Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Selubung Fashion Kapitalisme di Balik Tren Olahraga Lari di CPI Makassar : Studi Kritis Pemikiran Herbert Marcuse Rahma Amin; Muh. Syukur; Firdaus W. Suhaeb; Abdul Muin
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i2.1759

Abstract

Fenomena tren lari pada masyarakat uban seperti Kota Makassar, khususnya di ruang terbuka publik seperti CPI (Center Point of Indonesia), semakin meluas dan berkembang menjadi lebih dari sekadar aktivitas fisik, tetapi juga sebagai bagian dari gaya hidup dan fashion yang dipengaruhi oleh kapitalisme. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fenomena ini melalui lensa teori kritis Herbert Marcuse, yang menghubungkan tren lari dengan dinamika kapitalisme modern. Menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi pustaka, penelitian ini mengeksplorasi bagaimana aktivitas lari, yang pada awalnya adalah olahraga, kini bertransformasi menjadi bagian dari ekspresi diri yang terhubung dengan konsumsi, status sosial, dan identitas dalam masyarakat urban. Melalui analisis pemikiran Marcuse, ditemukan bahwa tren ini tidak hanya mencerminkan kebebasan individu tetapi juga berfungsi sebagai alat bagi kapitalisme untuk mengeksploitasi keinginan dan kebutuhan konsumtif masyarakat. Dalam pandangan Marcuse, fenomena ini menunjukkan bagaimana ideologi kapitalisme membentuk dan mengarahkan kebiasaan sosial, menjadikan olahraga lari sebagai sebuah "selubung" untuk menyembunyikan kenyataan sosial yang lebih besar tentang eksploitasi dan ketidaksetaraan. Oleh karena itu, tren lari di CPI Makassar tidak sekadar mencerminkan kebugaran fisik, tetapi juga merupakan manifestasi dari kapitalisme yang mendominasi kehidupan masyarakat urban.
Kesehatan Lingkungan di Makassar dalam Perspektif Determinan Sosial: Antara Kemiskinan, Infrastruktur, dan Kebijakan : (Studi Permukiman Kumuh Pesisir) Muhammad Khaerul Nur; Muhammad Syukur; Firdaus W. Suhaeb
Indonesian Journal of Intellectual Publication Vol. 6 No. 3 (2026): Juli 2026, IJI Publication
Publisher : Perkumpulan Intelektual Madani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51577/ijipublication.v6i3.964

Abstract

Permasalahan kesehatan lingkungan di kawasan permukiman kumuh pesisir Kota Makassar masih menjadi isu serius yang dipengaruhi oleh kemiskinan, keterbatasan infrastruktur dasar, serta lemahnya implementasi kebijakan publik. Kondisi tersebut menyebabkan rendahnya akses masyarakat terhadap air bersih, sanitasi layak, dan pengelolaan limbah yang berdampak pada meningkatnya risiko penyakit berbasis lingkungan. Penelitian ini bertujuan menganalisis kondisi kesehatan lingkungan di kawasan pesisir Makassar melalui perspektif determinan sosial kesehatan dengan fokus pada aspek kemiskinan, infrastruktur, dan kebijakan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur sistematis. Data diperoleh melalui penelusuran berbagai sumber sekunder berupa laporan resmi Badan Pusat Statistik (BPS), Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, World Health Organization (WHO), UNICEF, World Bank, serta artikel jurnal ilmiah nasional dan internasional yang dipublikasikan pada periode 2010–2024. Pengumpulan data dilakukan melalui database Google Scholar, ScienceDirect, dan PubMed menggunakan kata kunci yang relevan dengan kesehatan lingkungan dan permukiman pesisir. Data dianalisis menggunakan pendekatan tematik dengan mengelompokkan temuan berdasarkan tema kemiskinan, infrastruktur, dan kebijakan, kemudian diinterpretasikan menggunakan perspektif determinan sosial kesehatan Dahlgren dan Whitehead. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemiskinan struktural, ketimpangan pembangunan infrastruktur, dan implementasi kebijakan yang belum optimal saling berinteraksi dalam memperburuk kondisi kesehatan lingkungan masyarakat pesisir Makassar.
Kesehatan Lingkungan di Makassar dalam Perspektif Determinan Sosial: Antara Kemiskinan, Infrastruktur, dan Kebijakan : (Studi Permukiman Kumuh Pesisir) Muhammad Khaerul Nur; Muhammad Syukur; Firdaus W. Suhaeb
Indonesian Journal of Intellectual Publication Vol. 6 No. 3 (2026): Juli 2026, IJI Publication
Publisher : Perkumpulan Intelektual Madani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51577/ijipublication.v6i3.964

Abstract

Permasalahan kesehatan lingkungan di kawasan permukiman kumuh pesisir Kota Makassar masih menjadi isu serius yang dipengaruhi oleh kemiskinan, keterbatasan infrastruktur dasar, serta lemahnya implementasi kebijakan publik. Kondisi tersebut menyebabkan rendahnya akses masyarakat terhadap air bersih, sanitasi layak, dan pengelolaan limbah yang berdampak pada meningkatnya risiko penyakit berbasis lingkungan. Penelitian ini bertujuan menganalisis kondisi kesehatan lingkungan di kawasan pesisir Makassar melalui perspektif determinan sosial kesehatan dengan fokus pada aspek kemiskinan, infrastruktur, dan kebijakan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur sistematis. Data diperoleh melalui penelusuran berbagai sumber sekunder berupa laporan resmi Badan Pusat Statistik (BPS), Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, World Health Organization (WHO), UNICEF, World Bank, serta artikel jurnal ilmiah nasional dan internasional yang dipublikasikan pada periode 2010–2024. Pengumpulan data dilakukan melalui database Google Scholar, ScienceDirect, dan PubMed menggunakan kata kunci yang relevan dengan kesehatan lingkungan dan permukiman pesisir. Data dianalisis menggunakan pendekatan tematik dengan mengelompokkan temuan berdasarkan tema kemiskinan, infrastruktur, dan kebijakan, kemudian diinterpretasikan menggunakan perspektif determinan sosial kesehatan Dahlgren dan Whitehead. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemiskinan struktural, ketimpangan pembangunan infrastruktur, dan implementasi kebijakan yang belum optimal saling berinteraksi dalam memperburuk kondisi kesehatan lingkungan masyarakat pesisir Makassar.
Governmentality and Power Dynamics in Healthcare Practice: A Foucauldian Perspective Muhammad Ilyas; Muhammad Syukur; Firdaus W. Suhaeb
HealthCare Nursing Journal Vol. 8 No. 2 (2026): HealthCare Nursing Journal
Publisher : LP3M Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35568/healthcare.v8i2.7901

Abstract

This article analyzes governmentality and power dynamics in contemporary healthcare practice through a Foucauldian perspective. It argues that healthcare does not operate only through clinical intervention, public policy, and medical expertise, but also through everyday mechanisms that form subjects who monitor, discipline, and manage their own bodies. Using a narrative-critical literature review, this article synthesizes Foucauldian concepts of power/knowledge, discipline, biopower, normalization, and governmentality with critical health studies and selected policy documents on public health, digital health, primary care integration, non-communicable disease screening, SATUSEHAT, and BPJS Kesehatan. The analysis shows that health education functions as a mechanism of behavioral formation; screening programs operate as surveillance technologies that classify risk; electronic medical records and digital platforms produce standardized medical knowledge; and insurance administration shapes access, compliance, and responsibility. These mechanisms are ambivalent: they can expand prevention, continuity of care, and population protection, yet they may also intensify surveillance, stigma, self-blame, data inequality, and unequal access when social determinants are neglected. The article contributes to socio-critical health studies by offering an analytical framework that links bodies, knowledge, policy, technology, markets, and power in healthcare governance.