Fitri Eka Sari Siregar
Universitas Malahayati

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan Faktor Perilaku Terhadap Peningkatan Pencegahan Kanker Serviks Melalui Test Iva di Lapas Perempuan II A Kota Bandar Lampung Wayan Aryawati; Suharman Suharman; Fitri Eka Sari Siregar; Angkas Mandala Putra; Evi Herlinda
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 7 (2023): Volume 6 No 7 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i7.9713

Abstract

ABSTRACT Currently, cervical cancer is a health problem with a high number of cases in the world, including in Indonesia. The prevalence of cervical cancer in various regions in Indonesia varies, several behavioral factors that increase cancer prevention include education, employment, medical history, environmental factors, personal hygiene, knowledge, health support, and attitudes. The community service carried out aims to educate prison inmates regarding prevention that can be carried out for cervical cancer and conduct an analysis to see whether the factors considered related to other research are also related to community service carried out in the Bandar Lampung women's prison. Community service is carried out by providing counseling to residents regarding prevention carried out to reduce cervical cancer cases. By using power point as a medium for making presentations presented by Masters students. Furthermore, citizens are also given the opportunity to ask questions about cervical cancer and its prevention. Giving a questionnaire as one of the feedback regarding what was explained, as well as to see the extent of preventive behavior that has been carried out by citizens. It was found that prison residents got new benefits, namely knowledge related to cervical cancer with the education provided. From the data analysis conducted, it is known that there is no relationship between education, employment, medical history, environmental factors, personal hygiene, knowledge, support, and attitudes of citizens with cervical cancer prevention behavior. Conclusions and suggestions: cervical cancer is a non-communicable disease that has a high number of cases and can cause death in women, so the prevention that must be done is to improve women's behavior to reduce the risk of cervical cancer. Keywords: Cervical Cancer, Behavior, Prevention  ABSTRAK Saat ini kanker serviks merupakan masalah kesehatan dengan angka kasus yang cukup tinggi di dunia termasuk juga di Indonesia. Prevalensi kanker serviks di berbagai daerah di Indonesia berbeda-beda, beberapa faktor perilaku yang meningkatkan pencegahan kanker diantaranya seperti pendidikan, pekerjaan, riwayat kesehatan, faktor lingkungan, personal hygine, pengetahuan, dukungan nakes, dan sikap. Pada pengabdian masyarakat yang dilakukan bertujuan untuk melakukan edukasi terhadap penghuni lapas terkait pencegahan yang dalat dilakukan untuk penyakit kanker serviks serta melakukan analisis untuk melihat apakah faktor-faktor yang dinilai berhubungan pada penelitan lainnya juga berhubungan pada pengabdian masyarakat yang dilakukan di lapas wanita Bandar Lampung. Pengabdian masyarakat dilakukan dengan memberikan penyuluhan kepada warga lapas terkait pencegahan yang dilakukan untuk menurunkan kasus kanker serviks. Dengan menggunakan power point sebagai media untuk melakukan presentasi yang paparkan oleh mahasiswa S2. Selanjutnya warga lapas juga diberikan kesempatan untuk bertanya seputar kanker serviks dan pencegahannya. Memberikan kuesioner sebagai salah satu timbal balik terkait apa yang di jelaskan, serta untuk melihat sejauh mana perilaku pencegahan yang telah dilakukan oleh warga lapas. Didapatkan bahwa warga lapas mendaptkan manfaat baru yaitu pengetahuan terkait kanker serviks dengan edukasi yang diberikan. Dari analisis data yang dilakukan diketahui bahwa tidak terdapat hubungan antara pendidikan, pekerjaan, riwayat kesehatan, faktor lingkungan, personal hygine, pengetahuan, dukungan nakes, dan sikap warga lapas dengan perilaku pencegahan kanker serviks. Kanker serviks adalah salah satu penyakit tidak menular yang memiliki angka kasus tinggi dan dapat menyebabkan kematian untuk wanita, maka pencegahan yang harus dilakukan adalah dengan meningkatkan perilaku wanita untuk mengurangi resiko terkena kanker serviks. Kata Kunci: Kanker Serviks, Perilaku, Pencegahan
Analisis Dampak Lingkungan Fisik terhadap Kejadian Malaria di Desa Hanura Zaitunah Zaitunah; Samino Samino; Khoidar Amirus; Fitri Eka Sari Siregar
Malahayati Nursing Journal Vol 8, No 1 (2026): Volume 8 Nomor 1 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v8i1.23597

Abstract

ABSTRACT Malaria remains a significant health problem in coastal areas, including Hanura Village, Teluk Pandan Subdistrict, Pesawaran Regency. Physical environmental factors such as light intensity, air temperature, humidity, and water pH play a role in the development of Anopheles vectors and malaria incidence. This study aimed to analyze the relationship between physical environmental factors and malaria occurrence in Hanura Village in 2024. A cross-sectional study was conducted involving 339 households in Hanura Village. Environmental variables were directly measured in the field: light intensity (lux meter), air temperature (digital thermometer), humidity (hygrometer), and water pH (pH meter). Malaria occurrence data were obtained from medical records and Rapid Diagnostic Tests (RDT). Data were analyzed using univariate, bivariate (Chi-Square test), and multivariate (logistic regression) analyses, including interaction tests. Bivariate analysis showed that air temperature and water pH were associated with malaria occurrence. Multivariate analysis indicated that air temperature (OR = 0.193; p = 0.010) was the dominant factor influencing malaria incidence, followed by water pH (OR = 0.563; p = 0.025). Light intensity was not directly significant but acted as a confounding variable. The interaction between air temperature and water pH was also not significant. Air temperature and water pH are significant environmental factors influencing malaria incidence in Hanura Village. The findings of this study can be utilized for environmentally based control strategies in efforts to prevent malaria in Hanura Village. Keywords: Malaria, Air Temperature, Water pH, Light Intensity, Hanura Village.  ABSTRAK Malaria merupakan masalah kesehatan di Desa Hanura, Kecamatan Teluk Pandan, Kabupaten Pesawaran. Faktor lingkungan fisik seperti intensitas cahaya, suhu udara, kelembapan udara, dan pH air berperan dalam perkembangan vektor Anopheles dan kejadian malaria. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan faktor lingkungan fisik dengan kejadian malaria di Desa Hanura tahun 2024. Penelitian menggunakan desain cross-sectional dengan pengambilan sampel sebanyak 339 rumah di Desa Hanura. Variabel lingkungan diukur langsung di lapangan: intensitas cahaya (lux meter), suhu udara (termometer digital), kelembapan udara (hygrometer), dan pH air (pH meter). Data kejadian malaria diperoleh dari rekam medis dan pemeriksaan RDT. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat (uji Chi-Square), dan multivariat (regresi logistik), termasuk uji interaksi antarvariabel. Analisis bivariat menunjukkan bahwa suhu udara dan pH air berhubungan dengan kejadian malaria. Analisis multivariat memperlihatkan bahwa suhu udara (OR = 0,193; p = 0,010) merupakan faktor dominan yang memengaruhi kejadian malaria, diikuti pH air (OR = 0,563; p = 0,025). Intensitas cahaya tidak berpengaruh signifikan secara langsung, tetapi berperan sebagai variabel confounding. Uji interaksi antara suhu udara dan pH air juga tidak signifikan. Suhu udara dan pH air merupakan faktor lingkungan fisik yang signifikan memengaruhi kejadian malaria di Desa Hanura. Hasil penelitian ini dapat digunakan untuk strategi pengendalian berbasis lingkungan dalam upaya pencegahan malaria di wilayah Desa hanura. Kata Kunci: Malaria, Suhu Udara, PH Air, Intensitas Cahaya, Desa Hanura