Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

DIASPORA ORANG MANGGARAI DI KOTA MAKASSAR MELALUI PENDEKATAN SANGGAR BUDAYA Arda Arda; Adi Sumandiyar; Abdul Muin; Darman Manda
Phinisi Integration Review Volume 6 Nomor 2 Tahun 2023
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pir.v6i2.46036

Abstract

This study aims to analyze in-depth information about the Diaspora of the Manggarai People in Makassar City through the Cultural Workshop Approach. By using a qualitative descriptive approach and supported by a multisystemic approach model used to provide an explanation regarding the existence of the Manggarai Cultural Center in Makassar City. The results of the study recommend that community leaders of the Manggarai people in Makassar City optimize their resources in order to create new creativity in the Manggarai Cultural Center to maintain its existence through a social and cultural approach.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis informasi mendalam tentang Diaspora Orang Manggarai di Kota Makassar Melalui Pendekatan Sanggar Budaya. Dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif serta didukung model pendekatan multisistemik yang digunakan untuk memberikan penjelasan perihal eksistensi Sanggar Budaya Manggarai di Kota Makassar. Hasil penelitian merekomendasikan agar tokoh masyarakat orang Manggarai di Kota Makassar lebih mengoptimalkan sumber daya yang dimiliki dalam rangka melahirkan kreativitas baru dalam Sanggar Budaya Manggarai guna mempertahankan eksistensinya melalui pendekatan sosial dan budaya.
STRATEGI PEMBERDAYAAN MASYARAKAT NELAYAN DI WILAYAH PESISIR KECAMATAN MARUSU KABUPATEN MAROS Adi Sumandiyar; Hasruddin Nur; Abdul Muin; Darman Manda
Phinisi Integration Review Volume 6 Nomor 2 Tahun 2023
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pir.v6i2.46032

Abstract

This study aims to determine the success of empowering fishing communities in the coastal area of Marusu District, Maros Regency. The results showed that the implementation of empowering fishing communities in the coastal areas of Marusu District, Maros Regency was by creating instruments that regulate the empowerment of coastal fishing communities in order to optimize the quality of the coastal environment covering social, economic and cultural aspects as well as being able to create a conducive atmosphere for the implementation of development in in order to provide access to various interests of fishing communities to optimize development in coastal areas.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keberhasilan pemberdayaan masyarakat nelayan di wilayah pesisir Kecamatan Marusu Kabupaten Maros. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi  pemberdayaan masyarakat nelayan di wilayah pesisir Kecamatan Marusu Kabupaten Maros adalah dengan cara membuat instrument yang mengatur pemberdayaan masyarakat nelayan wilayah pesisir agar dapat mengoptimalkan kualitas lingkungan pesisir melingkupi aspek sosial, ekonomi  dan budaya serta mampu menciptakan suasana yang kondusif bagi pelaksanaan pembangunan dalam rangka memberikan akses berbagai kepentingan masyarakat nelayan untuk mengoptimalkan pembangunan di wilayah pesisir.
Selubung Fashion Kapitalisme di Balik Tren Olahraga Lari di CPI Makassar : Studi Kritis Pemikiran Herbert Marcuse Rahma Amin; Muh. Syukur; Firdaus W. Suhaeb; Abdul Muin
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i2.1759

Abstract

Fenomena tren lari pada masyarakat uban seperti Kota Makassar, khususnya di ruang terbuka publik seperti CPI (Center Point of Indonesia), semakin meluas dan berkembang menjadi lebih dari sekadar aktivitas fisik, tetapi juga sebagai bagian dari gaya hidup dan fashion yang dipengaruhi oleh kapitalisme. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fenomena ini melalui lensa teori kritis Herbert Marcuse, yang menghubungkan tren lari dengan dinamika kapitalisme modern. Menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi pustaka, penelitian ini mengeksplorasi bagaimana aktivitas lari, yang pada awalnya adalah olahraga, kini bertransformasi menjadi bagian dari ekspresi diri yang terhubung dengan konsumsi, status sosial, dan identitas dalam masyarakat urban. Melalui analisis pemikiran Marcuse, ditemukan bahwa tren ini tidak hanya mencerminkan kebebasan individu tetapi juga berfungsi sebagai alat bagi kapitalisme untuk mengeksploitasi keinginan dan kebutuhan konsumtif masyarakat. Dalam pandangan Marcuse, fenomena ini menunjukkan bagaimana ideologi kapitalisme membentuk dan mengarahkan kebiasaan sosial, menjadikan olahraga lari sebagai sebuah "selubung" untuk menyembunyikan kenyataan sosial yang lebih besar tentang eksploitasi dan ketidaksetaraan. Oleh karena itu, tren lari di CPI Makassar tidak sekadar mencerminkan kebugaran fisik, tetapi juga merupakan manifestasi dari kapitalisme yang mendominasi kehidupan masyarakat urban.