Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

AJARAN CATUR PARAMITA TERHADAP POLA PENDIDIKAN KARAKTER DALAM LONTAR SIWA SASANA Anak Agung Gde Krisna Paramita; Dewa Ayu Kade Linda Dewi; I Made Rajendra
WICAKSANA: Jurnal Lingkungan dan Pembangunan Vol. 7 No. 1 (2023)
Publisher : Lembaga Penelitian, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/wicaksana.7.1.2023.15-21

Abstract

Penelitian ini focus pada kajian ajaran catur paramita dalam lontar siwa sasana. Metode penelitian ini berupa kualitatif yang membahas tentang ajaran catur paramita terhadap pola pendidikan karakter yang termuat dalam lontar siwa sasana. Penelitian ini yakni deskripsi ajaran catur paramita yang terkandung dalam lontar siwa sasana pada lembar 6b, Seorang siswa kerohanian dalam lontar siwa sasana hendaknya memahami ajaran catur paramita yang dimaksud yakni Catur Paramita itu adalah : Maitri yang berarti persahabatan atau sifat – sifat yang menghendaki suatu kehidupan yang rukun. Karuna yang berarti cinta kasih sayang, kepedulian kita terhadap orang lain. Mudita berarti sifat dan sikap yang simpati terhadap keberhasilan dan penderitaan orang lain. Dan Upeksa berarti suka mengampuni kesalahan orang lain dengan tenang sabar. Hal ini terkait dengan pola pendidikan yang termuat dalam lontar siswa sasana yakni pendidikan karakter disiplin.
KARMA MARGA SEBAGAI LANDASAN FILOSOFIS KERJA BAGI UMAT HINDU Anak Agung Gde Krisna Paramita; I Made Rajendra
WICAKSANA: Jurnal Lingkungan dan Pembangunan Vol. 7 No. 2 (2023)
Publisher : Lembaga Penelitian, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/wicaksana.7.2.2023.69-77

Abstract

Manusia di dunia ini selalu dituntut untuk bekerja dan tidak seorang pun yang hidup di dunia ini terlepas dari aktivitas atau kerja karena manusia pada hakekatnya dibelenggu oleh hukum alam yang mewajibkannya untuk berbuat. Umat Hindu meyakini bahwa kerja merupakan pokok kehidupan, ”Kerja untuk hidup dan Hidup untuk kerja” yang pada akhirnya melalui kerja tersebut dapat mencapai kebebasan, asalkan pekerjaan itu dilakukan dengan tidak mengikatkan diri pada hasilnya sesuai dengan falsafah karma marga. Manusia betul-betul sadar akan kewajibannya dan memiliki etos kerja yang tinggi. Ajaran karma marga merupakan landasan filosofis kerja bagi umat hindu, sehingga sadar bahwa kerja pada hakekatnya adalah hukum sebab akibat yang dapat mengantarkan manusia ke jalan kebebasan dengan tidak mengikatkan diri pada hasilnya. Karma marga dalam pelaksanaannya mempunyai motif-motif yang mengarah untuk penyatuan diri dengan Tuhan/Ida sang Hyang Widhi, yaitu bahwa karma marga merupakan suatu pengabdian dan kewajiban bagi umat Hindu tanpa mementingkan hasil yang bersifat material atau motif ekonomi semata.