Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Identifikasi Site Strategis Arsitektur Amfibi di Area Rawan Banjir Palembang, Indonesia Harrini Mutiara Hapsari; Rizka Drastiani; Almira Ulfa
Archvisual: Jurnal Arsitektur dan Perencanaan Vol 1 No 2 (2022): Archvisual
Publisher : Program Studi Teknik Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (949.69 KB) | DOI: 10.55300/archvisual.v2i1.1001

Abstract

Banjir kota yang marak terjadi di beberapa kota besar dunia merupakan salah satu fenomena yang tidak asing lagi, khususnya di Palembang. Banjir tahunan yang terjadi di Palembang ini lumrah terjadi dan bersifat alami. Tetapi seiring berjalannya waktu, banjir semakin berdampak negatif, membahayakan, dan mengancam kenyamanan hidup warga sekitar, terutama di beberapa titik rawan banjir di riparian Sungai Musi dan anak Sungai Musi. Beberapa sistem mitigasi bencana banjir telah dikaji untuk meminimalisir dampaknya, salah satunya dengan menerapkan sistem arsitektur amfibi di bangunan tempat tinggal warga. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi lokasi strategis yang sesuai dengan kriteria pembangunan rumah amfibi guna membantu warga beradaptasi dengan banjir melalui desain yang adaptif. Dilakukan analisis SWOT yang bertujuan untuk menentukan lokasi paling strategis untuk arsitektur amfibi sesuai dengan hasil penilaian (scoring) tertinggi. Scoring dilakukan dengan memberi nilai dari 8 variabel pada tujuh lokasi rawan banjir di Kota Palembang. Variabel tersebut yaitu: kekuatan (ketinggian banjir yang sesuai dan pembangunan baru); kelemahan (ketinggian banjir yang tidak sesuai dan tata guna lahan); kesempatan (kesesuaian lahan untuk penerapan struktur amfibi dan struktur lainnya); dan ancaman (biaya dan pengenalan sistem struktur baru kepada masyarakat). Simpulan dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbangsih dalam penerapan arsitektur amfibi pada sistem mitigasi bencana banjir di Palembang.
Sense of Place Pasar 16 Ilir Palembang Tutur Lussetyowati; Almira Ulfa
Archvisual: Jurnal Arsitektur dan Perencanaan Vol 2 No 2 (2023): Archvisual
Publisher : Program Studi Teknik Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1172.538 KB) | DOI: 10.55300/archvisual.v2i2.1458

Abstract

Sense of place atau kesan tempat merupakan elemen penting yang dapat memperkuat hubungan antara pengguna dan tempat. Karakter tempat sangat berpengaruh terhadap bagaimana seseorang menilai sebuah tempat dan memaknainya. Pasar 16 Ilir, salah satu pasar lama di Kota Palembang, menjadi salah satu kawasan yang dari dulu hingga sekarang memiliki peran penting di kota Palembang. Namun saat, ini pasar tersebut mulai menghadapi banyak permasalahan, seperti masalah kemacetan dan bentuk fisik bangunan. Selain itu, interior bangunan menjadi kurang menarik. Hal-hal ini mempengaruhi sense of place dari Pasar 16 Ilir tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah melihat sense of place Pasar 16 Ilir pada saat ini yang dipengaruhi beberapa aspek. Analisis akan mengacu pada beberapa aspek yang dapat menimbulkan adanya sense of place kepada pengguna tempat, yaitu: aktivitas (activity); makna (meaning); dan bentuk fisik (physical setting). Metode yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif, yang terdiri dari pengumpulan data lapangan dan wawancara terhadap pengelola, pedagang dan pengunjung. Data diolah menggunakan metode analisis deskriptif. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa sense of place Pasar 16 Ilir bukan hanya dibentuk oleh pasarnya saja, tetapi juga oleh kawasan di sekitarnya. Menariknya, justru kawasan sekitar pasar yang memiliki peran lebih besar dalam pembentukan sense of place tersebut.
Lalu dan Kini: Identifikasi Tatanan Kawasan Heritage di Kawasan Talang Semut Kota Palembang Listen Prima; Almira Ulfa; Indah Nurlia Afiyah; Chiquita Mutiara
Archvisual: Jurnal Arsitektur dan Perencanaan Vol 2 No 1 (2022): Archvisual
Publisher : Program Studi Teknik Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1708.721 KB) | DOI: 10.55300/archvisual.v2i1.1461

Abstract

Heritage dimaknai sebagai sejarah, tradisi, dan nilai-nilai yang dimiliki suatu bangsa atau negara selama bertahun-tahun serta sebagai bagian penting dari karakter mereka. Kawasan Talang Semut merupakan salah satu kawasan heritage Kota Palembang yang perlu dijadikan perhatian pemerintah dalam analisis lingkungan dan dampak sejarahnya, khususnya terkait perkembangannya atau keaslian unsur-unsur heritage tersebut. Dalam penelitian yang dilakukan digunakan metode kualitatif berupa survei langsung guna mengumpulkan data yang kemudian diolah dan dipetakan melalui aplikasi ArcGIS. Hasil kajian digambarkan dengan menggunakan metode deskriptif melalui berbagai olah data survei dan referensi jurnal terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kawasan heritage di Talang Semut pada masa lalu dan masa kini terkait satu sama lain dalam perkembangannya dengan tidak menghilangkan ciri khas kawasan tersebut. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi sebuah acuan informasi untuk memperkuat karakteristik heritage Kota Palembang dan juga sebagai referensi dalam pengembangan kawasan heritage lainnya di Kota Palembang.
Kajian Ruang Publik Sebagai Sarana Sosialisasi Wanita pada Kawasan Permukiman di Kota Palembang Tutur Lussetyowati; Listen Prima; Almira Ulfa
Archvisual: Jurnal Arsitektur dan Perencanaan Vol 3 No 1 (2023): Archvisual
Publisher : Program Studi Teknik Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55300/archvisual.v3i1.1757

Abstract

Ruang publik adalah ruang tempat di mana kegiatan sosial dan kegiatan komunitas berlangsung. Pada ruang-ruang publik biasanya terjadi interaksi sosial. Perilaku orang dalam memanfaatkan ruang publik berbeda untuk tiap individu maupun tiap kelompok masyarakat. Pada kawasan permukiman di mana para wanita meluangkan waktu lebih banyak (terutama yang tidak bekerja) di sekitar lingkungan rumahnya, akan sangat banyak menggunakan ruang-ruang publik sebagai sarana sosialiasai dengan orang lain. Fokus kajian di sini adalah melihat ruang-ruang publik apa saja yang banyak digunakan oleh kaum wanita di sekitar lingkungan huniannya dan bagaimana mereka memanfaatkan ruang publik tersebut sebagai sarana untuk sosialisasi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian campuran antara metode kualitatif studi kasus dengan metode kuantitatif penelitian lapangan. Hasil yang didapat dari penelitian ini menunjukkan bahwa ruang publik yang banyak digunakan oleh para wanita di sekitar lingkungan permukimannya adalah jalan lingkungan, pasar, warung, lapangan olahraga, dan taman. Selain itu, ruang publik di kawasan permukiman yang paling banyak adalah digunakan untuk kegiatan pokok (necessary activities), seperti: berbelanja; pergi ke tempat kerja; dan pergi sekolah, serta kegiatan sosial (social activities), seperti: bertemu dan mengobrol dengan tetangga; dan bermain dengan anak. Dengan demikian, output dari penelitian ini dapat dijadikan sebagai dasar penelitian lanjut terhadap efektifitas ruang publik oleh para wanita.
Kajian Aktivitas Berdasarkan Kondisi Lingkungan pada Kawasan Tepian Sungai Cikapundung Almira Ulfa; Harrini Mutiara Hapsari; Sri Lilianti Komariah; Rizka Drastiani
Archvisual: Jurnal Arsitektur dan Perencanaan Vol 3 No 2 (2024): Archvisual
Publisher : Program Studi Teknik Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55300/archvisual.v3i2.2232

Abstract

Kawasan tepian sungai memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi sebuah ruang publik yang interaktif. Hal menarik dari kawasan yang memiliki sungai di dalamnya ialah beraktivitas di tempat yang berdekatan dengan air sambil menikmati keindahan dan suasananya. Studi ini berfokus untuk mengidentifikasi aktivitas yang berlangsung pada kawasan tepian Sungai Cikapundung, yang meliputi: aktivitas pokok (necessary activities); aktivitas opsional (optional activities); dan aktivitas sosial (social activities). Kemudian dilihat apakah masyarakat melibatkan area tepi Sungai Cikapundung dalam melakukan aktivitas opsional dan sosial. Metode yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dari hasil wawancara dan observasi lapangan. Hasil menunjukkan bahwa masyarakat yang berhuni berbatasan langsung dengan sungai memiliki aktivitas dengan interaksi yang kuat terhadap Sungai Cikapundung, sedangkan kawasan permukiman penduduk yang berada dekat tetapi tidak berbatasan langsung, memiliki interaksi yang minim terhadap sungai dalam melaksanakan aktivitasnya. Ditemukan bahwa letak dan keterbukaan terhadap sungai sangat mempengaruhi ada tidaknya interaksi masyarakat terhadap sungai. Keluaran studi ini diharapkan dapat menjadi dasar dalam pengembangan kawasan di tepian sungai.
Analysis of The Strengths and Weaknesses of Burai Tourism Village in Ogan Ilir Regency L Prima; F Amalia; A Ulfa; M N Berlian; F A Prayoga Aziz; N Rahmadhino
Archvisual: Jurnal Arsitektur dan Perencanaan Vol 4 No 1 (2024): Archvisual
Publisher : Program Studi Teknik Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55300/archvisual.v4i1.2423

Abstract

Burai Village, situated in Tanjung Batu District, Ogan Ilir Regency, South Sumatra Province, has been classified as a tourist village since 2018. The village's economy, which heavily depends on tourism, has been adversely affected by the Covid-19 pandemic. This situation has hindered the village's ability to utilise its significant potential fully. The objective of the research is to analyse the strengths and weaknesses of the village, serving as a foundation for exploring its potential for development. The research utilises qualitative methods, interviews, and SWOT analysis. The findings from this analysis can be used to maximise the tourism potential in Burai Village and other tourist villages across Indonesia. Ultimately, the goal is to uncover and revitalise Burai Village's potential as a tourist destination.
Kajian Aktivitas Berdasarkan Kondisi Lingkungan pada Kawasan Tepian Sungai Cikapundung Almira Ulfa; Harrini Mutiara Hapsari; Sri Lilianti Komariah; Rizka Drastiani
Archvisual: Jurnal Arsitektur dan Perencanaan Vol. 3 No. 2 (2024): Archvisual JAP, Februari 2024
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55300/h7n4wq34

Abstract

The Riverside area has the potential to be developed into an interactive public space. The exciting thing about it is doing activities in places close to the water while enjoying its beauty and atmosphere. This study identifies activities in the Cikapundung River bank area, including necessary, optional, and social activities. Then, it was also identified whether the community involved the Cikapundung River bank area when carrying out the optional and social activities. The method used is qualitative research, using interviews and field observation. The results show that people who live directly adjacent to the river carry out activities with solid interactions with the Cikapundung River. Meanwhile, settlement areas close to the river but not directly adjacent have minimal interaction with the river. It was found that the location and the openness to the river greatly influenced whether or not people interacted with the river. The output of this study can be a basis for developing areas along river banks.
Kajian Ruang Publik Sebagai Sarana Sosialisasi Wanita pada Kawasan Permukiman di Kota Palembang Tutur Lussetyowati; Listen Prima; Almira Ulfa
Archvisual: Jurnal Arsitektur dan Perencanaan Vol. 3 No. 1 (2023): Archvisual JAP, Agustus 2023
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55300/d4tnx463

Abstract

Public space is a space where social and community activities take place. Public spaces will be a place of social interaction. The behavior of people in using public space will be different for each individual and community group. In residential areas, where women spend more time (especially those who don't work) around their home environment, they will use public spaces a lot as a means of socializing with other people. Focus of the study is to find out which public spaces are widely used by women around their neighborhoods and how they use these public spaces as a socialization place. The method uses mix methods that include case study method and field survey method. The results of this study indicate that the public spaces that are mostly used by women around their residential areas are neighborhood roads, markets, stalls, sports fields, and parks. The most usage of public space in residential areas is for necessary activities, such as: shopping; going to work; going to school, and social activities, such as: meeting and chatting with neighbors; and playing with children. Therefore, the output of this research would be a basis of further studied for effectiveness of open public for women.
Sense of Place Pasar 16 Ilir Palembang Tutur Lussetyowati; Almira Ulfa
Archvisual: Jurnal Arsitektur dan Perencanaan Vol. 2 No. 2 (2023): Archvisual JAP, Februari 2023
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55300/wwnr0k55

Abstract

A sense of place is an important element that can strengthen the relationship between the user and the place. The character of a place greatly influences how a person evaluates and interprets it. The 16 Ilir Market, one of Palembang's oldest markets, has played an important role in the city. But now, the market is starting to face many problems, such as congestion problems and the physical shape of the building. In addition, the interior of the building becomes less attractive. These factors influence the sense of place at 16 Ilir Market. The purpose of this research is to look at the current sense of place at Pasar 16 Ilir, which is influenced by several aspects. The analysis will refer to several aspects that can give rise to a sense of place for users, such as: activity; meaning; and physical setting. The method used is a qualitative research method, which consists of collecting field data and interviewing managers, merchants, and visitors. Then the data was processed using the descriptive analysis method. According to the study's findings, the sense of place in 16 Ilir Market is shaped not only by the market itself, but also by the surrounding area. Interestingly, the area around the market has a bigger role in creating the sense of place.
Lalu dan Kini: Identifikasi Tatanan Kawasan Heritage di Kawasan Talang Semut Kota Palembang Listen Prima; Almira Ulfa; Indah Nurlia Afiyah; Chiquita Mutiara; Melina Alifah Putri
Archvisual: Jurnal Arsitektur dan Perencanaan Vol. 2 No. 1 (2022): Archvisual JAP, Agustus 2022
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55300/gny9d185

Abstract

Heritage has been understood as the history, traditions, and values of a nation or country over the years and as well as an important value of their character. Talang Semut area is one of the heritage areas of Palembang City that needs to be taken into account by the government in environmental analysis and its historical impact, especially in terms of its heritage authenticity. In this research, a qualitative method in the form of surveys is applied to collect data, then processed and mapped through the ArcGIS application. The results of the study are described using descriptive methods through various surveys data and related journal references. The result of the research indicates that the heritage area of Talang Semut has a strong relation of its development. This research is expected to be a reference for information to strengthen the heritage characteristics of Palembang City and also as a reference in the development of other heritage areas in Palembang City.