Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Tindak Tutur dan Interaksi Strategis dalam Film Godfather Suyarmanto Suyarmanto
Kode : Jurnal Bahasa Vol 12, No 1 (2023): Kode: Edisi Maret 2023
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/kjb.v12i1.44356

Abstract

Studi ini menduga bahwa model tindak-tindak tutur (speech acts) dalam film trilogi The Godfather merupakan cerminan pada beberapa aspek interaksi strategis dalam konteks manajemen, sosial, ekonomi dan politik. Contohnya, ujaran terkenal di film itu, “I’m gonna make him an offer he can’t refuse”, berdampak kuat pada publik sehingga ujaran ini paling diingat kedua sepanjang sejarah perfilman Amerika oleh American Film Institute. Ujaran tersebut tindak tutur yang harus dimaknai dan dipahami oleh pembicara dan lawannya. Terjemahannya “Saya akan beri dia tawaran yang tak bisa ditolaknya”. Pertanyaannya: Macam tindak tutur dan interaksi strategis apa dalam film tersebut yang dapat disumbangkan pada dunia manajemen, ekonomi, sosial, dan politik? Masalah yang akan dijawab: (1) Ujaran tindak tutur apa yang muncul dalam film tersebut dan dalam interaksi apa? (2) Bagaimanakah interaksi strategis tersebut dimodelkan dalam Game Theory, dan prinsip manajemen & ekonomi apa yang dapat dirumuskan?Pertanyaan didekati dengan analisis tindak tutur dan pragmatik untuk interaksi strategisnya, dan game theory untuk merumuskan interaksi tersebut menjadi prinsip manajemen dalam konteks manajemen, ekonomi, sosial, dan politik sehari-hari. Studi ini menduga bahwa pada tingkat kesopanan tertentu, tindak tutur dalam film ini juga ada dalam kehidupan sehari-hari. Hasil akhir yang diharapkan adalah artikel jurnal dan buku 'Gaya Manajemen Godfather'.
Tutur Kata Eliza Refleksi Inferiority Feeling di Drama Pygmalion Suyarmanto, Suyarmanto
Kode : Jurnal Bahasa Vol 13, No 1 (2024): Kode: Edisi Maret 2024
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/kjb.v13i1.56885

Abstract

Studi ini bertujuan menguji tutur kata Eliza Doolittle sebagai cerminan inferiority feeling yang terjadi pada dirinya dalam berjuang menjadi seorang lady. Studi ini mendeskripsikan sejumlah tutur kata Eliza yang mewakili perasaan rendah diri akibat interaksinya di masyarakat. Pendekatan Psikologi Individu digunakan untuk menjelaskan keterkaitan tutur kata dengan kondisi psikis di balik ucapan-ucapannya. Studi ini menunjukkan bahwa sejumlah ucapan Eliza merupakan refleksi inferiority feeling di dalam jiwanya. Perasaan rendah diri tersebut tercermin lewat beberapa sanggahan, keluhan, penerimaan dan pemberontakan Eliza ketika berinteraksi dengan orang.
Language Variation: Code-Mixing Done by Yahukimo Students Dewi, Pradnya Paramita; Suyarmanto, Suyarmanto; Dapla, Melky
English Education: Jurnal Tadris Bahasa Inggris Vol 16 No 1 (2023): English Education: Jurnal Tadris Bahasa Inggris
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/ee-jtbi.v16i1.14488

Abstract

Multilingual individuals, who possess proficiency in multiple languages and an understanding of their structures, often engage in code-mixing as a means of communication. This study aims to explore the code-mixing patterns exhibited by Yahukimo students residing in Malang, as well as the underlying motivations for their code-mixing practices. Employing a descriptive qualitative research design, the study identifies two predominant types of code-mixing: insertion and congruent lexicalization, which are influenced by the linguistic structures of the languages involved. Additionally, the variation in code-mixing is classified into inner and outer code-mixing. The findings indicate that Yahukimo students employ code-mixing as a means of fostering solidarity and navigating social and cultural distances. This research provides valuable insights into the intricate dynamics of language use and contributes to our understanding of the phenomenon of code-mixing
Hubungan Manusia dan Alam dalam The World is Too Much with Us Karya William Wordsworth Suyarmanto; Dewi, Pradnya Paramita
Kode : Jurnal Bahasa Vol. 14 No. 3 (2025): Kode: Edisi September 2025
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Studi ini bertujuan menguji hubungan manusia dan alam yang diekspresikan di puisi The World is Too Much with Us karya William Wordsworth. Tema hubungan manusia dan alam terus dibahas dalam karya-karya sastra karena tetap relevan dengan isu-isu kemajuan teknologi dan dampak yang mengikutinya. Pendekatan studi ini menggunakan pendekatan ekspresif yang menitikberatkan pada ekspresi ide, pikiran, dan perasaan pengarang dalam karya sastra. Pendekatan ini menghubungkan karya sastra dengan pengarangnya, sehingga memandang karya sastra sebagai hasil imajinasi, pemikiran, dan perasaan pengarang. Studi ini menunjukkan bahwa hubungan manusia dan alam itu tidak selaras sehingga menimbulkan banyak masalah yang terkait dengan isu-isu pencemaran, polusi, erosi, pemanasan global dan kerusakan lingkungan. Kata kunci: pendekatan ekspresif, figurative languages, hubungan manusia dan alam.
Tutur Kata Eliza Refleksi Inferiority Feeling di Drama Pygmalion Suyarmanto, Suyarmanto
Kode : Jurnal Bahasa Vol. 13 No. 1 (2024): Kode: Edisi Maret 2024
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/kjb.v13i1.56885

Abstract

Studi ini bertujuan menguji tutur kata Eliza Doolittle sebagai cerminan inferiority feeling yang terjadi pada dirinya dalam berjuang menjadi seorang lady. Studi ini mendeskripsikan sejumlah tutur kata Eliza yang mewakili perasaan rendah diri akibat interaksinya di masyarakat. Pendekatan Psikologi Individu digunakan untuk menjelaskan keterkaitan tutur kata dengan kondisi psikis di balik ucapan-ucapannya. Studi ini menunjukkan bahwa sejumlah ucapan Eliza merupakan refleksi inferiority feeling di dalam jiwanya. Perasaan rendah diri tersebut tercermin lewat beberapa sanggahan, keluhan, penerimaan dan pemberontakan Eliza ketika berinteraksi dengan orang.