Ramayani Nur Hadiati
Universitas Jambi

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Korelasi Pearson Jumlah Penduduk dengan Jumlah Kendaraan Bermotor di Provinsi Jambi Fani Mayang Sari; Ramayani Nur Hadiati; Wanti Sihotang
Multi Proximity: Jurnal Statistika Vol. 2 No. 1 (2023): Applied Statistics
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (384.204 KB) | DOI: 10.22437/multiproximity.v2i1.25568

Abstract

Pertumbuhan penduduk yang signifikan telah berdampak pada peningkatan mobilitas dan kebutuhan akan transportasi. Data jumlah penduduk dan jumlah kendaraan bermotor di Provinsi Jambi tahun 2022 akan dianalisis menggunakan perangkat lunak statistik. Korelasi Pearson digunakan untuk mengukur kekuatan dan arah hubungan linear antara kedua variabel. Hubungan korelasi antara jumlah penduduk dan jumlah kendaraan bermotor merupakan topik yang penting dalam pembangunan perkotaan dan transportasi. Artikel ini mengkaji hubungan korelasi antara jumlah penduduk dengan jumlah kendaraan bermotor di Provinsi Jambi. Metode statistik yang digunakan adalah korelasi Pearson. Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan positif yang sangat kuat antara jumlah penduduk dengan jumlah kendaraan bermotor di Provinsi Jambi. Koefisien korelasi sebesar 0,805 menandakan hubungan yang kuat antara kedua variabel tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi jumlah penduduk di Provinsi Jambi, semakin tinggi pula jumlah kendaraan bermotor yang ada. Koefisien korelasi sebesar 0,805 mengindikasikan hubungan positif yang sangat kuat antara kedua variabel tersebut. Implikasi penemuan ini adalah semakin tinggi jumlah penduduk, semakin tinggi pula jumlah kendaraan bermotor di Provinsi Jambi. Hal ini memiliki relevansi penting dalam konteks pembangunan perkotaan dan transportasi di wilayah tersebut.
Analysis of Shifts in Product Quality using The Individual-Moving Range and Cumulative Sum Fast Initial Response Methods Ramayani Nur Hadiati; Sherli Yurinanda; Sarmada
Al-Khwarizmi : Jurnal Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol. 14 No. 1 (2026): Al-Khwarizmi : Jurnal Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Publisher : Prodi Pendidikan Matematika FTIK IAIN Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/jpmipa.v14i1.8182

Abstract

Abstract: Quality control plays an important role in maintaining production consistency, especially in manufacturing industries such as PT Wirakarya Sakti in Jambi Province. The company faces instability in daily production in achieving the target of 1,044.82 tons. This study aims to analyze the ability of the Individual-Moving Range (I-MR) and Cumulative Sum Fast Initial Response (CUSUM FIR) methods to detect shifts in production quality based on quantitative daily production data, as well as to determine the method that is more sensitive to process instability. The study employed a Statistical Quality Control (SQC) approach through the construction of I-MR and CUSUM FIR control charts. The results showed that the I-MR control chart detected significant fluctuations, with several points exceeding the control limits, while CUSUM FIR was more sensitive in detecting small shifts and was able to provide earlier signals of out-of-control conditions. Therefore, the CUSUM FIR method is considered more effective as an early detection tool for maintaining production process stability, whereas the I-MR method is more suitable for detecting large-scale shifts. Abstrak: Pengendalian kualitas penting untuk menjaga konsistensi hasil produksi, terutama di industri manufaktur seperti PT Wirakarya Sakti di Provinsi Jambi. Perusahaan menghadapi ketidakstabilan produksi harian dalam mencapai target sebesar 1.044,82 ton. Penelitian ini menganalisis kemampuan metode Individual-Moving Range (I-MR) dan Cumulative Sum Fast Initial Response (CUSUM FIR) dalam mendeteksi pergeseran kualitas hasil produksi berdasarkan data produksi harian, serta menentukan metode yang lebih sensitif terhadap ketidakterkendalian proses. Penelitian menggunakan Statistical Quality Control (SQC) melalui pembentukan peta kendali I-MR dan CUSUM FIR. Hasil analisis menunjukkan peta kendali I-MR mendeteksi adanya fluktuasi signifikan dengan beberapa titik melampaui batas kendali, sedangkan CUSUM FIR lebih sensitif mendeteksi pergeseran kecil dan mampu memberikan sinyal ketidakterkendalian lebih awal. Metode CUSUM FIR lebih efektif digunakan sebagai alat deteksi dini untuk menjaga kestabilan proses produksi, sementara I-MR lebih sesuai untuk mendeteksi pergeseran dalam skala besar.