Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Financial Analysis of Fishing Boat Rental Business at Kenyamukan Hamlet, District of North Sangatta, Regency of East Kutai Rosdianto, Rosdianto
Sumatra Journal of Disaster, Geography and Geography Education Vol 1 No 1 (2017): Sumatra Journal of Disaster, Geography and Geography Education
Publisher : Sumatra Journal of Disaster, Geography and Geography Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (680.937 KB) | DOI: 10.24036/sjdgge.v1i1.38

Abstract

Research aimed to determine the actual condition of fishing boat rental business, determined the profit earned by the entrepreneur of fishing boat rentals, and determine financial feasibility based on the criteria of investment discounted, including NPV, IRR, NBCR and Payback Period on fishing boat rental business in Kenyamukan county, District of North Sangatta, East Kutai Regency. Sampling was conducted by survey method and 10 person’s respondents. Research results showed the actual condition of fishing boat rental business its has been exist for 5 years, assisted by one crew (crew) and the rental cost its varies for Sangatta IDR 1,000,000 per trip, Miang Island IDR 2,000,000 per trip, Bira-Birahan IDR 4,000,000 per trip, Sekrat IDR 1,500,000 per trip, Teluk Lombok Rp 1,000,000 per trip, Manubar IDR 3,500,000 per trip and Sandaran IDR 6,000,000 per trip. Profit was earned from these businesses an average IDR 4,008,902 per month per respondent and an average IDR 48,106,825 per year per respondent. By the finacial a Fishing boat rental business in Kenyamukan County its reasonably to expanded at the present and future, this is evidenced by the value of the investment criteria that NPV = IDR. 316 079 901, IRR = 100%, Net BCR = 4.17, Pp = 1 year.
Analysis the Spread of Chlorophyll-A Concentration in Birah-Birahan Island Waters Using Landsat 8 Images Rosdianto, Rosdianto; Kaharuddin, Kaharuddin; Rudiyanto, Rudiyanto
Sumatra Journal of Disaster, Geography and Geography Education Vol 5 No 1 (2021): Sumatra Journal of Disaster, Geography and Geography Education (June Edition)
Publisher : Sumatra Journal of Disaster, Geography and Geography Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (178.806 KB) | DOI: 10.24036/sjdgge.v5i1.360

Abstract

ABSTRACT: Research aims to determine the value of concentration and spread profile of chlorophyll-a in Birah-birahan Island waters. To process the spread profile data of chlorophyll-a concentration in Birah-Birahan Island waters, the data were used is Landsat 8 imagery data in 2018, i.e. February and August and February and October in 2019, data processing uses the er-mapper and arcgis application by using the Pentury algorithm and Hanintyo algorithm. Information was obtained that the value of chlorophyll-a concentration used the pentury algorithm in 2018, February on west monsoon, i.e. 0.06 mg/m3 and August on east monsoon, i.e. 0.07 mg/m3, in 2019 February on west monsoon, namely 0.06 mg/m3 and October on east monsoon is 0.07 mg/m3 and chlorophyll-a concentration value using the Hanintyo algorithm in 2018 February on west monsoon i.e. 0.22 mg/m3 and August in the east monsoon is 0.27 mg/m3, in 2019 February on west monsoon i.e. 0.25 mg/m3 and October on east monsoon i.e. 0.24 mg/m3. It can be concluded that the concentration value by the pentury and Hanintyo algorithm of two different years in west and east monsoon the highest chlorophyll-a concentration value were known based on Hanintyo algorithm. Keywords: Chlorophyll-a, Landsat 8, Spread, Birah-Birahan Island.
Studi Tentang Stabilitas Statis Kapal Purse Seine di Propinsi Kalimantan Selatan Rosdianto, Rosdianto
Jurnal Pertanian Terpadu Vol 1 No 1 (2013): Jurnal Pertanian Terpadu Jilid I nomor 1 Mei 2013
Publisher : Sekolah Tinggi Pertanian Kutai Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36084/jpt..v1i1.28

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah mengkaji stabilitas statis (Initial stability) kapal purse seine dengan berbagai kondisi ketinggian titik berat (KG), hasil penelitian ini diharapkan sebagai bahan acuan untuk desain-desain kapal dalam rangka pengembangan kapal ikan di Indonesia dan sebagai bahan instansi-instansi terkait yang berminat terhadap pembangunan industri perkapalan. Penelitian dilaksanakan didua tempat yaitu : desa Pagaruyung dan Batulicin Propinsi Kalimantan Selatan. Analisis data dilakukan dengan perhitungan-perhitungan naval architek untuk memperoleh parameter-parameter hidrostatis dan Program GZ untuk melihat stabilitas statis dari kapal-kapal ikan dan dibandingkan dengan standar IMO. Hasil perhitungan dari kapal ikan tersebut belum memenuhi standar dan nilai-nilai patokan yang dikeluarkan oleh Inamura (1968) dan IMO, ini terlihat dari perbandingan L/B ; L/D ; dan B/D, sehingga didapatkan kelemahan-kelemahan dari rasio perbandingat nilai utama. Hasil perhitungan terhadap variasi dari nilai-nilai titik berat (KG) baik kapal purse seine 1 ; 2 terlihat jelas semakin tinggi nilai dari KG maka semakin rendah nilai tinggi metasenter GM suatu kapal. Stabilitas kapal yang diteliti, pada kapal purse seine cukup baik, hal ini digambarkan oleh nilai GM positif yang berarti nilai titik G berada di bawah titik M. Variasi dari nilai-nilai titik berat (KG) baik kapal purse seine 1 maupun Purse seine 2 terlihat jelas semakin tinggi nilai dari KG maka semakin rendah nilai GM suatu kapal. Nilai GM yang kecil dapat menyebabkan kapal langsar, olengannya lambat, bila terjadi kebocoran atau muatan yang berpindah maka kapal kurang aman. Nilai GM yang besar mengakibatkan kapal kaku, olengan cepat dan menyentak-nyentak tetapi apabila kapal mengalami kebocoran atau bila ada perpindahan muatan kapal akan aman. Hasil perhitungan periode oleng yang disajikan dari variasi nilai-nilai titik berat KG pada kapal purse seine 1 berkisar antara 6.79 detik – 8.78 detik, ini berada di atas nilai yang diajukan oleh Bhattacharya (1978) yakni 5.5 detik – 7.0 detik, Sedangkan kapal purse seine 2 nilai periode olengnya berkisar antara 4.82 detik – 5.32 detik, berada di bawah nilai yang diajukan oleh Bhattacharya (1978).
Studi Analisis Stabilitas Statis Kapal Longline Di Kalimantan Selatan Rosdianto, Rosdianto
Jurnal Pertanian Terpadu Vol 1 No 2 (2013): Jurnal Pertanian Terpadu Jilid I nomor 2 November 2013
Publisher : Sekolah Tinggi Pertanian Kutai Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36084/jpt..v1i2.46

Abstract

Kapal ikan yang juga lazim dikenal dengan kapal penangkapan ikan, telah lama digunakan untuk melakukan aktivitas penangkapan ikan di laut. Pada masa dahulu belum ada kapal perikanan berukuran besar hanya ada berukuran kecil saja, kapal-kapal yang dibangun secara tradisional ini dibangun tanpa gambar-gambar desain. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji aspek-aspek apa saja yang sebaliknya disempurnakan guna mendapatkan kapal perikanan yang baik dan membangun rehabilitasi kapal-kapal tradisional maupun sistem desain kapal perikanan di Propinsi Kalimantan Selatan, hasil penelitian ini diharapkan sebagai bahan acuan untuk desain-desain kapal dalam rangka pengembangan kapal ikan di Indonesia dan sebagai bahan instansi-instansi terkait yang berminat terhadap pembangunan industri perkapalan. Penelitian dilaksanakan didua tempat yaitu : desa Pagaruyung dan Batulicin kota Baru Propinsi Kalimantan Selatan. Analisis data dilakukan dengan perhitungan-perhitungan naval architekcture untuk memperoleh parameter-parameter hidrostatis dan Program PGZ untuk melihat stabilitas dari kapal-kapal ikan yang diuji sampai ketinggian gelombang 4 m dan dihitung luasan dari PGZ sampai memenuhi nilai standar dari IMO. Hasil perhitungan dari kapal longline yang diteliti belum memenuhi nila patokan yang dikeluarkan oleh Inamura (1982), sehingga didapatkan desain yang tidak sesuaii dari nilai patokan yang ada, ini terlihat dari nilai perbandingan utama (L/B, L/D dan B/D) dan nilai coefficient of fineness. Hasil perhitungan terhadap empat kondisi gelombang dengan program PGZ menunjukan (nilai luasan A, B, C); GZ Max (D, E) dan tinggi metasenter (F) bahwa Stabilitas dari kapal longline baik statis maupun dinamis sangat baik ditunjukan oleh nilai righting arm (GZ) yang seluruhnya positif dan berada diatas minimal nilai acuan dari IMO meskipun tinggi gelombang diformulasikan sampai (H) = 4 m. Variasi dari nilai-nilai KG (3.0 m, 3.10 m, 3.20 m, 3.30 m, 3.40 m, 3.50 m, 3.60 m, 3.70 m dan 3.40 m) pada kapal longline, terlihat jelas semakin tinggi nilai dari KG maka semakin rendah nilai GM suatu kapal.
Studi Kelayakan Air Sumur Bor di Area STIPER Kutai Timur Sebagai Media Budidaya Panaeus monodon pada Kolam Terpal Rudiyanto, Rudiyanto; Haryasakti, Anshar; Rosdianto, Rosdianto
Jurnal Pertanian Terpadu Vol 9 No 2 (2021): Jurnal Pertanian Terpadu Jilid IX Nomor 2 Desember 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Pertanian Kutai Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36084/jpt..v9i2.337

Abstract

Kegagalan panen petani tambak Kutai Timur karena banyaknya limbah organik yang terakumulasi dalam tanah tambak dan mempengaruhi kualitas air, maka penggunaan kolam terpal dapat mengurai persoalan tersebut, dalam area kampus STIPER terdapat sumur bor ppm. Penelitian ini bertujuan untuk menguji kelayakan air sumur bor di area kampus STIPER Kutai Timur sebagai media budidaya udang windu (P. monodon) dengan sistem kolam terpal. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus-Oktober 2020 di Laboratorium Lapangan STIPER Kutai Timur. Hasil pengamatan kualitas air yang diperoleh selama penelitian berada pada rata-rata kisaran salinitas 15-20 ppm, pH 7,1-8,2, Suhu 26, 60-29,68oC dan DO 4,2-6,2 mg/l, nilai rata-rata kisaran kualitas air tersebut masih berada dalam toleransi Udang Windu (P. monodon sp) sebagai indikator uji. Tingkat kelangsungan hidup (SR) yang diperoleh selama penelitian hanya sebesar 10%, rendahnya SR yang diperoleh pada penelitian ini karena seringnya terjadi pemadaman listrik yang mengakibatkan blower tidak berfungsi sehingga oksigen turun secara derastis dan beribas pada kematian pada biota budidaya.
Pemanfaatan Tanaman Air Eceng Gondok (Eichhornia crassipes), Kiambang (Pistia stratiotes) Dan Mata Lele (Lemna minor) Dalam Penyerapan Logam Berat Seng (Zn) Pada Air Tercemar Sakti, Anshar Harya; Imanuddin, Imanuddin; Rosdianto, Rosdianto; Sarido, La; Rudi, Rudi
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 25, No 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/agrifor.v25i1.9354

Abstract

Kualitas air untuk keperluan kegiatan budidaya ikan merupakan suatu variabel yang mempengaruhi pengelolaan dan kelangsungan hidup, berpengaruh juga terhadap keberlangsungan hidup biota atau organisme perairan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pemanfaatan dari tanaman air Eichhornia crassipes (Eceng Gondok), Pistia stratiotes (Kiambang) dan Lemna minor (Mata Lele) yang ampuh  menyerap logam berat Seng (Zn). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskritif. Penggujian sampel di laboratorium dan metode eksperimen yaitu mencari perbandingan antara tanaman air yang mampu lebih baik menurunkan konsentrasi logam berat pada air limbah. Data awal hasil penelitian menunjukan bahwa penyerapan tanaman air Eichhornia crassipes, Pistia stratiotes dan Lemna minor mampu menurunkan logam berat jenis Seng (Zn) dengan nilai konsentrasi yang sama pada setiap air sampel yaitu dengan kadar 0,71 mg/L, setelah diberi perlakuan Eichhornia crassipes (Eceng Gondok) mengalami penurunan menjadi 0,24 mg/L, Pistia stratiotes (Kiambang) 0,42 mg/L, Lemna minor (Mata Lele) 0,16 mg/L. Presentase penyerapan logam berat Seng (Zn) dari tanaman Eichhornia crassipes sebesar 66,19%, Pistia stratiotes 40,84%, dan Lemna minor 77,46%.
Description scleractinian coral from Miang Island, East Kalimantan Rosdianto, Rosdianto; El Rahimi, Sayyid Afdhal; Kryk, Adrian; Arsad, Sulastri; Luthfi, Oktiyas Muzaky; Luthfi, M Azurea Bahri
Depik Vol 11, No 3 (2022): DECEMBER 2022
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13170/depik.11.3.29277

Abstract

The exact number of coral species in Indonesia is not unclear yet, in 2002 the coral taxonomist, JEN Veron, stated 590 species, and it was supported by an Indonesian coral taxonomist, Suharsono, eight years later. The current coral species data is 605 but it is from Coral Triangle Region area (CT). The eastern of Indonesia, which is located in the Coral Triangle Region, has received a lot of attention from coral researchers, due to coral species that have been described. On the other hand, the coral reef from the western part of Indonesia, including in the East Kalimantan, has not been explored much in recent times. Through the ecoregion view, E. Kalimantan region is clustered into ecoregion 43 (Sulu Sea) which has 540 coral species. Miang Island is one of the inhabited islands from E. Kalimantan, and has an unexplored coral reef ecosystem. The method had been used in this research is descriptive, which uses photos of live corals to describe colony characteristics corals. The results of the study have described 36 species of coral and several invertebrates that make up coral reefs on Miang Island.Keywords:Hard coralAcroporaPoritesIdentificationPulau Miang