Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Analisis Kausalitas Banjir Berulang di Kabupaten Grobogan: Pendekatan Kecerdasan Buatan yang dapat diinterpretasi untuk Mitigasi Berbasis Bukti Danang Kuswardono; Hadi Tanuji; Dwi Puji Prabowo; Asih Rohmani
JOINS (Journal of Information System) Vol 10 No 2 (2025): Edisi November 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Dian Nuswantoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33633/joins.v10i2.14346

Abstract

Banjir berulang di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, menimbulkan kerugian signifikan dan mengancam keberlanjutan wilayah. Pendekatan konvensional seringkali terbatas dalam mengidentifikasi pola kompleks dan hubungan kausalitas antar faktor pemicu banjir. Penelitian ini mengusulkan kerangka kerja analisis kausalitas banjir menggunakan Kecerdasan Buatan (AI) yang dapat diinterpretasi (Explainable AI/XAI) untuk mengungkap faktor-faktor dominan (hidrologis, geografis, geologis, dan antropogenik) yang berkontribusi terhadap fenomena ini. Dengan memanfaatkan data spasial-temporal yang komprehensif dan metode AI seperti SHAP dan Grad-CAM, penelitian ini bertujuan untuk mengukur kontribusi masing-masing faktor pemicu, memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang mekanisme banjir. Hasil yang diharapkan akan mendukung perumusan strategi mitigasi yang lebih tepat sasaran dan berbasis bukti, beralih dari respons reaktif menjadi pendekatan proaktif dalam pengelolaan risiko bencana di Kabupaten Grobogan. Hasil yang diharapkan menunjukkan bahwa metode XAI mampu menampilkan kontribusi relatif setiap faktor pemicu banjir, sehingga interpretasi model menjadi lebih transparan dibandingkan pendekatan tradisional. Kerangka kerja ini diproyeksikan dapat meningkatkan akurasi analisis sekaligus mempercepat proses identifikasi wilayah prioritas untuk mitigasi
Perancangan Sistem Informasi Lumbung Pangan Desa Berbasis Web dengan Pendekatan User-Centered Design (UCD) di Kabupaten Grobogan Drajad Bima Ajipangestu; Hadi Tanuji
TEKNOLOGI: Jurnal Ilmiah Sistem Informasi Vol 16 No 1 (2026): January
Publisher : Universitas Pesantren Tinggi Darul 'Ulum (Unipdu) Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26594/teknologi.v16i1.6696

Abstract

Pengelolaan lumbung pangan desa di Kabupaten Grobogan masih dilakukan secara manual menggunakan buku catatan, sehingga menimbulkan ketidakakuratan data (kesalahan pencatatan sekitar 18,75% dari 48 entri stok yang diperiksa), keterlambatan pelaporan (rata-rata 3–5 hari kerja), dan minimnya transparansi. Angka-angka tersebut diperoleh melalui rekonsiliasi data lapangan dan Focus Group Discussion (FGD) yang dilakukan pada tahap analisis kebutuhan. Penelitian ini bertujuan merancang dan mengimplementasikan prototype sistem informasi lumbung pangan desa berbasis web dengan pendekatan User-Centered Design (UCD) untuk mendukung ketahanan pangan lokal. Novelty penelitian terletak pada model digitalisasi lumbung pangan desa yang secara konsisten mengadopsi UCD, mulai dari FGD bersama tujuh peserta (perangkat desa dan kelompok tani), pembuatan persona, user requirement, wireframe, hingga evaluasi prototype, serta mengintegrasikan manajemen stok multi-komoditas, distribusi, dan pelaporan otomatis pada level komunitas desa; pendekatan dengan kajian serupa masih sangat terbatas di Indonesia. Metode penelitian mencakup tiga tahap: (1) analisis kebutuhan melalui FGD dan observasi lapangan; (2) perancangan sistem berbasis UCD dengan artefak persona, user requirement, dan wireframe; serta (3) uji coba prototype melalui Black Box Testing dan System Usability Scale (SUS) terhadap tujuh responden. Hasil pengujian fungsional menunjukkan seluruh skenario pengujian terpenuhi sesuai spesifikasi. Evaluasi usability memperoleh skor SUS rata-rata 71,1 yang menunjukkan tingkat usability yang baik (Good) dan berada pada kategori Acceptable. Penelitian ini berkontribusi sebagai proof of concept sistem informasi lumbung pangan desa berbasis UCD di Indonesia yang dapat menjadi fondasi pengembangan lebih lanjut.