan dengan mengukur suhu dan kelembaban pada tiga sampel gabah kopi yang telah dikeringkan /biji kopi yang telah dikelupas kulitnya, yaitu gabah kopi yang sangat kering, gabah kopi kering sesuai standar serta gabah kopi yang masih memiliki kadar air yang cukup tinggi/basah. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa gabah kopi sangat kering memiliki rentang suhu antara 34,7oC-34,9oC dengan kelembaban relatif udara 68,5%. Gabah kopi kering memiliki rentang suhu 33,6oC-33,7oC dan kelembaban 69,4%, kelembaban ini telah memenuhi kriteria umum nilai kadar air biji kopi kesetimbangan lingkungan, yaitu 12.5%. Gabah kopi basah dengan suhu pengukuran berkisar antara 34,7oC-34,8oC dan kelembaban 70,7%. Berdasarkan hasil pengukuran tersebut, maka rancang bangun alat ukur kadar air berbasis SHT11 ini dapat dimanfaatkan untuk mendeteksi tinggi rendahnya kandungan air dalam gabah kopi.
RANCANG BANGUN SISTEM PENGONTROLAN LAMPU BERBASIS KOMPUTER DAN ARDUINO UNTUK APLIKASI SMART HOME Zakaria Zakaria; Fauzi Fauzi; Irhamni Irhamni; Edwar Iswardy
Jurnal Komputer, Informasi Teknologi, dan Elektro Vol 6, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/kitektro.v6i1.21241

Abstract

Perkembangan teknologi informasi,  komunikasi, dan elektronika telah banyak membantu kehidupan manusia untuk mengendalikan perangkat listrik rumah tangga. Peranti penerangan rumah tangga merupakan salah satu perangkat listrik yang mengkonsumsi energi listrik cukup banyak. Kenyataannya, seringkali pengguna lupa menghidupkan atau mematikan perangkat penerangan yang mempengaruhi efesiensi penggunaan energi listrik. Sebagai solusinya, perlu dilakukan pengontrolan lampu secara terpusat. Penelitian ini bertujuan merancang dan membuat prototipe sistem pengontrolan lampu melalui kombinasi komputer dan mikrokontroler Arduino yang diintegrasikan melalui sistem operasi Windows, perangkat lunak bahasa pemrograman C, dan pemrograman Arduino IDE. Mekanisme pengontrolan dilakukan dengan melakukan input pemilihan lokasi/ruangan dan kondisi hidup/mati lampu pada front panel komputer. Kemudian Arduino akan mengeksekusi pilihan menghidupkan/mematikan lampu di ruangan tersebut.Hasil pengujian memperlihatkan bahwa prototipe sistem pengontrolan lampu dapat bekerja dengan baik untuk menghidupkan dan mematikan lampu sesuai dengan kode ruangan yang dipilih. Konsep kerja prototipe ini cukup berpotensi untuk dimanfaatkan dalam aplikasi smart home yang berguna untuk meningkatkan efesiensi konsumsi energi listrik
Instrumentation of realtime monitoring system towards level of C6H12O6, C2H5OH, CO2, temperature in tapai fermentation process Yuliani Yuliani; Khairi Suhud; Dedi Satria; Lelifajri Lelifajri; Binawati Ginting; Yuliani Aisyah; Fauzi Fauzi; Muhammad Syukri Surbakti
Journal of Aceh Physics Society Volume 10, Number 3, July 2021
Publisher : PSI-Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jacps.v10i3.19161

Abstract

Abstrak. Tapai merupakan makanan yang dihasilkan dari hasil fermentasi, salah satunya berbahan dasar dari ubi kayu. Fermentasi oleh ragi (saccharomyces serevesiae) menjadikan perubahan kimia pada substrat karena aktivitas enzim yang dihasilkan mikroorganisme. Parameter-parameter yang ditinjau adalah perubahan kadar C6H12O6, gas C2H5OH, gas CO2, suhu dan kelembapan dalam proses fermentasi melalui sistem pengukuran elektronik berbasis mikrokontroller Arduino Uno. Rangkaian sensor mengandung modul input yaitu sensor FC-28, sensor MQ-3, sensor MG-811, sensor DHT-11 dan modul pemroses mikrokontroler ATMEGA238 dengan sistem Arduino Uno dan pada komponen output menggunakan layar LCD 2X16. Kadar karakterisasi berdasarkan keluaran ADC (Analog to Digital Converter) untuk C6H12O6 adalah 535 untuk tapai ubi kayu. Kadar C6H12O6 akan terus menurun dari hari pertama sampai hari keempat yang mencapai 175 pada tapai ubi kayu. Diperoleh nilai akhir kadar gas C2H5OH yaitu 582. Kadar gas CO2 406 untuk tapai ubi. Selanjutnya nilai suhu 31oC untuk tapai ubi dengan nilai kelembaban 95RH. Waktu panen tapai dapat dipersingkat yaitu dari 7 hari menjadi 4 hari. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi pemakaian yang dapat dipergunakan untuk tampilan komposisi tapai secara komersial atau untuk tujuan kesehatan. Abstract. Tapai is food produced from fermentation, one of which is made from cassava. Fermentation by yeast (Saccharomyces serevesiae) causes chemical changes in the substrate due to the activity of enzymes produced by microorganisms. The parameters reviewed are changes in levels of C6H12O6, C2H5OH gas, CO2 gas, temperature and humidity in the fermentation process through an electronic measurement system based on the Arduino Uno microcontroller. The sensor circuit contains an input module, namely FC-28 sensor, MQ-3 sensor, MG-811 sensor, DHT-11 sensor and ATMEGA238 microcontroller processing module with the Arduino Uno system and the output component uses a 2X16 LCD screen. The grade based on the ADC (Analog to Digital Converter) output for the C6H12O6 is 535 for cassava tapai. Levels of C6H12O6 will continue to decline from the first day to the fourth day reaching 175 in cassava tapai. Obtained the final value of C2H5OH gas content is 582. CO2 gas content of 406 for cassava tapai. Furthermore, the temperature value of 31oC for cassava tapai with a humidity value of 95RH. The harvest time for tapai can be shortened from 7 days to 4 days. This research is expected to provide usage information that can be used to display tapai composition commercially or for health purposes. Keywords: fermentation, tapai, cassava, FC-28, MQ-3, MG-811, DHT11, Microcontroller.
The Enhancement and Study of Sintering Time Effect Toward Content of Fe and Ti Compounds in Mineral Sand Fauzi Fauzi; Zulfalina Zulfalina
Journal of Aceh Physics Society Volume 9, Number 2, May 2020
Publisher : PSI-Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jacps.v9i2.16614

Abstract

Pasir mineral merupakan salah satu mineral endapan (sedimen) dengan ukuran butir 0,074-5 mm, ukuran kasar (5–3 mm) dan halus (1 mm), ciri fisik dari pasir mineral ini diantaranya berwarna hitam dan cenderung tertarik oleh magnet. Berdasarkan beberapa penelitian yang telah dilakukan sebelumnya didapatkan bahwa kandungan utama dari pasir mineral berupa mineral ilmenit (FeTiO3), hematite (Fe2 - O3), dan magnetit (Fe3O4). Oleh karena itu maka pasir mineral ini sangat potensial untuk menghasilkan logam Fe, Ti, besi oksida dan pigmen titanium oksida. Dalam penelitian ini pengayaan kandungan besi dilakukan dengan metode separasi magnetik kemudian dikarakterisasi menggunakan XRF. Selanjutnya sampel tersebut disinter pada suhu 800oC, dengan variasi waktu penahanan selama 2, 4 dan 6 jam dan di karakterisasi menggunakan XRD, dimana hasilnya dianalisis dengan metode GSAS. Hasil pengujian XRF menunjukkan bahwa pasir mineral murni (bahan mentah) mempunyai kandungan Fe dan Ti masing–masing 14,38 dan 2,80% (%berat), sedangkan setelah separasi magnetik kandungan Fe dan Ti meningkat masing–masing menjadi 83,51 dan 7,25% (%berat). Hasil analisis GSAS menunjukkan bahwa waktu sintering berpengaruh terhadap fraksi berat Fe dan Ti, ini ditunjukkan senyawa Fe3O4 menurun dari 81,85 menjadi 77,76% dan Fe2O3 dari 11,44 menjadi 3,41%, sementara FeTiO3 meningkat dengan bertambahnya waktu sintering dari 6,72 menjadi 18,83%. The mineral sand is one of the mineral sediments with grain size of 0.074 – 5 mm, coarse size (5–3 mm) and fine (1 mm). The physical characteristics of this mineral sand are black color and tend to be attracted by magnets. Based on several studies, the main content of mineral sand is ilmenite (FeTiO3), hematite (Fe2O3), and magnetite (Fe3O4). Therefore mineral sand is very potential to produce Fe, Ti, iron oxide and titanium oxide pigments. In this study, the iron contents from raw materials were enhanced by magnetic separation method, and then the samples were characterized using XRF. Therefore they were sintered at temperature 800oC and variation of holding times 2, 4 and 6 h. The characterization of sample used XRD, where this result is analyzed using GSAS method. The XRF results showed that pure mineral sand (raw materials), has Fe and Ti contents of 14.38 and 2.80% (%weight), whereas after magnetic separation, the Fe and Ti contents increased to 83.51 and 7.25%, respectively. The analysis result of GSAS showed that the sintering time affected the weight fraction of Fe and Ti. These indicated that Fe3O4 decreased from 81.85 to 77.76% and Fe2O3 from 11.44 to 3.41%, while FeTiO3 raise with increasing of sintering time from 6.72 to 18.83%. Keywords: Enhancement, sintering time, compound content, mineral sand, GSAS
Realtime instrumentation system towards blood oxygen saturation level monitoring with Liquid Crystal Display (LCD) and smartphone Zakaria Husen; Zaid Albarra; Khairi Suhud; Fauzi Fauzi; Elin Yusibani; Irhamni Irhamni; Fadhli Syamsuddin; Edwar Iswardy; Nurhanif Nurhanif; Ahmad Fairuz Bin Omar; Muhammad Syukri Surbakti
Journal of Aceh Physics Society Volume 12, Number 2, April 2023
Publisher : PSI-Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jacps.v12i2.31131

Abstract

Abstrak. Oksigen memainkan peranan vital dalam tubuh untuk mengatur sistem peredaran darah. Namun jika kadar saturasi oksigen dalam darah (SpO2) berkurang atau tidak mencukupi maka dapat menyebabkan sesak nafas, bahkan dapat mempengaruhi fungsi kerja otak. Perangkat oksimeter digunakan untuk mengukur kadar saturasi oksigen dalam darah dengan pengukuran secara non-invasif, sehingga kekurangan oksigen dalam darah dapat dideteksi lebih awal. Oksimeter yang tersedia saat ini umumnya menampilkan hasil SpO2 tidak terhubung ke jaringan sehingga tidak dapat dipantau secara jarak jauh. Oleh karena itu diperlukan suatu perangkat yang dilengkapi dengan fitur monitoring dalam jaringan agar dapat memantau kondisi partisipan secara real-time. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sistem monitoring pengukuran saturasi oksigen dalam darah yang dapat diakses secara remote menggunakan smartphone. Alat rancangan ini menggunakan sensor MAX30100 dan NodeMCU ESP8266 sebagai mikrokontroler. Hasil pengukuran alat rancangan dapat dipantau secara real-time melalui website menggunakan aplikasi Blynk. Data pembanding yang digunakan adalah alat Oksimeter komersial. Pengujian telah dilakukan pada partisipan laki-laki berusia 14 dan 22 tahun, dan perempuan berusia 18 dan 45 tahun. Hasil pengujian secara keseluruhan menunjukkan bahwa alat yang dirancang relative sama dengan oksimeter komersial, yang ditunjukkan oleh nilai thitung ttabel. Abstract. Oxygen plays a vital role in regulating our blood circulation system. However, if the oxygen levels in the blood decrease or are insufficient, it can cause shortness of breath and even affect brain function. To address this problem, an oximeter provides an effective solution by providing a device that can measure blood oxygen saturation without having to place any device inside the body. Currently available oximeter devices usually only display the SpO2 results on the device itself. Therefore, a device with a remote monitoring feature is needed to monitor participants’ condition in real-time. This research aims to develop a remote-access blood oxygen saturation measurement monitoring system using the MAX30100 sensor and the NodeMCU ESP8266 as the microcontroller, the values can be viewed in real-time on website by the Blynk app. The comparison data used is a comercial oximeter device. The participants were the males aged 14 and 22 years, and the female aged 18 and 45 years. Herein, we found that the designed instrument shows excellent performance in which ttest ttable from overall data.