Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Evaluasi pemilihan teknologi Co-firing Biomassa pada PLTU batu bara dengan Metode Analytical Hierarchy Process (Studi Kasus: PLTU XYZ) Irwan Aufi; Joko Wintoko; Nur Aini Masruroh
Angkasa: Jurnal Ilmiah Bidang Teknologi Vol 15, No 1 (2023): Mei
Publisher : Institut Teknologi Dirgantara Adisutjipto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28989/angkasa.v15i1.1641

Abstract

Biomass co-firing technology is one way to accelerate the transition to renewable energy in Indonesia. Co-firing is currently used for the mixed combustion of coal and biomass in steam power plants with a certain blending ratio. One of the PLTU’s that has implemented co-firing technology in Indonesia is PLTU XYZ. However, as the co-firing technology progresses, PLTU XYZ experiences a number of problems, both in technical and non-technical areas. This study aims to evaluate the most appropriate co-firing technology that can be used for PLTU XYZ. The method used in this study is the Analytical Hierarchy Process (AHP). The results of this study indicate that the most effective criteria are economic and environmental, with weights of (0.4383) and (0.3024) followed by technical (0.1904) and social (0.0689). The most appropriate biomass co-firing technology currently used for PLTU XYZ is direct co-firing with the highest weight (0.7080) followed by indirect co-firing (0.1753) and parallel co-firing (0.1165).
Pemanfaatan Limbah Kulit Kopi dan Kulit Singkong menjadi Biobriket sebagai Sumber Energi Alternatif Yuliza Nuryanti; Ahmad Tawfiequrrahman Yuliansyah; Joko Wintoko
Prosiding Simposium Nasional Rekayasa Aplikasi Perancangan dan Industri 2025: Prosiding Simposium Nasional Rekayasa Aplikasi Perancangan dan Industri
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemanfaatan limbah biomassa sebagai sumber energi alternatif dapat mendukung ketahanan energi nasional dan pengelolaan limbah pertanian. Limbah kulit kopi dan kulit singkong merupakan biomassa yang melimpah tetapi belum dimanfaatkan secara optimal sebagai bahan baku briket arang. Penelitian ini bertujuan untuk membuat biobriket dengan campuran kulit kopi dan kulit singkong serta menilai karakteristiknya melalui analisis proksimat dan ultimat. Pembuatan briket dilakukan melalui proses pirolisis pada suhu 500℃ selama 2 jam, arang yang dihasilkan kemudian dihaluskan dan disaring menggunakan ayakan 75 mesh. Komposisi campuran arang kulit kopi dan arang kulit singkong yang digunakan (100:0, 80:20, 60:40, 40:60, 20:80, dan 0:100), dengan menggunakan perekat tapioka pada perbandingan 4:2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pirolisis dan variasi komposisi bahan memberikan dampak signifikan terhadap karakteristik briket yang dihasilkan. Briket yang banyak mengandung arang kulit kopi memiliki kandungan karbon tetap tertiggi (54,964%) serta nilai kalor tertinggi (6415,4057 kal/g), sedangkan briket dengan tambahan kulit singkong meningkatkan kadar zat mudah menguap (30,668%) dan kadar air, tetapi menurunkan nilai kalor (5944,6799 kal/g). Secara keseluruhan, briket yang didominasi oleh arang kulit kopi memberikan nilai kalor dan kestabilan pembakaran yang lebih baik. Hal ini menunjukkan bahwa campuran biomassa kulit kopi dan kulit singkong memiliki potensi untuk menghasilkan biobriket yang efisien dan layak dijadikan sebagai sumber energi alternatif yang berkelanjutan.