p-Index From 2021 - 2026
0.444
P-Index
This Author published in this journals
All Journal JIPTEK
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Paduan Mg-Fe-Zn Dengan Variasi Waktu Milling Sebagai Bahan Biodegradable Untuk Aplikasi Orthopedic Device Kevin Nandi Putratama; Abdul Choliq
Jurnal Inovasi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vol 4, No 2 (2023): Jurnal Inovasi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (479.752 KB) | DOI: 10.32493/jiptek.v4i2.30427

Abstract

Aplikasi gatget otot terus mengalami pengembangan dalam proses pembentukannya. Salah satu pengembangannya adalah melalui metalurgi serbuk. Unsur yang dapat dipadukan sebagai bahan adalah kombinasi Mg - Fe – Zn.Dalam penelitian ini telah dibuat paduan Mg - Fe – Zntersebut dengan variasi waktu pencampuran selama 2,3 dan 4 jam. Mesin pencampur yang digunakan adalah mesin Penggilingan Energi Tinggi (HEM). Serbuk magnesium, besi, dan bubuk seng dicampur menggunakan bola dan tabung dalam proses penggilingan. Proporsi berat bola yang digunakan adalah 1 : 2, berat bola yang digunakan 8 gram. Serbuk hasil pencampuran dibuat menjadi pelet berdiameter 16 mm dan tebal 6 mmmelalui proses kompaksi dengan gaya tekan 20 ton. Pelet di sinter memanfaatkan pemanas (Mute Heater) pada temperatur 250°C dengan waktu penahanan (holding time) selama 10 menit dan laju kenaikan temperatur 37°C/menit. Material hasil sintering diuji melalui pengujian X-Beam Diffraction (XRD) menggunakan strategi pengujian powder diffraction dengan panduan Programming Material Investigation Utilizing Diffraction (MAUD) untuk melihat komponen struktur mikro yang dibingkai. Penelitian menunjukkan bahwa struktur mikro baru selain elemen paduan utama tidak terbentuk meskipun lama waktu milling bertambah. Setelah penggilingan selama tiga jam, sampel mencapai kekerasan maksimum 191 HB. Proses milling memberikan berdampak terhadap peningkatan kekerasan sampel yang dibentuk. Selain itumuncul variasi ukuran partikel pada setiap sampel yang dibuat.
Analisis Kekuatan Suspensi Belakang Dan Pegas Daun Dengan Variasi Beban Statis Pada Prototipe Mobil Listrik KTM Unpam Wicaksono Iman Triadi; Abdul Choliq; Nur Rohmat
Jurnal Inovasi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vol 3, No 2 (2022): Jurnal Inovasi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (494.737 KB) | DOI: 10.32493/jiptek.v3i2.25003

Abstract

Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menganalisa cara kerja sistem suspensi belakang dan perhitungan pegas daun pada prototipe mobil listrik teknik mesin unpam dengan diberikan variasi beban berbeda dari 250 kg, 400 kg, 550 kg, hingga 700 kg. Metode penelitian menggunakan eksperimen dengan menghitung gerak translasi pada suspensi, beban statis kendaraan serta analisis kekuatan yang dilakukan pada pegas daun dengan bermacam variabel pembebanan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui tegangan dan kekuatan pegas daun pada prototipe mobil listrik teknik mesin unpam dengan diberikan variasi beban sampai 700 kg. Pada penelitian ini dilakukan dengan menganalisa mobil listrik lalu melihat dimensi yang diteliti, kemudian diberikan pembebanan secara variasi dan terakhir dilakukan pengambilan data hingga melakukan perhitungan dari data yang sudah diambil. Pada suspensi belakang beban yang semakin meningkat dari variasi beban 250 kg dengan hasil gaya 33,75 N hingga variabel beban 700 kg dengan hasil gaya 90 N. Muatan yang terjadi pada suspensi belakang roda kiri dan roda kanan terjadi keseimbangan dalam mengangkut beban. Kemudian hasil perhitungan pada pegas daun menunjukan bahwa untuk beban 250 kg, maka tegangan yang terjadi adalah 27,463 N/mm lalu pada defleksi terjadi sebesar 72 N/mm dan momen bending adalah 38,677 N/mm. Sedangkan untuk beban 700 kg, maka tegangan yang terjadi adalah 73,235 N/mm lalu pada defleksi sebesar 192 N/mm dan momen bending adalah 103,140 N/mm. Dari hasil keseluruhan maka variasi pembebanan mengalami peningkatan dalam nilai gaya, tegangan, defleksi dan momen bending, dimana semakin besar daya angkut maka kekuatan suspensi belakang dan pegas daun akan menjauh dari panjang antar mata pegas daun dari posisi normal.