Semakin pesatnya pertumbuhan penduduk menyebabkan jumlah kendaraan semakin meningkat. peningkatan dan pengulangan beban kendaraan menyebabkan kerusakan dan keretakan pada konstruksi perkerasan jalan. Akibat permukaan jalan yang cepat rusak dan retak, sehingga perlu dilakukan modifikasi campuran dengan menggunakan bahan tambah, salah satunya adalah serat jute. Serat jute dalam campuran berperan sebagai pengganti sebagian dari total proporsi agregat kasar. Pemerolehan komposisi sintesis atau campuran aspal sebagai peningkat nilai kuat tarik serta pengujian pengaruh serat jute dalam campuran aspal beton dalam meningkatkan tegangan tarik dengan menggunakan pengujian Indirect Tensile Strenght Test merupakan tujuan penggarapan penelitian ini. Pengaplikasian kadar aspal rencana yaitu 4,5%, 5,0%, 5,5%, 6,0%, dan 6,5%. Akuisisi kadar aspal optimum (KAO) dicapai melalui pengetesan awal menggunakan alat Marshall Test dan pengetesan berikutnya mendayagunakan alat Indirect Tensile Strenght. Penggunaan KAO yakni 5,7% dan kadar serat jute yaitu 0,0%, 0,2%, 0,4%, 0,6%, 0,8% dan 1,0% serta ukuran panjang serat 0,8 cm. Dari hasil pengujian yang kami lakukan memperoleh nilai kuat tarik berurutan sebesar 8299,89KPa; 7959,56KPa; 5274,36KPa; 7046,56KPa; 10214,82KPa; 11584,51 KPa. Berdasarkan hasil tersebut nilai kuat tarik dengan menggunakan serat jute dapat meningkatkan nilai kuat tarik pada campuran dengan menggunkan kadar serat 0,8% dan 1,0%.