p-Index From 2021 - 2026
0.562
P-Index
This Author published in this journals
All Journal JIPTEK
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengaruh Variasi Suhu Sintering Terhadap Kekerasan Dan Struktur Fasa Material Mg-Fe-Zn Dengan Metode Metalurgi Serbuk Untuk Aplikasi Perangkat Orthopedic Muhammad Taufik Hidayat; M. Sjahmanto
Jurnal Inovasi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vol 4, No 2 (2023): Jurnal Inovasi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (305.406 KB) | DOI: 10.32493/jiptek.v4i2.30426

Abstract

Temperatur sintering 200, 250, dan 300 °C telah digunakan dalam pembentukan paduan Mg-Fe-Zn. Sebagai bahan untuk aplikasi metalurgi serbuk perangkat ortopedi. Mesin High Energy Milling (HEM) digunakan dalam produksi paduan dari serbuk seng, besi, dan magnesium. Botol dan bola tabung digunakan untuk proses pemrosesan. Perbandingan berat bola dengan volume adalah 1:2 dengan menggunakan 4 gram berat bola. Pelet dengan diameter 16 milimeter dan ketebalan kurang lebih 6 milimeter dihasilkan saat serbuk yang telah mengalami proses penggilingan dipadatkan dengan gaya tekan 20 ton. Selain itu, Muffle Furnace digunakan untuk menyinter pelet yang telah dipadatkan pada temperatur 200, 250, dan 300 °C, dengan waktu penahanan 10 menit dan waktu pendinginan 24 jam. Pengujian yang telah melalui sistem sintering dicobakan X-Ray Diffraction (XRD) dengan strategi pengujian powder diffraction dengan panduan sebagai alat bantu berupa software Material Analysis Using Diffraction (MAUD) untuk melihat komponen-komponen tahapan yang terbingkai. Karena partikel yang berdekatan terikat untuk menjadi inti awal pengikat pada tahap selanjutnya, fraksi berat fase unsur magnesium dalam setiap sampel meningkat menjadi 95,894615% seiring dengan peningkatan suhu sintering. Dengan nilai 233 HB, kekerasan tertinggi terjadi pada suhu 200 °C.
Pengaruh Dudukan Loadcell Terhadap Gaya Angkat Dan Gaya Hambat Airfoil Naca 0018 Dengan Kecepatan Angin 7.2 m/s Dan Variasi Sudut Serang Edi Tri Astuti; M. Sjahmanto; Deden Rosid Waltam; Sahran Sahran
Jurnal Inovasi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vol 4, No 2 (2023): Jurnal Inovasi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (461.566 KB) | DOI: 10.32493/jiptek.v4i2.30464

Abstract

Telah dilakukan pengujian karakteristik aerodinamika model uji airfoil NACA 0018 seperti gaya dan momen yang dihasilkan dari interaksi antara aliran udara dengan permukaan model uji menggunakan terowongan angin. jenis hisap terbuka yang mempunyai dimensi seksi uji sebesar 1,25 m x 0,5 m x 0,5 m. Karakteristik aerodinamika secara umum dinyatakan dengan gaya angkat (lift), gaya hambat (drag) dan gaya momen. Gaya angkat adalah gaya yang arahnya tegak lurus terhadap vektor kecepatan terbang, sedangkan gaya hambat adalah gaya yang arahnya sejajar vektor kecepatan terbang. Untuk mengukur gaya dan momen pada terowongan angin dipasang load cell menggunakan strain gauge guna membaca beban statik. Gaya atau momen yang dibebankan pada loadcell akan mengakibatkan deformasi pada struktur loadcell, dan nilainya akan terbaca pada rangkaian sensor regangan (strain gauge) kemudian diubah menjadi sinyal elektrik. Agar loadcell dapat mengukur gaya-gaya aerodinamika pada terowongan angin diperlukan komponen sebagai dudukan loadcell yang berfungsi untuk memegang loadcell, dan benda uji sekaligus menempelkan alat ukur gaya pada struktur terowongan angin. Struktur dudukan ini harus dapat menahan gaya-gaya aerodinamika yang terjadi pada benda uji dan mampu meneruskan gaya-gaya tersebut agar dapat dibaca dengan baik oleh loadcell. Aliran fluida dibangkitkan menggunakan propeller dengan rentang kecepatan aliran sebesar 5 - 30 m/s. Hasil pengujian pada kecepatan angin 7,2 m/s, diperoleh nilai koefisien angkat (CL) maksimum adalah 1,377 pada sudut serang 15o dan nilai koefisien hambat (CD) maksimum adalah 0,18 pada sudut serang 14o.
Analisa Hasil Pengukuran Gasket Silinder Head Motor E Menggunakan Profile Projector Pada E Tipe Firman Bagus Asiang; Nur Rohmat; M. Sjahmanto
Jurnal Inovasi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vol 4, No 2 (2023): Jurnal Inovasi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (456.471 KB) | DOI: 10.32493/jiptek.v4i2.30428

Abstract

Analisa hasil Pengukuran karya ilmiah ini bertujuan untuk mengetahui jarak dan ukuran dari segi dimensi lubang baud gasket silinder head type motor E menggunakan alat uji profile projector . Untuk mengetahui nilai rata-rata dan nilai deviasi gasket silinder head dilakukan proses penelitian dari pengukuran dengan beberapa sample produk atau benda uji (sempel A dengan bahan plat , sempel B dengan bahan logam, dan sempel C dengan bahan kardus pernis), dimana masing masing tipe berjumlah 1 sempel, pengukuran antar lubang baud sebanyak 6 titik. Pada analisis ini telah dihasilkan nilai rata-rata () dan nilai deviasi () yang berbeda – beda meskipun dalam suatu produk yang sama. Untuk gasket sempel A titik pengukuran dengan nilai rata-rata dari 9.92 mm (titik 3) – 9.92 mm (titik 4), gasket tipe B titik pengukuran dengan nilai rata-rata dari 12.68 mm (titik 1)  – 12,48  mm (titik 5), sedangkan tipe C titik pengukuran dengan nilai rata-rata dari 12.2 (titik 1) – 12,2 (titik 6). Dari gasket tipe A, tipe B, dan tipe C yang nilai rata-ratanya rendah dengan jumlah titik paling banyak ada pada gasket tipe C ada 4 titik.Nilai rata-ratanya rendah dengan jumlah titik paling sedikit ada pada gasket tipe B 1 titik. Untuk nilai rata-ratanya tinggi dengan jumlah titik paling banyak ada pada tipe gasket tipe A ada 3 titik, sedangkan nilai rata-ratanya tinggi dengan jumlah titik paling sedikit ada pada gasket tipe C ada 1 titik.kemudian mencari nilai deviasi dari 3 sample yang bebeda dimna di emukan dari semple A nili deviasinya 0.006, kemudian nilai deviasi dari sempel B di temukan 0.33, dan dari semple C di tumukan nilai deviasinya 0.07.