Fauzi Fauzi
Universitas Islam Negeri Profesor Kiai Haji Saifuddin Zuhri Purwokerto

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengembangan Kemampuan Kerjasama Anak Usia Dini Melalui Fun Games Circle Aji Nur Shofiah; Fauzi Fauzi
Jurnal Ilmiah POTENSIA Vol 8 No 1 (2023): JANUARI
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jip.8.1.207-218

Abstract

Egosentris sifat alamiah anak yang perlu di arahkan agar mereka dapat mengembangkan pemahaman terhadap pendapat orang lain dan memiliki kemampuan untuk bekerjasama. Anak yang memiliki kemampuan bekerjasama akan mudah bersosialisasi dengan temannya. Tujuan dari penelitian ini untuk meningkatkan kemampuan kerjasama anak usia dini melalui kegiatan fun game circle. Metode penelitian yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif. Penelitian ini dilakukan di kelas B semester satu di RA Muslimat NU Kembaran Kecamatan Kembaran Kabupaten Banyumas. Sumber data yang digunakan adalah purposif sampling diantaranya terdiri dari kepala sekolah, guru kelas dan guru pembimbing. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara dan dokumentasi. Analisis data menggunakan reduksi data (data reduction), penyajian data (data display) penarikan kesimpulan (conclution drawing). Hasil penelitian menunjukkan bahwa  kegiatan Fun Games Circle dapat digunakan dalam mengembangkan kemampuan kerjasama anak. Karena dalam Fun games circle itu anak-anak dikondisikan untuk menaati aturan-aturan, memecahkan masalah bersama temannya, dan terdapat masalah yang harus diselesaikan bersama. Kondisi tersebut yang membuat anak terbiasa untuk bekerjasama.  Kemudian fun games circle membuat anak mau bergabung dengan temannya, anak antusias mengikuti games, anak mau bermain saat istirahat, anak mau berbagi dengan teman, anak membantu dan mendorong anak lain untuk mengikuti games, anak merespon baik jika ada yang menawarkan bantuan, anak terlibat aktif dalam kegiatan games, mengucapkan terimakasih ketika dibantu teman, anak mampu mengatur strategi untuk menyelesaikan kegiatan, anak membagi tugas dalam kegiatan.
Internalization of tolerance value in thematic learning at Madrasah Ibtidaiyah Luma'ul 'Adilah Hayya; Fauzi Fauzi; Handini Nindya Anggita; Ahmad Bagus Romadhon; Akmalia Umami Al Fatah
INSANIA : Jurnal Pemikiran Alternatif Kependidikan Vol 28 No 1 (2023)
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan UIN Profesor Kiai Haji Saifuddin Zuhri Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24090/insania.v28i1.7125

Abstract

Character education, according to Lickona, is a conscious attempt to assist someone in understanding, paying attention to, and carrying out essential ethical values. The Indonesian Ministry of National Education has established eighteen values for character education, one of which is tolerance. At the age of Madrasah Ibtidaiyah, intelligence tolerance must be instilled. Almost all elementary schools apply thematic learning models, which encourage students to actively explore and discover scientific concepts and principles meaningfully. This study aims to analyze how to plan, implement, and assess the value of tolerance in thematic learning at elementary schools. The author is interested in researching the internalization model of tolerance values in thematic education conducted at MIN 3 Purbalingga, Indonesia. Researchers use a type of field research of a qualitative descriptive method based on the philosophy of post-positivism. The sampling technique was used as a source of information using purposive and snowball techniques. Observation, interviews, and documentation techniques were employed to collect data. There were three phases to the data analysis: reduction, data presentation, and conclusion. The results of the data analysis in the preparation stage for class teachers have developed a syllabus and lesson plans, but they do not include tolerance values. The implementation of learning the importance of tolerance to students is carried out by linking material to learning themes following the deal of patience. No specific format is specified in the lesson plan for the assessment process; the teacher evaluates by directly observing student activities and is regarded spontaneous during the learning process.