Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

TINJAUAN KONSENTRASI HAMBATAN MINIMUM BEBERAPA TANAMAN TERHADAP Mycobacterium tuberculosis Hilda Srivaliana; Ahmada Viosepta Prasetya; Aktha Keasa Maura Geasynova; Joy Angelina Sitorus; Meira Nadira Putri; Naila Latifah Rahma; Rosa Caroline Affandy; Salsa Sabila; Sarah Nur Fitria Gunawan; Siri Habibah
Jurnal Kesehatan Islam : Islamic Health Journal Vol. 12 No. 1 (2023): Jurnal Kesehatan Islam : Islamic Health Journal
Publisher : Publikasi oleh Fakultas Kedokteran Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/jki.v12i1.19848

Abstract

ABSTRAK TBC adalah penyakit yang menjadi perhatian khusus global. Pada umumnya infeksi TB diobati dengan antibiotik seperti rifampisin, isoniazid, etambutol, streptomisin, dan pirazinamid. Namun, tingginya angka penyakit TBC di Indonesia dan dunia berbanding lurus dengan tingginya tingkat resistensi terhadap obat TBC yang dikenal dengan multidrug-resistant tuberculosis (MDR TB) sehingga diperlukan penemuan obat baru anti-tuberkulosis. Obat dari bahan alam dapat menjadi alternatif untuk pengobatan TB. Aktivitas tumbuhan sebagai anti-TB dapat diketahui dengan melihat nilai MIC (Minimum Inhibitory Concentration). Terdapat 13 tanaman yang diidentifikasi memiliki aktivitas anti TB yang diklasifikasikan berdasarkan nilai MIC. Didapatkan hasil 5 tanaman termasuk dalam kategori MIC yang sangat aktif, 7 aktif, dan 1 sedang. Kata Kunci: Tuberkulosis, Mycrobacterium Tuberculosis, MIC
UJI STERILITAS SEDIAAN STERIL TETES MATA TETRAHYDROZOLINE HCL, BENZALKONIUM CHLORIDE DAN SEDIAAN NON STERIL SUSPENSI DENGAN KANDUNGAN ALUMINIUM HIDROKSIDA, MAGNESIUM HIDROKSIDA, DAN SIMETHICONE Anisa Oktaviana Putri; Amelia Ulmaladipa; Meira Nadira Putri; Ahmad Fadhil
BIOGENIC : Jurnal Ilmiah Biologi Vol 4 No 1 (2026): BIOGENIC: Jurnal Ilmiah Biologi
Publisher : Program Studi Biologi UNARS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/biogenic.v4i1.3822

Abstract

Sediaan steril merupakan sediaan yang memenuhi syarat bebas dari mikroorganisme. Biasanya digunakan untuk produk seperti injeksi, tetes mata dan implan medis. Sediaan steril yang digunakan berupa obat tetes mata dengan kandungan tetrahydrozoline HCl dan benzalkonium klorida. Berbeda dengan sediaan non steril, sediaan yang tidak mensyaratkan bebas mikroorganisme. Umumnya digunakan untuk produk yang tidak memerlukan kesterilan seperti tablet, kapsul, suspensi dan sebagainya. sediaan non steril yang digunakan berupa obat suspensi dengan kandungan aluminium hidroksida, magnesium hidroksida, dan simethicone. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui ada atau tidaknya pertumbuhan mikroorganisme pada sediaan steril dan non steril. Pada uji sterilitas ini media yang digunakan yaitu media Nutrient Broth (NB) untuk pertumbuhan Bacillus subtilis dan media Tryptic Soybean Broth (TSB) untuk pertumbuhan Candida albicans. Ada beberapa tahap pengujian pada uji sterilitas ini seperti uji sterilitas media, uji fertilitas, uji bakteriostatik dan fungistatik, dan uji sterilitas cara inokulasi langsung. Berdasarkan hasil pengamatan selama 14 hari inkubasi dapat disimpulkan bahwa pada uji sterilitas pada sediaan steril tidak menunjukkan pertumbuhan mikroba pada media NB dan TSB, sedangkan hasil uji sterilitas pada sediaan non steril menunjukkan pertumbuhan mikroba pada media NB dan TSB.